Edition 148/XIV/2013
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Pendidikan | Posdaya | Sambut Tasyakuran | Stop Press
 
Select Edition     
3 Pesan Bunda PAUD Nasional

Laporan: Hari Setyowanto
 
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian yang diusung Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dan pemerintah. Tak heran, bila ada tiga pesan penting dari Bunda PAUD Nasional untuk pengembangan mutu PAUD yang lebih baik di masa mendatang. Hal itu, sekaligus sebagai upaya memberikan kado 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 mendatang.
Tiga pesan tersebut: Pertama, agar PAUD dijadikan sebagai pendidikan pra pendidikan dasar yang harus diikuti oleh seluruh anak Indonesia. “Hal itu akan membawa dampak positif setidaknya dalam waktu empat tahun mendatang sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Indonesia,” katanya.
Kedua, seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan peran dan usahanya dalam rangka memajukan PAUD. “Banyaknya lembaga PAUD saat ini merupakan cerminan minatnya masyarakat terhadap PAUD. Minat besar masyarakat tentu sangat saya hargai. Pemerintah juga perlu memfasilitasi, agar jangkauan layanan PAUD semakin meningkat,” kata Ibu Negara.
Ketiga, kata Ani Yudhoyono, peran Bunda PAUD merupakan profesi sukarela yang berlandaskan pada cinta dan kasih sayang. Untuk itu, ia mengajak agar seluruh Bunda PAUD di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjadi lokomotif dalam mewujudkan PAUD yang lebih baik. “Sehingga semua bisa berjalan sinergis dalam mengemban tugas mulia ini. Para Bunda PAUD, guru PAUD, dan orangtua agar terus mendidik dengan penuh kasih sayang serta merangsang pendidikan secara jasmani dan rohani agar anak-anak memiliki kesiapan yang tangguh,” ujarnya.
Sejak dini anak-anak tersebut sudah mendapatkan hal yang tidak baik, maka itu akan membentuk pola pikir dan tindakan anak tersebut. “Jika sejak usia dini sudah melihat hal yang tidak baik maka itu yang akan diserap,” kata Ibu Negara Ani Yudhoyono, selaku Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia) yang dinobatkan pada acara puncak Gebyar PAUD di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, dalam hal ini peranan orang tua juga dinilai penting dalam mendampingi anak-anak mereka seperti saat menonton televisi. Orang tua berkewajiban menjaga anaknya untuk tidak menyaksikan tayangan yang bersifat kekerasan dan tidak mendidik. “Lihatlah tayangan televisi secara selektif. Kalau ada kekerasan jangan ditonton,” ujarnya.
Bunda PAUD Nasional ini menyebutkan pendidikan anak optimis meningkat 75 persen 2015 mendatang. Rencana itu akan terlaksana jika program PAUD diwajibkan sebagai pra pendidikan dasar anak Indonesia, peranan swasta dalam mengembangkan PAUD dan peranan Bunda PAUD.
Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan pemerintah melalui Kemendikbud diharapkan memberikan standarisasi bagi guru-guru PAUD. Dalam hal ini, guru-guru diberikan pelatihan yakni ilmu praktis Pendidikan Anak Usia Dini. Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini juga diharapkan dapat terus memainkan peranannya, dalam hal memfasilitasi sehingga meningkatnya jangkauan layanan dan mutu PAUD.
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online