Edition 114/XI/2010
 Search    Edition
Redaksi
 
Select Edition     

Dokumentasi Buku-buku

Profil 50 Posdaya Binaan IPB
Upaya yang dilakukan oleh P2SDM LPPM IPB dalam menyusun dua buku Posdaya dengan judul “Mereka Yang Bergelut Dengan Posdaya” dan “Profil 50 Posdaya IPB” patut diberi penghargaan yang layak. Oleh karena itu kami pandang perlu untuk menerbitkan dan menyebarkan buku ini kepada perguruan tinggi, Pemda dan para pelaku pemberdayaan masyarakat lainnya melalui Posdaya. Banyak pengalaman tertuang dalam kedua buku ini, dan banyak hal yang menjadi penyemangat dapat dipetik dari kedua buku ini.

PEDOMAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA
POSDAYA

PENGANTAR
Peningkatan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan merupakan prasyarat utama untuk memperbaiki derajat kesejahteraan rakyat. Tujuan utama pembangunan millenium atau Millenium Development Goals (MDGs) di Indionesia, dengan prioritas pada pengentasan kemiskinan. Keputusan itu merupakan tekad dan kebijaksanaan pemerintah yang perlu didukung semua instansi dan institusi pembangunan. Agar upaya itu berhasil dengan baik perlu diikuti dengan pengembangan gerakan pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan secara intensif.

PEDOMAN PELAKSANAAN KKN
POS PEMBERDAYAAN KELUARGA
(POSDAYA)

KATA PENGANTAR
Diiringi puji syukur kehadirat Allah S.W.T. kami mengucapkan terima kasih atas semua saran sehingga Buku Pedoman Pelaksanaan KKN Tematik Posdaya ini bisa kami sajikan. Buku ini merupakan catalan umum berisi penjelasan tata cara mambangun dan mengembangkan Posdaya melalui KKN. Karena sifatnya umum maka setiap Perguruan Tinggi bisa menyesuaikan program KKN-nya sesuai kebijakan praktek dan pengalaman KKN, misalnya lamanya, jumlah SKS dan cara penilaian.
Buku ini disusun berdasarkan bahan-bahan tertulis yang tarsedia, masukan yang diperoleh dari pengalaman Yayasan Damandiri serta mitra kerja berbagai Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang diundang pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pangembangan SDM dan Posdaya tanggal 16 - 20 Mei 2009 di Jakarta. Pertemuan itu dibuka dan diarahkan oleh Prof. Dr. Fasli Jalal, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dan dihadiri oleh wakil-wakil dari 20 Perguruan Tinggi tarkemuka di Indonesia.

Oleh:
Prof, Dr, Haryono Suyono
Drs, Rohadi Haryanto. Msc

SURABAYA NOVEMBER 2009 SHARING OF LESSON LEARNT ON ENHANCING QUALITY HUMAN RESOURCES IN MEGA CITIES

THE BACKGROUND...
Indonesia is immensely concerned with breaking the poverty chain. Many programs have been launched, maintained and institutionalized. The greater part of those are centered on women and the family. In the early 1990's these programs resulted in the institutionalization of the 1992 Law on Population and Family Development. With that came the intensification of an earlier founded program on the development of the Integrated Health and Family Planning, commonly known as the POSYANDU. On parallel course came also programs on family savings and loan which culminated in family-based small and medium scale entrepreneurship at the grass roots. This became known as the TAKESRA and KUKESRA programs.

OBSERVATION STUDY TOUR ON LESSONS LEARNT ON EMPOWERING THE FAMILY AND COMMUNITY FOR WELFARE ENHANCHEMENT AT THE GRASS ROOT

PEOPLE-CENTERED DEVELOPMENT: A BRIEF REVIEW ..
Indonesia places great emphasis on breaking the poverty chain. Many programs have been launched, maintained and institutionalized. The greater part of those programs are centered on the family, population, women, and youth. In the early 1990's these concerned programs resulted in the institutionalization of the 1992 Law on Population and Family Development. With that went the development of the Integrated Health and Family Planning Post, commonly known as the POSYANDU. Other programs, such as poverty alleviation, education, special programs for youth, employment creation , and the like were initiated with special reference to the needs of the grass roots.

 

BEYOND ICPD : THE NEED FOR A NEW DEVELOPMENT STRATEGY FOR FAMILY EMPOWERMENT

by :
Prof. Dr. Haryono Suyono
Chairman, Damandiri Foundation, Jakarta
Professor at the University of Airlangga, Surabaya,

Keynote Address presented at the International Seminar on Population and Development
Asia Population and Development Association (APDA)
Jakarta, Indonesia, 2 May 2009

 

MEMBANGUN BUDAYA CERDAS DAN KERJA PRODUKTIF MENUJU KELUARGA SEJAHTERA
POKOK-POKOK MASUKAN UNTUK MENCIPTAKAN UU YANG MENDORONG TUMBUHNYA KESETIAKAWANAN SOSIAL UNTUK MEMBANGUN WORKFARE SOCIETY YANG SEJAHTERA

Bulan Juni lalu DNIKS membentuk Pokja RUU Kesos dengan tugas mempersiapkan bahan bagi Ketua Umum DNIKS dalam memberi masukan pada proses pembahasan Rancangan UU Kesejahteraan Sosial yang sedang dilakukan oleh pemerintah bersama DPR RI. Kami sangat mendambakan bangsa ini menghasilkan UU Kesos yang bisa menjadi pedoman sekaligus dorongan komitmen pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang cerdas, kreatif, terampil sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, mempergunakan kesempatan yang terbuka, membangun Workfare Society menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera. Masyarakatnya menganut budaya kesetiakawanan sosial yang melindungi, memberdayakan, memelihara dan meningkatkan partisipasi pembangunan bangsanya dengan penuh kasih sayang sehingga rakyatnya hidup sejahtera secara mandiri.


Oleh:
Ketua Umum DNIKS Prof. Dr. Haryono Suyono
Bahan Diskusi untuk Seminar RUU Kesos,
DPR RI, DPD RI dan Pemerintah RI
Jakarta, 8-9 September 2008
Jalan Tanah Abang Timur No. 15 Jakarta 10110
Tel. (62-21) 3844 718, 3850 631; Fax. 3450 863
email: dniks@rad.net.id
website: www.dniks.org

 

SHARING OF BEST PRACTICES ON ENHANCING QUALITY HUMAN RESOURCES IN MEGA CITIES
Surabaya, November, 10 – 13, 2008

INTRODUCTORY NOTES …

Indonesia is immensely concerned with breaking the poverty chain. Many programs have been launched, maintained and institutionalized. The greater part of those are centered on women and the family. In the early 1990's these programs resulted in the institutionalization of the 1992 Law on Population and Family Development. With that came the intensification of en earlier founded program on the development of the Integrated Health and Family Planning, commonly known as the POSYANDU. On parallel course came also programs on family savings and loan which culminated in family-based small and medium scale entrepreneurship at the grass roots. This became known as the TAKESRA and KUKESRA programs.

In mid-2000s one observes the advent of a new paradigm for empowering all members of the family, and families within their local community. In generic terms this paradigm is labeled as POSDAYA. In essence POSDAYA is a local community forum of families representing the interests of all family members, discussing and agreeing on development and demand fulfillment issues in the community.

With reference to Indonesia’s urban areas, improving the quality of life of urban population is one of the obsessions of many authorities. One would note that it is multi-dimensional, each directed at specific target groups, and as diverse operational objectives.

Damandiri 2008

OBSERVATION-STUDY TOUR ON BEST PRACTICES AND CHALLENGES IN FAMILY AND COMMUNITY DEVELOPMENT:

LESSONS FROM THE FIELD
Introductory note
The present Observation Study Tour was designed to demonstrate a model of success, and therewith invite comments and inputs on the conduct of a real-life Empowerment movement at the grass roots. The OST was conducted with close partnership with the Bogor Agricultural Institute (IPB), particularly with the Center for Research & Development for Human Resources of the IPB.
To that end the village of Pasir Mulya at Bogor was selected as site. With the guidance and facilitation of P2SDM of IPB this village has successfully developed its comprehensive POSDAYA, where all activities of family and community development are present. Moreover, there are no longer poor families in this village.
The OST was officiated in Jakarta, followed by site study visits and observation at three locations, including the one mentioned above, and presentation of PoA by participants.
The following are highlights of the OST.

Damandiri 2008

MICRO-FINANCE:
The New Paradigm for Empowering the Familly and Community
A Quick Glance at DAMANDIRI Foundation’s Scheme in Micro Financing

PREAMBLE
Micro finance in the Indonesian social and economic history has gone through various stages and phases. It has also been founded on various paradigm shifts. Numerous agencies, both government and non-government have made this their domain, oft resulting in duplications and, at times, confusions.

Even before the Indonesian independence in August 17, 1945 the phrase "Peo-ple's Economy" (Ekonomi Kerakyatan) was widely known. In the broadest con-text ''People's Economy" would essentially be based on the spirit of mutual shar-ing of a community's wealth and also their misfortunes.

It was on that base that basis that the a significant proportion of the economy took the populist nuance of "Gotong Royong". Under this societal umbrella co-operatives became the manifestation at the grass-roots, plus the numerous pre-cooperative schemes.

Damandiri 2008

 

GREEN AND CLEAN SURABAYA

Preface

This report is prepared forthe International Training by AUICK sponsored by the Mayor of Kobe and UNFPA, May 28* - June 3rd 2008 in Kobe, Japan under the theme of the environment. The report is presented under the title of "A Green and Clean Surabaya" that details the policies, programs and approaches underpinning success of this essentially community based empowerment project.
The efforts of Surabaya's Mayor and his line officers, in line with the interest of the people in Surabaya, could be a model for other elements of Indonesian government and may also guide other countries in exploring similar initiatives. It is therefore appropriate that it be documented and presented to an international forum. While noting that future applications will need to accommodate local adaptations, any government attempting these initiatives will need to broaden its base in a firm commitment to achievement of the Millennium Development targets.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Dr Rochadi Haryanto, MSc.
May 25 2008
The Damandiri Foundation

COMMUNITY BASED SOCIAL DEVELOPMENT
Indonesian Case

Presented by Prof. Dr. Haryono Suyono
President of the Indonesian National Council on Social Welfare (INCSW)
At The 33rd Global Conference of International Council on Social Welfare (ICSW)
Symposium 3
Individuals, Families, Communities...
What are the targets for social work and social policies ?
Workshop: Empowering Civil Society

OBSERVATION STUDY TOUR (OST) ON BEST-PRACTICES AND CHALLENGES IN FAMILY AND COMMUNITY DEVELOPMENT

OBJECTIVES OF THE OST
The overriding objective of the OST is to exchange empirical experiences on best practices and challenges in family and community development. The specific objectives are:

• Demonstrating the POSDAYA approach as the appropriate paradigm for family and community
development;
• Demonstrating program on practical Human Resources Development activities, particularly in
improving the quality of higher secondary school (SMU) graduates;

Formulating recommendations for possible improvements in family and community and Human Resources Development in general, and possible replications.

Sharing Best Practices in Family and Community Development:
Indonesia Invites
August, 2008
OBSERVATION STUDY TOUR On BEST-PRACTICES IN EMPOWERING THE FAMILY AND COMMUNITY FOR WELFARE ENHANCEMENT AT THE GRASS ROOTS

PEOPLE-CENTERED DEVELOPMENT:
A BRIEF REVIEW …

Indonesia is obsessed with breaking the poverty chain. Many programs have been launched, maintained and institutionalized. The greater part of those programs are centered on women and the family. In the early 1990's these programs became institutionalized into the “1992 Law on Population and Family Development”. Indonesia also saw the development of the Integrated Health and Family Planning, Post, commonly known as the POSYANDU, which among other things is directed for the family, women and children.

The 1990s further saw efforts launched by BKKBN (National Family Planning Coordinating Board) to strengthen family development by introducing women groups to income security and motivating them to save and to draw credits. These became known as TAKESRA (savings for family welfare) and KUKESRA (credits for family welfare); in effect the embryo of pre-cooperative and cooperatives.

LENGSER KEPRABON
PERJALANAN TERAKHIR JENDERAL BESAR (PURN) H.M SOEHARTO

Bismillahirrahmaanirrahim
MANTAN Presiden Soeharto, meskipun telah berkuasa selama lebih tiga puluh tahun, dapat dikatakan berhenti secara tiba-tiba. Berhenti tanpa sempat mempertanggungjawabkan tugasnya, setidaknya dua bulan pada akhir masa jabatannya yang VII. Kita, seolah-olah kehilangan jejak, apa yang telah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia yang kedua itu. Apalagi, begitu " lengser", hanya hujatan yang dapat kita simak terhadap sepak terjang HM Soeharto.
Padahal, sebagai seorang presiden yang telah berkuasa selama lebih tiga puluh tahun, senang atau tidak senang, pasti banyak yang telah dilakukannya terhadap bangsa ini. Baik dan buruknya, niscaya merupakan suatu hal yang sangat berharga bagi generasi muda bangsa ini. Setidaknya, seandainya kita mengetahui hal-hal yang tidak baik, kita dapat mencegahnya untuk tidak terulang kembali.

Oleh:
Sulastomo
Judul : Lengser Keprabon
146 Halaman
ISBN 979-421-853-7

25 TAHUN PENGABDIAN YAMP

YAYASAN Amalbakti Muslim Pancasila didirikan pada tanggal 17 Pebruari 1982. Akte pendirian Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila dibuat di hadapan Notaris-Soelaeman Ardjasasmita, dihadiri pemrakarsa yayasan yaitu HM Soeharto yang disertai H Alamsyah Ratu Prawiranegara, Prof Dr Widjojo Nitisastro dan Soedharmono SH. Mereka bertindak atas nama diri sendiri dan bersama-sama sebagai kuasa lisan dan dengan demikian mewakili sekaligus bertindak atas nama Amir Mahmud dan H. Bustanil Arifin, SH.
Dasar pemikiran Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila adalah bahwa untuk meningkatkan usaha pencapaian tujuan pembangunan Nasional, dalam masyarakat Pancasila yang memperhatikan kemajuan agama, maka perlu diadakan usaha-usaha nyata untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin umat Islam, dengan jalan pengerahan daya dan dana umat Islam yang berwujud sedekah/amal jariyah secara sukarela, sesuai serta tidak bertentangan ajaran agama dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Oleh :
Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP)
Mei 2007
Judul: Pengabdian 25 Tahun YAMP
236 Halaman
ISBN 978-979-98269-1-6

PAK HARTO HABIS MANIS SEPAH DIBUANG
PERCIK PENGKHIANATAN DAN HUJATAN

Untuk memenuhi keinginan mahasiswa, Pak Harto legowo mengundurkan diri secara konstitusional pada tanggal 21 Mei 1998. Dengan harapan, refomasi akan menjadikan bangsa ini lebih baik lagi di masa depan. Namun, harapan itu ternyata berbuntut panjang. Setelah tuntutan mundur dipenuhi, tetap saja Pak Harto "diburu", dihujat dan dituduh korupsi. Memang hari-hari yang melelahkan bagi Pak Harto. Sejak lengser hingga kini, kasusnya dibuka, ditutup dan dibuka kembali. Begitu seterusnya. Sementara, dengan usianya yang telah sepuh, uzur, dan sakit-sakitan, Pak Harto pun bolak-balik keluar masuk rumah sakit. Ada komplikasi penyakit di tubuhnya.
Buku yang ditulis oleh Dewi Ambar Sari dan Lazuardi Adi Sage ini, bukanlah bermaksud menguak kembali luka lama. Namun ada banyak fakta menunjukkan, terjadinya "pengkhianatan", hujatan, tuduhan yang terus menerus kepada Pak Harto. Kita semua seolah telah melupakan, bahwa Pak Harto pernah menjadi seorang pemimpin yang membesarkan bangsa ini, dan begitu banyak jasa dan pengabdiannya.

Oleh : Dewi Ambar Sari
Lazuardi Adi Sage
Jakarta Citra 2007
220 Halaman
ISBN: 978-979-8977-17-6

 

HIGHLIGHT
OBSERVATION STUDY TOUR
On Emerging Paradigm for Empowering the Family and Community for Welfare Enhancement at the Grass Roots, Jakarta and Yogyakarta, 28-31 Jan 2008

The DAMANDIRI Foundation, hereon forth referred to as the Foundation, has had the privilege to host the OST (Observation Study Tour) on "Emerging Paradigm for Empowering the Fainily and Community for Welfare enhancement at f/ie Crass Roots". True to its vision of Family Prosperity, and the mission of Empowering the Grass Roots Families and Community for their Welfare Enhancement, the Foundation has endeavored hard to materialize the POSDAYA paradigm in the community. Various location-specific POSDAYA have been in operation since the inception in 2006-2007.

PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN KREDIT YANG DISALURKAN YAYASAN DAMANDIRI (BUKU-II)

Usaha mengatasi kemiskinan sampai saat ini masih merupakan prioritas program, salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber daya keluarga melalui peningkatan usaha kecil dan menengah. Diupayakan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha melalui pembinaan usaha dan penyaluran kredit modal kerja. Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) adalah salah satu lembaga yang peduli akan hal tersebut di atas. Kredit PUNDI dan SUDARA merupakan salah satu program untuk bantuan modal pada usaha kecil dan menengah yang telah berjalan lebih dari 5 tahun.
Penelitian yang dilakukan untuk melihat sampai sejauh mana efek dari pemberian kredit tersebut ternyata hasilnya menunjukkan pemberian kredit tersebut membawa dampak positif peningkatan kesejahteraan penerima kredit (nasabah). Disamping itu penelitian juga dilakukan guna melihat bagaimana respons nasabah terhadap kelompok variabel keberhasilan usaha, prosedur perolehan kredit, empati/kinerja bank, jaminan dan kompensasi, kemudahan/sarana. Dikaji juga bagaimana gap/kesenjangan antara kenyataan dan harapan nasabah serta faktor-faktor yang mempengaruhi untuk berbagai bank/penyalur.

Oleh:
Prof DR Haryono Suyono
Sugito Suwito MA
Sri Budianti Sukmadi,MS
Sukmadi, MS

 

BERIBU ALASAN RAKYAT MENCINTAI PAK HARTO

Pak Harto adalah sebuah legenda. Sebuah fenomena. Sebuah potret perjalanan sejarah bangsa ini. Sejarah ketokohan, sekaligus kepemimpinan yang mampu memberikan pelajaran berharga pada kita semua. Sejarah bangsa, komplet dengan warna hitam putihnya. Bahwa, selain kelemahan dan kekurangan yang telah banyak ditulis orang terdapat pula sisi kekuatan dan kelebihan yang perlu juga ditulis dan dikemukakan.
Dan ini berlaku juga dalam menyikapi Pak Harto. Sosok yang fenomenal lantaran ia punya arti penting bagi perjalanan sejarah kepemimpinan bangsa ini. Suka atau tidak, banyak jasa dan pengabdian yang telah dia berikan. Banyak hasil yang telah dicapai. Bahkan, secara faktual tak bisa diingkari bahwa orang-orang yang kini tengah memimpin dan menonjol di negeri ini adalah orang-orang Orde Baru. Orang-orang yang pernah bergerak dalam sistem dan tatanan sebuah Orde di bawah kepemimpinan Pak Harto. Masa dimana pembangunan terus menerus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Jika dianalogkan sebuah rumah: Ibarat Bung Karno yang membuat fondasi, Pak Hartolah yang membangun. Jika rumah sudah utuh, maka pemimpin berikut, seyogyanya mengatur isi rumah. Mengatur tata letak, dekor, dan perabotan sehingga rumah terasa nyaman dan tentram. Lalu, pemimpin berikutnya lagi: mengatur dan membangun harmoni orang-orang yang berada di dalam rumah agar tercipta saling rasa memiliki, saling bersaudara, saling bahu membahu, kesatuan dan persatuan, dan saling bertanggung jawab untuk tujuan yang sama. Membangun kebanggaan atas rumah yang kita miliki bersama, yang wajib kita rawat dan jaga bersama.

Oleh:
Dewi Ambar Sari, Lazuardi Adi Sage
362 Halaman
ISBN: 9798977-16-5
Penerbit : Jakarta Citra, 2006

CATATAN TENTANG “SILVER COLLEGE”
…. belajar kembali untuk mengabdi dan membina masyarakat dan keluarga …
NOTES ON THE IMPLEMENTATION OF THE "SILVER COLLEGE"
... continue education to serve and foster the family and community ...

PREAMBLE
LATAR BELAKANG
At the moment the Indonesian population is estimated at 220 million, with an annual growth of 1.6 percent. It is also estimated that 16.4 million of that total are those of 65 years and over, roughly 5 percent of the total population. This segment of the population has grown 6 to 7 times compared to the total in the 1970's.
Dewasa ini penduduk Indonesia diperkirakan telah mencapai 220 juta, dan bertambah dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1.6 persen per tahun. Diperkirakan pula bahwa dari jumlah itu 16.4 juta adalah mereka dari kelompok usia diatas 65 tahun, atau kurang-lebih 5 persen dari jumlah seluruh penduduk. Kelompok usia ini telah meningkat sebesar 6 sampai 7 kali dibandingkan dengan pada tahun 1970-an.

FAMILY EMPOWERMENT POST
P O S D A Y A
Local Community Institution For Poverty Alleviation Through The Strengthening Of The Functions Of Families And The Attainment Of Mdgs Objectives

I. PREAMBLE

In November 2006, at the closing address of the National Conference of Human De-velopment, President Susilo Bambang Yud-hoyono among others stated that the condi-tions and growth of the Indonesian popu-lation is causing trepidations. The popula-tion is characterized by its low education and its high ratio of poverty. The popula-tion growth is estimated at 1.3 percent or more. Therefore, the President called upon all concerned to take expeditious tangible actions to develop the population and to revitalize the family planning program as was once known.

INDONESIA INVITES
BIG ENLIGHTENMENT
Batch 2; OBSERVATION STUDY TOUR
THE EMERGING PARADIGM FOR EMPOWERING THE FAMILY AND COMMUNITY AT THE GRASS ROOTS

WHAT INDONESIA SHARES:
THE POSDAYA PARADIGM
POSDAYA is a forum held at all villages and sub-villages throughout most parts of
the country. It is an advanced form from its predecesor, the POSYANDU. Where as
the POSYANDU is focused on enhancing health and welfare of mothers and children,
i.e. family planning, which include public education on health practice and nutrition.
POSDAYA carries that further to empower all family members and segments of the population and families towards welfare enhancement.

INFORMATION NOTES
OBSERVATION STUDY - TOUR (OST) ON MOSQUE - BASED COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE POSDAYA MODEL

INTRODUCTORY NOTES PARTICIPANTS TO THE OST
Jointly organized by DAMANDIRl Foundation and BKKBN, the organizers are honored to host national and international participants to the "OST on Mosque-based family and community Empowerment through the POSDAYA Model",
As mentioned in the brochure inlroducing the OST, partidpants are to comprise policy decision makers from all tiers of governance who are concerned with grass roots community development through the application of the POSDAYA model, One may wish to note that POSDAYA is a local forum for empowering all members of the family a most powerful medium for community development.

OBSERVATION STUDY - TOUR (OST) ON MOSQUE - BASED COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE POSDAYA MODEL

BACKGROUND

Social Development has become an obsession of Papolicy decision-makers at all levels of governance. The goal of most social development programs is to narrow the gap between the more affluent in the society and the lesser privileged. This, can be in the format of enhancing more opportunities for all, and thereby rapidly eradicating poverty in a comprehensive approach and sustained manner.

INDONESIA RESPONDS to UNFPA'S DRAFT STRATEGIC PLAN 2008-2011

PREAMBLE

On June 11-13, 2007 UN Headquarters in New York will host a conference of all UN member states to deliberate on the Strategic Plan on Population, which will be the platform for UNFPA's program of action for 2008-2011. In preparation to that paramount meeting member states who will be present were invited to comment on the Draft document of Strategic Plan for 2008-2011. That document was prepared by an expert team of UNFPA.

PROTOCOL ON FAMILY ENUMERATION, MAPPING, AND RECORDING IN ESTABSLIHING, MANAGING, AND DEVELOPING POSDAYA

I. BACKGROUND

In the 11th annual celebration of Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) in mid January 2007, there was a great launch of a new program on family empowerment through a family gathering forum called “Family Empowerment Post” or Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA). Empowering families is considered as a systematic effort to positioning the society as the central theme for national development.

 

Institutional Profile: DAMANDIRI Foundation

DANA SEJAHTERA MANDIRI Foundation was established on January 15, 1996 by the Board of founders comprising of the former President Soeharto, in his personal capacity, Mr Sudwikatmono, Mr Liem Soe Liong and Professor Dr Haryono Suyono.
The vision of DAMANDIRI is to develop human resources through the eradication of poverty in Indonesia, empowering the community, families and individuals towards sustained self reliance.

REPORT OBSERVATION-STUDY TOUR ON MOSQUE-BASED COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE POSDAYA MODEL

July 15-20, 2007
at
Jakarta and Jogyakarta

Foreword
In its relatively short span of its operations, the DAMANDIRI Foundations has implemented various groundbreaking activities. Since it's founding in 1996 DAMANDIRI has consistentty endeavored in breaking the poverty chain by empowering the family and the community.
Recentty DAMANDIRI has initiated a new paradigm of family empowerment called the POSDAYA. This model evolved rapidty and is currently applied to various community and religious centers, one of which is the mosque-based POSDAYA.

WORLD PEACE GONG Facilitating Brotherhood and Humankind Unification in Planet Earth

BUILDING SOLIDARITY ANDWORLD PEACE
The placement of the Gong for World Peace at various places around the world is an effort deserving our high enthusiasm. Furthermore the Gong for World Peace is the fruit of Indonesian youth who are concerned with prevailing irresponsible attitudes and behavior disregarding human values which we have
held high. The symbolic thought and idea manifesting those concerns as the World Peace Gong is inspired by the devastating bomb in the midst of tranquility. The explosion of the bomb has as if it has shaken moral foundations which we never thought possible in the past.

INDONESIA INVITES OBSERVATION STUDY TOUR: THE EMERGING PARADIGM FOR EMPOWERING THE FAMILY AND COMMUNITY AT THE GRASS ROOTS

BREAKING THE POVERTY CHAIN

Social Development has become an obsession of all policy decision-makers at all levels of governance. The goal of most social development programs is to narrow the gap between the more affluent in the society and the lesser privileged. This, can be in the format of enhancing more opportunities for all, and thereby rapidly eradicating poverty in a comprehensive approach and sustained manner.

A REFRESHED PARADIGM FOR FAMILY EMPOWERMENT AND DEVELOPMENT: MDGs AND THE EIGHT FUNCTIONS OF INDONESIAN FAMILY AND THE POSDAYA MODEL

With the ratification of the MDGs by the Indonesian parliament and with the presidential address of November 2006, the overriding principle of the Indone-sian development is that it is people-centered, i.e. that development should be for the people and done by the people. It is in that vein that the people need to be empowered and to be given all opportunities to participate fully in the process of development.

EMPOWERING THE INDONESIAN HUMAN RESOURCES LESSONS FROM EXPERIENCE

National development has enabled people to enjoy their independence by giving them freedom and empowering them to pursue their ideals and dreams. In the Indonesian population-development scenario among the various indicators, health status ol the people has improved considerably, such that expectancy of life at birth has also increased to 65-70 years. The significant reductions in total fertility rates has, in turn decreased the population growth from 2 percent per year to around 1.2 - 1.3 per year. Both The low micro population growth in farnilies or macro in the national, province and district spheres, has crealed opportunities for families and at the aggregate levels, the region, to plan, execute and enjoy The results of development which were formerly used up by the excessive populalion growth and the capacity and speed of national development.

 

POSDAYA Wadah Partisipasi Masyarakat dalam Mengentaskan Kemiskinan Melalui Pemantapan Fungsi Keluarga Dan Pencapaian Target MDGs

Pendahuluan
Pada akhir Nopember 2006, ketika menutup Konperensi Nasional Pembangunan Manusia, Presiden Rl, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan bahwa kondisi dan pertumbuhan penduduk Indonesia sangat memprihatinkan. Penduduk Indonesia mempunyai pendidikan rendah dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Pertumbuhan penduduk diperkirakan sudah meningkat kembali menjadi sekitar 1,3 persen atau lebih. Oleh karena itu Presiden menyerukan agar semua pihak segera mengambil langkah-langkah konkrit membangun penduduk dan merevitalisai program KB seperti masa lalu.

PETUNJUK PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

Yayasan Damandiri yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam pengembangan SDM melalui pemberdayaan keluarga, dengan prioritas pengentasan kemiskinan, menganjurkan pembentukan pos pemberdayaan keluarga sebagai pusat pengembangan swadaya masyarakat di pedesaan dan pedukuhan. Pos yang disebutsebagai Posdaya, adalah forum kebersamaan yang anggotanya melakukan aktivitas nyata dalam gerakan pembangunan di lingkungan pemukiman yang paling bawah, yaitu di tingkat RT, RW, dukuh atau dusun. Dalam pertemuan di Posdaya, keluarga-keluarga sebagai anggota diarahkan untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan bersama-sama melakukan kegiatan pemberdayaan keluarga, terutama untuk memperluas cakupan dan mutu pendidikan, memperbaiki akses pelayanan kesehatan dan pengembangan wirausaha.

Tim Penyusun
Prof. Dr. Haryono Suyono, MA, PhD.
Dr. Rohadi Hariyanto, MSc.
Yayasan Damandiri
Oktober 2007

PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN KREDIT YANG DISALURKAN YAYASAN DAMANDIRI

Survei Regional Usaha Kecil dan Menengah di Jawa Tengah tahun 2006 merupakan kelanjutan dari Survei Regional Usaha Kecil dan Menengah tahun 2005. Sasaran penelitian sama yaitu nasabah perorangan yang terpilih tahun 2005. Berbeda dengan survei tahun 2005, survei tahun 2006 menitikberatkan pada variabel-variabel yang berkaitan dengan MDGs. Diharapkan hasil survei ini dapat memberikan gambaran sampai sejauh mana posisi dan kecenderungan/prospek nasabah PUNDI/SUDARAdalam perkembangan pencapaian sasaran dari MDGs selama ini.
Variabel-variabel dari survei ini tidak seluruhnya persis dengan variabel yang dapat digunakan untuk mendukung indikator-indikator MDGs tetapi paling tidak dapat memberikan gambaran posisi nasabah PUNDI/SUDARA dalam pencapaian target MDGs tersebut. Variabel yang dikumpulkan antara lain: a) keadaan usaha nasabah, b) kesejahteraan nasabah, c) pendidikan dan partisipasi sekolah anggota rumahtangga nasabah, d) kesetaraan gender yang menyangkut pendidikan, melek huruf, TPAK, dan sebagainya, e) anak nasabah yang meninggal dunia, f) pengetahuan nasabah tentang kesehatan, g) fasilitas kesehatan nasabah dan lingkungan.

Oleh:
Prof DR Haryono Suyono
Sugito Suwito MA
Sri Budianti Sukmadi,MS
Sukmadi, MS

BUKU PANDUAN ACARA KONFERENSI NASIONAL KESEJAHTERAAN SOSIAL KE-4 MAKASSAR, 21 - 23 AGUSTUS 2007, TEMA " MEMPERKUAT MODAL SOSIAL BANGSA UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN YANG BERKEADILAN"

Assalammu'alaikum wr.wb.
Buku Panduan Acara konferensi ini disusun sebagai bahan untuk mengetahui acara dan memperdalam pemahaman terhadap materi, permasalahan sosial, kesejahteraan sosial, dan pembangunan sosial yang dibahas dalarn konferensi. Selain itu, melalui penyajian acara konferensi rapat diikuti dengan seksama pilihan kegiatan yang dikehendaki.
Tema Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial Keempat adalah: "Memperkuat Modal Sosial Bangsa untuk Mewujudkan Kesejahteraan
yang Berkeadilan".
Partisipasi dan dukungan Anda akan sangat bermanfaat bagi Keberhasilan Konferensi, karena itu kami mengharapkan peran aktif Anda dalam Konferensi.

POSDAYA ALIANSI BANGUN ANAK BANGSA


Pembangunan manusia akan sangat efektif apabila dapat dilakukan dalam lembaga keluarga. Keluarga adalah lembaga utama, yang terdekat dan paling akrab dengan setiap anggotanya, juga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat. Keluarga yang bermutu dan kuat akan menjadi wahana pembangunan bangsa yang sangat efektif.
Karena itu diperlukan dukungan pemberdayaan, pelayanan paripurna dan dinamik agar setiap keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi utamanya dengan baik untuk membangun seluruh anggotanya. Apabila seluruh keluarga dapat membangun anak-anaknya dengan baik, maka seluruh anak bangsa akan dapat dikembangkan menjadi sumber daya manusia yang beriman, bermutu, handal dan sanggup membangun negara dan bangsanya dengan baik.
Karena sifat pemberdayaan keluarga harus paripurna, maka penyegaran Posyandu dengan pengertian sebagai lembaga pelayanan terpadu KB dan Kesehatan dianggap tidak cukup. Perlu dikembangkan lembaga pemberdayaan dalam masyarakat, oleh masyarakat dan menjadi milik atau kebanggaan masyarakat. Lembaga ini harus bisa menampung berbagai masukan untuk mengembangkan keluarga agar mampu melaksanakan delapan fungsi utamanya. Lembaga ini adalah Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya. Posdaya merupakan wahana pemberdayaan 8 fungsi keluarga secara terpadu, utamanya fungsi agama atau ketuhanan yang maha esa, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi dan kesehatan, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi atau wirausaha dan fungsi lingkungan.

Judul Buku: POSDAYA ALIANSI BANGUN ANAK BANGSA (583 Halaman)
Oleh : Prof Dr Haryono Suyono
Penerbit Yayasan Damandiri
Damandiri 2007

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS

Pada awal bulan Nopember 2002, Gubernur Jawa Tirnur, Imam Utomo, didampingi pimpinan Bank BPD Jatiin dan Jajaran Yayasan Damandiri, serta para pimpinan Universitas Muhammadiyah dan Universitas Brawijaya di Malang, meresmikan suatu gerakan pembangunan yang tergolong unik. Duaratus mahasiswa semester ke tiga sampai ke tujuh dari Universitas Brawijaya, dan seratus mahasiswa semester yang sama dari Universitas Muhammadiyah, memperoleh bantuan pembayaran SPP dari Yayasan Damandiri. Dcngan bantuan itu mereka diminta untuk berbaur dan membangun bersama masyarakat sekitarnya.


Judul Buku : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS (53 hal)
Penyusun : Dede, Dwidjo
Penerbit : Yayasan Damandiri
Damandiri 2002

MENYEMAI HARAPAN MENUJU SEJAHTERA


Dari masa yang tidak terlalu panjang, tidak sedikit kesimpulan tentang kegiatan yayasan ini yang bisa ditorehkan. Dari apa yang diuraikan dalam buku ini ada esensi yang paling penting untuk dicatat tentang kepedulian yayasan ini menanggulangi kemiskinan. Ihwal eksistensi Yayasan Damandiri sebagai sebuah lembaga non-pemerintah tanpa gembar gembor, aktif menyelenggarakan program-program pemberdayaan masyarakat miskin. Disini, ada sebuah keunikan yang melekat pada yayasan ini. Tatkala didirikan pada awal tahun 1996, organisasi ini secara resmi bersifat swasta nirlaba, namun juga tak bisa dipungkiri, bahwa ketika itu ia mempunyai kelekatan yang kuat dengan atau bahkan terkesan sebagai “bagian” dari pemerintah.

Judul Buku: Menyemai Harapan Menuju Sejahtera (146 Halaman)
Penyusun: LP3ES Jakarta
Penerbit : Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
Damandiri 2006

PETUNJUK PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN BELAJAR MANDIRI

Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) yang mempunyai tujuan untuk memberdayakan Keluarga Pra-Sejahtera dan Sejahtera I atau keluarga yang kurang mampu, sejak tahun 2002 membuka peluang untuk memberikan Bantuan Belajar Mandiri (BBM) bagi siswa SMU/SMK/MA terutama siswa perempuan dari anak keluarga kurang mampu yang pandai.
Dengan telah ditanda-tanganinya kesepakatan kerja-sama antara Yayasan Damandiri dengan beberapa Bank/BPD/BPR sebagai mitra kerja Yayasan tentang pelaksanaan program Bantuan Belajar Mandiri (BBM) maks untuk meningkatkan realisasi program BBM tersebut, dianggap perlu untuk menyusun petunjuk pelaksanaan tentang pelaksanaan program BBM tersebut. Jadi sebagai dasar dari pelaksanaan program BBM ini adalah kesepakatan kerja-sama (MOU) antara Yayasan Dumandiri dengan BANK/ BPD/BPR sebagui mitra kerja Yayasan yang telah ditanda-tangani. Atas dasar kesepakatan tersebut sangat diharapkan adanya kerja-sama yang baik antara petugas Yayasan dengan petugas BANK/BPD/BPR baik tingkat Pusat maupun cabang yang diberikan wewenang untuk menangani program BBM tersebut.

Judul Buku :
Petunjuk Pelaksanaan Program
Bantuan Belajar Mandiri (23 halaman)
Diterbitkan Oleh: Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
Damandiri Maret 2003

PEMBINAAN USAHA KELUARGA MANDIRI (PUNDI)

Dalam upaya mengatasi krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis multidimensi yang berkepanjangan, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri atau Damandiri bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Bukopin, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Lembaga Keuangan Mikro lainnya, mengembangkan sistem untuk mendukung para keluarga pra sejahtera, keluarga sejahtera I, atau keluarga kurang mampu, atau keluarga miskin yang sudah mempunyai usaha ekonomi produktip untuk membina, mengembangkan atau memperluas usahanya, serta mencegah keterpurukan kembali bagi keluarga yang sudah bangkit. Untuk itu bimbingan kepada mereka perlu dilanjutkan agar bisa menjadi pengusaha kecil, menengah, menjadi anggota koperasi yang potensial, atau bahkan menjadi pengusaha besar yang mandiri.

Judul Buku : Panduan Pelaksanaan Program
Pembinaan Usaha Keluarga Mandiri (23 Halaman)
Diterbitkan Oleh : Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI)
Bekerja sama : BPR Nusamba, BPR Artha Huda Abadi, BPD, Bank BUKOPIN
Damandiri 2000

POKOK-POKOK PIDATO TENTANG MEMBANGUN PEMIMPIN MASA DEPAN YANG PEDULI TERHADAP KEMANUSIAAN

Kami seluruh pengurus Yayasan Damandiri dan Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM) mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Yayasan, Bapak Rektor dan seluruh civitas akademika atas kesempatan yang diberikan pada saat ini. Kehormatan ini akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk mengajak Universitas Islam Majapahit khususnya, dan perguruan tinggi pada umumnya, mengembangkan peran baru dalam abad ke 21 menciptakan kader-kader pemimpin baru, tetap dengan bertandaskan Pancasila, dalam suasana Indonesia yang berubah, transisi demokratis yang menarik, penuh dengan tantangan. Perubahan ini memerlukan pemimpin yang sanggup mengelola perubahan dengan tugas pokok membantu pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengembangan manusia profesional, bermutu, mandiri, demokratis dan berbudaya.

Judul Buku :
POKOK-POKOK PIDATO
TENTANG MEMBANGUN PEMIMPIN MASA DEPAN
YANG PEDULI TERHADAP KEMANUSIAAN (25 Halaman)
Dsampaikan Oleh: Prof DR Haryono Suyono
Pada Upacara Wisuda 2004 dan Lustrum I
Universitas Islam Majapahit (UNIMA)
Mojokerto 9 Oktober 2004

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS (PMSK)


Bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Damandiri merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Disamping itu, bantuan ini juga diarahkan untuk mendorong dan memberi kesempatan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mampu mengembanbangkan kepemimpinan dan kreatifitas sebagai calon pemimpin bangsa, khususnya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Sebagai calon pimpinan yang dilahirkan dan dibesarkan dari lingkungan keluarga kurang mampu mereka diberi kesempatan untuk mempunyai komitmen untuk secara dini ikut serta dalam berbagai kegiatan,fembangunan yang ada hubungannya dengan pengembangan sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu dan pengentasan kemiskinan.


Judul Buku: PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS (PMSK 25 Hal)
Buku Petunjuk Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat
Sekitar Kampus (PMSK)
Oleh Mahasiswa Penerima
Bantuan Biaya Pendidikan (BBP)
Yayasan Damandiri
Maret 2003

PROGRAM PENGEMBANGAN REMAJA MANDIRI MELALUI SEKOLAH UNGGUL


Pemberdayaan remaja, khususnya usia SMA, pada pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), umumnya difokuskan pada upaya mempersiapkan remaja untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun kenyataannya, remaja lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, kurang dari 50 persen. Sisanya sekitar 50 persen lag! tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Ketidak mampuan itu karena dua alasan pokok. Pertama, karena nilai akademis yang rendah sehingga tidak mampu bersaing memenuhi syaratyang ditentukan perguruan tinggi yang bersangkutan. Kedua, orang tua kurang mampu, sehingga andaikan memenuhi persyaratan akademis, terpaksa secara ekonomis tidak mampu melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Judul Buku PROGRAM PENGEMBANGAN REMAJA MANDIRI MELALUI SEKOLAH UNGGUL (16 Halaman)
Kerjasana :
Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM)
Universitas Airlangga
Yayasan Damandiri
Januari 2005

REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI


Akhir-akhir ini Presiden RI, Bapak Susilo BambangYudhoyono, berulang kali menyerukan agar segera dilakukan Revitalisasi dan Pengembangan kembali Posyandu. Latar belakang seruan itu antara lain karena adanya berbagai peristiwa yang sangat memilukan di daerah pedesaan yang antara lain karena menipisnya kesiapsiagaan masyarakat untuk menangani masalah-masalah sosial yang timbul tersebut secara tuntas.
Dewan Nasional Indonesia untukKesejahteraan Sosial (DNIKS) dengan anggota-anggota yang bernaung didalamnya, BK3S dan K3S diPropinsi, Kabupaten dan Kota, serta anggota-anggota lembaga dan organisasi di berbagai wilayah, sertaYayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan mitra kerjanya di seluruh Indonesia, menyambut seruan itu dengan sungguh-sungguh.

Judul Buku : Revitalisasi dan pengembangan Posyandu Mandiri (42 Halaman)
Penerbit : Yayasan Damandiri
April 2006

BUKU PEDOMAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

Pada akhir bulan Nopember 2006, saat menutup Kongres Pembangunan Manusia Indonesia 2006, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menyerukan agar semua pihak bekerja sama menyingsingkan lengan baju ikut membangun manusia Indonesia yang jumlahnya melimpah. Sekaligus, melihat perkembangan penduduk yang makin tinggi, Presiden berpesan agar program KB digalakkan lagi. Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan, utamanya pembangunan manusia dan keluarga, tidak saja menjadi tanggung jawab dan monopou pemerintah, tetapi memerlukan kerja sama dan partisipasi masyarakat luas.

Judul Buku: Pedoman Pembentukan dan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) 56 Halaman
Disusun Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono MA, PHD
Dr Rohadi Hariyanto MSC
Yayasan Damandiri
Januari 2007

10 TAHUN MENGABDI TANPA HENTI

YAYASAN Dana Sejahtera Mandiri disingkat Yayasan Damandiri tanggal 15 Januari 2006, genap berusia satu dasawarsa. Bagaimana hasil yang dicapai Yayasan Damandiri selama satu dasawarsa dalam pelaksanaan berbagai kegialan dan apa saja yang dilakukan bersama mitra kerja ini ?
Yayasan Damandiri didirikan sebagai perwujudan dari rasa kesadaran dan tanggung jawab para pendirinya terhadap amanat Undang-undang Dasar 1945, bahwa: setiap orang berhak atas kehidupan yang layak, bahwasanya kesejahteraan sejati bagi kehidupan keluarga Indonesia merupakan cita-cita rakyat yang harus diperjuangkan bersama oleh Pemerintah dan segenap masyarakat Indonesia, bahwasanya keluarga sebagai kesatuan inti dalam masyarakat mempunyai peran yang menentukan dalam pembangunan nasional sehingga perlu dikembangkan agar senantiasa menjadi keluarga sejahtera yang bercirikan kemandirian dan kelahanan serta berperan sebagai sumberdaya manusia yang cerdas, trampil. ulet, tekun. tangguh dan berdaya guna bagi pembangunan di Indonesia.

Judul Buku :10 Tahun Mengabdi Tanpa Henti (368 Halaman)
Penyusun : Tim Gemari
Penerbit : Yayasan Damandiri
No ISBN : 979-3462-10-8
Cetakan I : Desember 2005

MENCINTAI PRODUKSI DALAM NEGERI

Kita mempunyai penduduk tidak kurang dari 215 juta jiwa, jumlah ini merupakan pasar domestic yang sangat besar, yang bias menjadi basis kekuatan industri, terutama industri makanan dnegan basis produksi pertanian itu. Namun demikian, tidak ada pilihan lain kecuali harus ada kemampuan untuk meningkatkan daya saing yang diikuti dengan gerakan cinta produksi dalam negeri. Gerakan itu tentunya harus merupakan gerakan politik dengan keteladanan yang utama dari para pemimpin, elit politik dan lapisan masyarakat yang umumnya menjadi panutan masarakat luas.
Gerakan ini harus pula didukung oleh lembaga birokrasi yang memihak dan memberikan dukungan administrasi yang mudah dan cekatan sehingga para industrialis kecil dan mikro, utamanya koperasi di pedesaan, lidak mendapat hambatan dan beban ongkos yang tidak perlu. Bahkan harus ada kepemimpinan visioner yang berorientasi pengusaha kecil dan petani pedesaan, yang tidak saja memberikan kemudahan, tetapi lebih penting dari itu memberikan dukungan pemberdayaan, masukan tehnis dan kalau perlu pendampingan sumber daya manusia bermutu untuk menggenjot peningkatan mutu produk dan daya saing yang memadai.

Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku dua : Mencintai Produksi Dalam Negeri (383 Halaman)
No ISBN : 979-3462-06-X
Penerbit: Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN KELUARGA KURANG MAMPU


Sumber Badan Pusat Statistik menyebutkan, rata-rata penduduk perkotaan sudah melompat mendekali angka 45 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Angka ini kemungkinan akan mendekati 50 persen atau lebih, seiring munculnya ibukota kabu-paten baru dan bertambahnya kola atau kotamadya baru. Dengan kala lain, prosentase penduduk desa akan berkurang. Persoalannya, mampukah rakyat kecil di pedesaan maupun "kota-kota baru" mengimbangi situasi laju perkembangan modern dan menciptakan kemandirian diberbagai aspek kehidupan?
Dalam buku berjudul "Mewujudkan Kemandirian Keluarga Kurang Mampu" ini, penulis mencoba mengangkat kehidupan rakyat kecil, khususnya di desa-desa agar mampu membangun kembali desanya tanpa memiliki ketergantungan pada siapapun. Dengan semangat kemandirian dan gotong royong masyarakat, beban yang berat pun akan menjadi ringan.


Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri: Mewujudkan Kemandirian Keluarga Kurang Mampu (210 Halaman)
No ISBN : 979-3462-05-1
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

LANGKAH TEPAT SELAMATKAN NYAWA


Meski saat ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 203,5 juta jiwa yang menunjukkan bahwa program-program yang disiapkan untuk membantu keluarga Indonesia merencanakan fertilitasnya dan mengerem pertumbuhan penduduk, terutama mereka yang masih dalam kategori usia subur dengan memberikan pengetahuan kepada mereka akan pentingnya kesehatan reproduksi, diharapkan mampu menekan angka kematian ibu, serta pengaruh buruk narkoba bagi perkembangan HIV/AIDS di Indonesia.
Sejak endemik HIV beberapa tahun lalu, secara kumulatif tidak kurang tidak kurang dari 20 juta orang telah meninggal dunia karena AIDS. Seperti halnya peperangan yang masih menjadi tontonan terbuka, pada waktu itu penyebaran virus itu masih tetap berlanjut dengan mengkhawatirkan. Karena peristiwa itu, jutaan anak-anak dari berbagai penjuru dunia telah menjadi yatim piatu yang terlantar. Bahkan tidak sedikit dari anak-anak itu yang meninggal dunia.


Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (270 Halaman)
No ISBN: 979-3462-04-3
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

EKONOMI KELUARGA PILAR UTAMA KELUARGA SEJAHTERA


Perempuan diciptakan sebagai mahluk agung yang paling kuat dalam segala hal. Meski dalam setiap perjalanan waktu selama ini seringkali perempuan dipinggirkan hanya karena dinilai tidak memiliki daya juang memadai dibanding kaum pria. Maka dalam berbagai sektor dan bidang kaum perempuan niscaya selalu dinomorduakan.
Namun perjalanan waktu pula yang mengubah penilaian kurang menguntungkan bagi kaum perempuan tersebut, maka ketika ruang dan kesempatan dibuka, kaum perempuan sanggup menunjukkan jati diri sesungguhnya. Jika diberi kesempatan kaum perempuan sanggup membuktikannya kualitas dan potensi dirinya.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (276 Halaman)
No ISBN: 979-3462-035
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

PENDIDIKAN PEREMPUAN ASET BANGSA


Bagi Bangsa yang sedang berkembang seperti Indonesia, memberdayakan perempuan melalui pendidikan adalah investasi asset bangsa. Ia sekaligus merupakan ‘sakaguru” Memotong Rantai kemiskinan untuk Mengantar Keluarga Miskin Naik Kelas.
Ada banyak alasan kenapa begitu pentingnya pemberdayaan perempuan dalam Negara yang sedang berkembang adalah identik dengan keberhasilan usaha membangun bangsa. Kalau ada rekapitulasi dalam bidang perbankan, mestinya ada rekapitulasi dalam upaya pemberdayaan manusia yaitu dengan melipatgandakan program dan ilmu untuk pemberdayaan perempuan.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri: Memotong rantai Kemiskinan (254 Halaman)
No ISBN : 979-3462-02-7
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

VISI KEPENDUDUKAN BERWAWAWASAN KEMANUSIAAN

Setiap tanggal 29 Juni Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Bulan berikutnya, setiap tanggal 11 Juli Indonesia juga ikut memperingati Hari Kependudukan Dunia. Dari berbagai upacara peringatan itu banyak rakyat Indonesia makin memahami makna kependudukan dan perananannya dalam pembangunan, termasuk peranan penduduk sebagai ujung tombak pembangunan yang berkelanjutan. Selama ini, bersama dengan Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Tenaga Kerja, BKKBN telah memberikan peran dan sumbangannya yang signifikan dalam membangun sumber daya manusia. Kalau masih ada yang menyangsikan peranan BKKBN khususnya, dan peranan penduduk dalam pembangunan, kita semua menjadi sedih dan haras bertanya apa makna berbagai upacara besar yang biasanya diadakan dalam berbagai hari kependudukan itu. Tulisan di atas merapakan cuplikan dari salah satu artikel dalam buku ini, yang pernah penulis buat dan beberapa waktu lalu muncul di sebuah surat kabar. Pasalnya, kependudukan memang masalah paling menarik untuk dibahas. Simak saja, misalnya, penduduk Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan akan mencapai sekitar 275 juta jiwa, ternyata dengan BKKBN dan bantuan jajaran pembangunan lainnya telah berhasil membantu keluarga Indonesia menghasilkan penduduk yang jumlahnya hanya sekitar 206 juta jiwa saja.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (272 Halaman)
No ISBN: 979-3462-01-9
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

‘MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN'


Tulisan ini disajikan sebagai catatan yang mengantar uraian tentang pokok-pokok dukungan Yayasan Damandiri terhadap Program Terpadu Pemberdayaan Keluarga Sejahtera yang sekaligus dikaitkan dengan dukungan Yayasan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Uraian ini sekaligus merupakan penyajian kronologis sesuai dengan kesepakatan terhadap rancangan tahapan pemberdayaan keluarga sejahtera, pelaksanaan dari rancangan tersebut, perkembangannya di Indonesia serta dukungan atau hambatan yang muncul dalam perspektip nasional dan global.
Dalam uraian ini akan disampaikan pula berbagai penyesuaian yang telah atau yang akan disarankan untuk dikembangkan bersama dengan langkah-langkah nyata yang telah dilakukan oleh pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, termasuk yayasan, maupun perusahaan-perusahaan swasta untuk mendukung upaya tersebut. Uraian ini dimulai sejak tahapan awal pemberdayaan keluarga melalui program KB sekitar tahun 1970 dengan konsentrasi pada upaya pemberdayaan keluarga dalam bidang ekonomi.

Oleh:
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Memotong rantai Kemiskinan (354 halaman)
No ISBN: 979-3462-00-0
Penerbit : Yayasan Damandiri
Cetakan : I Mei 2003

SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA


Adalah menarik dan bijak para pejuang pendiri negeri ini menuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang bersemangatkan falsafah bangsa Pancasila. Untuk mensejahterakan rakyatnya ditulis tegas dalam naskah pembukaan UUD 45 yang kemudian dirinci dalam pasal-pasal berikut penjelasannya. Karena itu sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Pemerintah dan Rakyat Indonesia menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap masalah terkait upaya peningkatan kesejahteraan seluruh warga bangsa. Kesemuanya tidak terlepas dari persoalan kependudukan di negeri ini. Ide dan cita gagasannya memang indah. Namun untuk mencapainya tidak semudah membalik telapak tangan.


Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Induk SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA (328 Halaman)
No ISBN : 979-3462-06-X
Penerbit: Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

MENYEGARKAN GERAKAN KELUARGA SEJAHTERA MANDIRI


Menurut Hasil Sementara Penduduk Indonesia tahun 2000, penduduk Indonesia tercatat sebanyak 201 juta, atau setelah dimasukan mereka yang tidak tercatat dan loreksi lainnya, penduduk Indonesia pada tahun 2000 dinyatakan sebanyak 206 juta jiwa. Proyeksi secara sederhana menghasilkan penduduk tahun 2004 sebanyak 214 – 215 juta jiwa. Pertumbuhan yang tinggi ditandai dengan tingkat kelahiran yang tinggi dan tingkat kematian yang tinggi pula. Akibatnya kesehatan ibu dan anak sangat rendah. Tidak semua penduduk produktif, akibatnya dana yang berhasil dikumpulkan oleh keluarga habis untuk memelihara kesehatan dan kehidupan keluarga yang besar, kurang sehat, kurang mampu, kualitasnya rendah dan kurang sejahtera.

Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Seri Ke 3 Sinergi Baru Pemberdayaan Keluarga (430 Halaman)
No ISBN: 979-3462-09-4
Penerbit :Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

REMAJA SIAP MEMBANGUN

KITA tahu banyak remaja menjadi korban sia-sia dari pergulatan yang sesungguhnya mereka tidak perlu ikut serta. Remaja terkena serangan budaya "modern" berapa pergaulan bebas tanpa batas. Akibatnya. Virus HIV/AIDS yang semula hanya menyerang orang dewasa, pada waktu ini melanda generasi reraaja yang menganut pergaulan bebas dengan narkoba dan suntikannya.
Yayasan Damandiri, yang sangat peduli terhadap pemberdayaan dan peningkatan mutu anak bangsa, dan selama ini aktif membantu pemeriniah dalam upaya pengentasan kemiskinan, merasa sangat iba dan segera ikut membantu upaya mengatasi kemelut yang dihadapi anak bangsa tersebut. Bersama berbagai komponen pembangunan lainnya, pengurus yayasan merasa bahwa kegiatan pendidikan reproduksi remaja, yang di masa lalu selalu digalang dalara program keluarga berencana yang komprehensif, harus disegarkan dan dipraktekkan secara sungguh-sungguh oleh kalangan remaja yang makin banyak dan luas penyebarannya.

Oleh :
Prof Dr Haryono Suyono
Buku Induk Remaja Siap Membangun (327 Halaman)
No ISBN : 979-3462-06-X
Penerbit: Yayasan Damandiri
Cetakan : I Desember 2005

GONG PERDAMAIAN DUNIA
Sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi


Penempatan Gong Perdamaian Dunia di berbagai penjuru dunia merupakan upaya yang kita sambut dengan antusiasme yang tinggi. Lebih-lebih lagi Gong Perdamaian Dunia adalah karya putra-putri anak bangsa Indonesia yang risau melihat ulah manusia membakar dunia makin ganas, makin liar dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini kita junjung tinggi. Gagasan simbolisasi dalam wujud Gong Perdamaian Dunia diilhami dahsyatnya bom yang meletus dalam suasana damai. Letusan bom itu menggoncangkan sendi-sendi nilai moral yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Semua pihak mengutuk letusan bom tersebut dan berharap peristiwa serupa tidak terulang. Letusan itu harus menjadi yang pertama dan yang terakhir. Untuk itu, seperti bunyi lagu sampak yang mengiringi suatu peperangan dalam pewayangan, lagu perang itu diakhiri dengan bunyi gong yang berdengung nyaring dan mantab. Oleh karena itu penyajian karya seni berupa "Gong" bisa ditafsirkan bahwa goncangan bom, sebagaimana bunyi gong yang mengakhiri lagu perang, diharapkan menjadi pertanda peperangan sudah berakhir dan dimenangkan oleh pembela kebenaran.

Oleh:

Redaksi
Yayasan Damandiri
2007

REVITALISASI SISTEM EKONOMI PANCASILA

Teori dan Praktek Pengentasan Kemiskinan

Revitalisasi Ekonomi. Mungkin inilah jawaban dari “kemiskinan” yang dialami bangsa kita. Tetapi, ekonomi yang seperti apa? Jika jawabannya adalah “Ekonomi Pancasila,” maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana sistem Ekonomi Pancasila serta bagaimana ia beroperasi di Indonesia?
Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka di setiap perbincangan kemiskinan dan pengangguran di negara kita. Termasuk juga dalam seminar kali ini. Sebab, jawaban dari pertanyaan kemiskinan selalu berujung pada konsep dan implementasi sistem ekonomi seperti apa yang paling cocok diterapkan di Indonesia.

Oleh:
Subiakto Tjakrawerdaja
Yayasan Damandiri
2007

REPUBLIK YANG MENUNGGU


Globalisasi adalah ‘akhir dari negara bangsa'. Demikian kredo neoliberalisme dalam melukiskan nasib negara dalam rejim perdagangan bebas. Steger (2002) menamakan ideologi tersebut sebagai ‘globalisme', sementara sebelumnya Held (1999) menamakannya ‘hyperglobalisme'. Pokok pandangan dari neoliberalisme adalah bahwa globalisasi membuat kekuasaan negara dan kebijakan ekonomi nasional menjadi tidak lagi memiliki signifikansi dan efektivitas sebagaimana dulu ketika globalisasi belum bersimaharaja.


Oleh:
Subiakto Tjakrawerdaja
Yayasan Damandiri
2007

KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU EKONOMI


Ada banyak modal untuk membangun-memperbaiki bangsa. Ada banyak model dalam memajukan negara. Modal dan model inilah sesunguhnya yang sedang dicari oleh pemerintah sehingga hasil akhirnya belum terlihat nyata. Kita punya modal sumber daya alam, modal sosial dan modal ilmu pengetahuan. Kita juga punya model pembangunan kapitalistik, sosialistik dan Pancasila. Modal dan model ini disinergikan oleh berbagai pihak dalam rangka tercapainya cita-cita bersama.
Tetapi, menemukan modal-model dan aplikasikannya tentu saja bukan perkara mudah. Sebab pilihan memperbaiki bersama bangsa ini hanya tinggal dua. Memperbaiki bersama dengan lebih menyeluruh dan mendasar atau sepotong-sepotong. Memilih solusi menyeluruh dan mendasar akan membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu yang luarbiasa besar tetapi memuaskan hasilnya. Sedang memililih solusi sepotong-sepotong [parsial] akan lebih cepat tetapi seringkali tidak berjangka panjang apalagi adekuat. Karena itu pilihan solusi menyeluruh dan mendasar sudah menjadi keniscayaan kita semua. Tentu saja disertai tanggung jawab cinta tanah air dan pemenuhan cita-cita bangsa.

Oleh:
SUBIAKTO TJAKRAWERDAJA
@Yayasan Damandiri
Jakarta
2007

TRIAS EKONOMIKUS

Pembagian Tata Peran dan Tata Kelola BUMN-Koperasi-Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Nasional


Walaupun pertumbuhan ekonomi sejak krisis pada 1998 membaik, ternyata problem ekonomi kita masih stagnan. Proses stagnasi ini seakan-akan meneggelamkan kita dalam jebak kubang neoliberalisme yang akut. Sebagaimana diketahui dalam ilmu sosiologi, hukum besi sejarah peradaban, dikenal tiga teori hubungan parasitisma. Pertama, jika pasar lebih kuat dari negara dan rakyat, lahirlah neoliberalisme. Kedua, jika negara lebih kuat dari pasar dan rakyat, lahirlah otoritarianisme. Ketiga, jika rakyat lebih kuat dari pasar dan negara, lahirlah neotribalisme. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar bangsa kita tidak mengalami tiga hantu peradaban—neoliberal, otoritarianisme, neotribalisme—yang menghancurkan nilai-nilai ideal kemanusiaan?

Oleh :
Subiakto Tjakrawerdaja
Yayasan Damandiri
2007



Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online