PETUNJUK PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

Laporan: Prof. Dr. Haryono Suyono/Dr. Rohadi Hariyanto

Yayasan Damandiri yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam pengembangan SDM melalui pemberdayaan keluarga, dengan prioritas pengentasan kemiskinan, menganjurkan pembentukan pos pemberdayaan keluarga sebagai pusat pengembangan swadaya masyarakat di pedesaan dan pedukuhan. Pos yang disebutsebagai Posdaya, adalah forum kebersamaan yang anggotanya melakukan aktivitas nyata dalam gerakan pembangunan di lingkungan pemukiman yang paling bawah, yaitu di tingkat RT, RW, dukuh atau dusun. Dalam pertemuan di Posdaya, keluarga-keluarga sebagai anggota diarahkan untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan bersama-sama melakukan kegiatan pemberdayaan keluarga, terutama untuk memperluas cakupan dan mutu pendidikan, memperbaiki akses pelayanan kesehatan dan pengembangan wirausaha.

Tim Penyusun
Prof. Dr. Haryono Suyono, MA, PhD.
Dr. Rohadi Hariyanto, MSc.
Yayasan Damandiri
Oktober 2007


Cover


Ucapan Terima Kasih

Pengantar

I. Pendahuluan

Sampai saat ini telah lebih dari sebelastahun Yayasan Damandiri membantu masyarakat mengembangkan Keluarga Sejahtera melalui berbagai pendekatan. Sejakdidirikan padatanggal 15Januari 1996, bersama berbagai lembaga, antara lain BKKBN, Yayasan telah menyelenggarakan Gerakan Sadar Menabung yang diikuti sekitar 13,6 juta keluarga pra sejahtera. Para keluarga diberikan tabungan yang disebut Tabungan Keluarga Sejahtera (Takesra), kemudian mengikuti upaya pengentasan kemiskinan dengan dibantu Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra) yang secara keseluruhan menjangkau sekitar 10,3 juta keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I di seluruh Indonesia.

II. Maksud dan Tujuan Pembentukan POSDAYA
1. Maksud
Maksud Pembentukan POSDAYA adalah membangun wadah bagi keluarga di suatu daerah, terutama keluarga yang kondisi sosial ekonominya lemah, untuk diajak bergabung dalam suatu proses pemberdayaan bersama. Dalam POSDAYA,

2. Tujuan

III. Proses Pembentukan POSDAYA
Keberhasilan suatu POSDAYA sangattergantung pada beberapa faktor penting antara lain Komitmen pengurus dan anggota yang tinggi, program yang menarik, bervariasi dan menguntungkan anggotanya, berkelanjutan, serta citra yang tinggi bagi anggota untuk dudukdalam kelompoknya. Oleh karena itu perlu ditempuh proses pengembangan POSDAYA antara lain sebagai berikut:

1. Pembangunan Komitmen untuk membentuk POSDAYA
Untuk membentuk dan mengembangkan POSDAYA perlu dibangun komitmen Pimpinan atau Tokoh Masyarakat, baiktokoh formal maupun non formal, antara lain Lurah atau Kepala Desa serta aparatnya. Komitmen tersebut diperlukan agar dicegah kecurigaan sehingga dapat ditingkatkan perhatian dan fasilitasi
2. Pendataan, Pemetaan, Pengumpulan, Aspirasi
3. Penyelenggaraan Mini Lokakarya di Desa/Kelurahan
4. Penetapan Bentuk dan Kegiatan POSDAYA

A. Pemberdayaan BidangWirausaha bagi Ibu /Wanita
B. Pemberdayaan Bidang Pendidikan
C. Pemberdayaan Bidang KB dan Kesehatan

IV. Strategi Pengembangan
Jika POSDAYA sudah terbentuk perlu dilaksanakan perluasan garapan atau pengembangan POSDAYA melalui berbagai kegiatannya dengan pentahapan dan pengembangan melalui pendekatan tiga dimensi, yaitu perluasan jangkauan, pembinaan serta pelembagaan dan pembudayaan. Tahap-tahap pengembangan perluasan jangkauan, pembinaan dan pembudayaan itu dilakukan sesuai dengan kematangan masyarakat menangani POSDAYA dan kegiatan yang dilaksanakannya sebagai berikut

a. Perluasan Jangkauan
Pada POSDAYA yang pengembangannya diprakarsai oleh masyarakat. Prakarsa pengembangan POSDAYA bisa berasal dari perorangan, misalnya sebuah keluarga mampu yang ingin membantu tetangganya yang kurang mampu untuk berbagi kesejahteraan. Keluarga tersebut menyediakan rumah dan halamannya untuk kegiatan berkumpul dan menjadi ajang kegiatan masyarakat setempat. Agar kegiatan POSDAYA berlangsung mulus, maka keluarga pemrakarsa tersebut memberi bantuan keuangan atau bantuan dalam bentuk lain bagi kelangsungan kegiatan POSDAYA. Perluasan lebih lanjutdari POSDAYA semacam ini sebaiknya dirundingkan dengan pemrakarsa utamanya. Untuk memulai dan mengembangkan POSDAYA perlu diberi tahukan dan mendapat dukungan dari Kepala Desa dan aparatnya. Akan sangat ideal kalau pengembangan itu mendapat restu, sponsor atau ijin dari Kepala Desa dan aparatnya.

b. Pembinaan
c. Pelembagaan dan Pembudayaan

V. Arah dan Jenis Pengembangan POSDAYA
Seperti telah dikemukakan, pembentukan dan pengembangan POSDAYA bisa dilakukan oleh anggota masyarakat sendiri, oleh PKK, oleh Pengurus Masjid, oleh Pengurus Panti Asuhan, atau lembaga lain yang ada di desa. Posdaya bisa juga distimulir oleh LPM PTN/PTS dan siswa-siswa SMA dengan bimbingan guru-gurunya. POSDAYA bisa juga dikembangkan oleh Pemda dan seluruh aparatnya di kecamatan dan desa. Dalam setiap POSDAYA, keluarga yang mampu diharapkan menolong keluarga lain yang belum mampu untuk meningkatkan kemampuan keluarganya.

1. Bina Keluarga Balita (BKB)
2. Bina Keluarga Remaja
3. Bina Keluarga Dewasa
4. Bina Keluarga Lansia
5. Bina Keluarga Cacat
6. Bina Keluaraga Ekonomi
7. Penyegaran, Pengadaan dan Pengembangan Pelayanan

VI. Penutup

Buku Petunjuk ini berisi uraian singkat untuk pembentukan dan pengembangan POSDAYA di lapangan, khususnya apabila kegiatan belum dimulai atau baru dimulai, sehingga uraian dan langkah-langkah dalam Buku Petunjuk ini bisa menjadi pegangan. Apabila contoh atau gambaran kegiatan yang diuraikan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan, maka bentuk dan substansi kegiatan POSDAYAdapatdimodifikasi sesuai keinginan masyarakat. Sebagai salah satu prinsip yang perlu diambil dalam menentukan kegiatan POSDAYA adalah keluarga dan penduduk di tempat itu bersedia berpartisipasi atau mau mengikuti kegiatan POSDAYA secara rutin dan berkelanjutan.




Sumber : http://116.213.48.92/artikel/3055.shtml