Selama ini upaya yang dilakukan Yayasan Damandiri untuk mengembangkan Posdaya adalah komitmen dari berbagai kalangan. Mereka baik dari lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah dalam upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pencapaian MDGs, yang merupakan amanat dunia.
Ini dikatakan Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono saat memberikan arahan di hadapan peserta Pertemuan Tim Pengarah Revitalisasi Taman Siswa. Acara ini diikuti seluruh Pimpinan Perguruan Taman Siswa se-Indonesia di STIE Taman Siswa Jakarta belum lama ini.
Taman Siswa merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara sebagai basis perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Dalam ajarannya Ki Hajar Dewantara selalu menekankan pada nilai-nilai kemandirian, dan selalu berusaha keras untuk mencapai sesuatu, yang di kenal dengan tiga nilai luhur Ing Ngarso sung Tulodo, Ing Madyo MangunKarso, Tut Wuri Handayani.
Ketiga nilai luhur yang ditanamkan Ki Hajar Dewantara bila dipadukan dengan program yang dijalankan Yayasan Damandiri sangat sejalan dan sebangun. Kegiatan Posdaya yang merupakan implementasi logis dari ketiga nilai luhur Ki Hajar Dewantara.
Ketatnya persaingan di bidang pendidikan, diperberat dengan tekanan era globalisasi yang semakin kuat, serta kurang kuatnya sikap mental generasi muda dalam menghadapi persaingan menyebabkan surutnya minat mereka untuk mempertahankan nilai-nilai luhur yang ditanamkan Ki Hajar Dewantara.
Kualitas sebuah perguruan tinggi ditentukan oleh kualitas sumberdaya yang dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut, sehingga menghasilkan alumni yang berkualitas dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain sejenisnya
“Untuk membangkitkan sikap mental generasi muda dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, Yayasan Damandiri berusaha untuk mengimplementasikan pesan khusus almarhum Bapak HM Soeharto untuk memelihara dan mengembangkan aset bangsa peninggalan sesepuh kita,” ungkap Prof Dr Haryono Suyono, mengenang lmarhum Jenderal Besar HM Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia.
Salah satu perguruan yang termaktub dalam pesan HM Soeharto untuk ditingkatkan mutunya adalah Perguruan Taman Siswa, yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Salah satu cara yang dapat diupayakan Yayasan Damandiri adalah dengan memberi kesempatan kepada para dosen menjadi pamong bagi mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan anak muda SMA, keluarga dan masyarakat luas melalui KKN Tematik Posdaya.
Upaya yang tidak kalah pentingnya dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia yang belajar di perguruan tinggi adalah peningkatan kualitas dosen- dosennya. Sehingga, para dosen ini mampu menjadi pamong yang baik bagi anak didik yang kuliah di perguruan tinggi tersebut.
“Selama ini para dosen yang mengajar di perguruan Taman Siswa kebanyakan masih bergelar S1, karena berbagai alasan,” kata Prof Ki Djohar MS, Rektor Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa Yogyakarta, yang merupakan Ketua Forum Rektor Taman Siswa.
Melalui kerja sama dengan Yayasan Damandiri yang penuh perhatian dan memiliki kepedulian positif untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan dorongan untuk meningkatkan pendidikan dosen-dosen yang masih S1 ke jenjang yang lebih tinggi misalnya S2 dan S3, akan menjadikan Taman Siswa sebagai sebuah Perguruan tinggi yang berkualitas di Indonesia.
Sebagai Rektor UST Prof Ki Djohar MS juga menyampaikan kekagumannya kepada Prof Dr Haryono Suyono dan Yayasan Damandiri yang telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang dipimpinnya, dalam mengembangkan Posdaya di Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Banjarnegara, dan wilayah lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Banyak hal yang kita pelajari dari kerja sama ini di antaranya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah binaan terutama dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya,” tegas Prof Ki Djohar MS.
Melalui KKN Tematik Posdaya kita tidak lagi mendidik generasi muda hidup di menara gading, tapi merakyat dan mengetahui dengan jelas permasalahan yang di hadapi masyarakat serta mencarikan jalan keluar dari permasalahan yang di hadapi secara bersama-sama.
Bukan hanya mendorong peningkatan pendidikan dosen, Yayasan Damandiri juga memberikan dukungan penelitian untuk tesis dan disertasi, terhadap dosen yang sedang mengambil gelar Master dan Doktor. Ini sebagai upaya untuk mempercepat Revitalisasi Taman Siswa yang belakangan ini pamornya mulai redup, agar bangkit kembali seperti secercah cahaya yang menyinari persada Indonesia.
Setelah mengkaji kiprah Yayasan Damandiri dengan berbagai programnya meningkatkan kualitas Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa Ketua Majelis Luhur Taman Siswa Jenderal TNI (Pur) Ki Tyasno Sudarto yang pernah menjabat sebagai KSAD, menyambut gembira dan menilai apa yang dilakukan Yayasan Damandiri merupakan langkah nyata dari apa yng di tanamkan Ki Hajar Dewantara Pendiri Taman Siswa.
“Sebagai Ketua Majelis Luhur Taman Siswa saya berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik sebagai upaya menciptakan generasi muda Indonesia berkualitas, sebagai bentuk perjuangan di masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Ki Tyasno mengingatkan, untuk memahami nilai-nilai luhur yang ditanamkan seseorang yang memiliki jasa penting bagi bangsa dan negara, kita harus mempelajari sejarahnya. Sehingga, kita bisa mengerti dan memahami nilai-nilai luhur yang ditanamkan kepada kita.
Ki Hadjar Dewantara menggariskan bahwa Taman Siswa harus dapat tumbuh mengikuti perkembangan jaman, untuk itu Taman Siswa boleh merubah bentuk, isi dan iramanya seiring perubahan jaman. Namun sifat Taman Siswa tidak boleh berubah yaitu sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan dan Pembangunan Masyarakat melalui jalur pendidikan dalam arti luas.
Selengkapnya…pdf |