Edition 110/XI/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | DNIKS | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Kebun Bergizi | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Untuk Mengurangi Kemiskinan Walikota Bekasi Luncurkan Gerakan Seribu Rupiah

Laporan: Hari Setyowanto
 
Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad mencanangkan gerakan mengurangi kemiskinan. Program itu berupa ajakan menyisihkan Rp 1.000 setiap Sabtu dan Minggu untuk ditabung ke Bank Syariah Kota Bekasi.
“Dana itu akan digunakan sebagai dana pihak ketiga oleh Bank Syariah untuk modal usaha mikro, kecil, dan menengah. Program itu diberi nama Sagu Hemat Seribu,” kata Mochtar Mohamad.
Ia menyebutkan, di Kota Bekasi ini, masih ada sekitar 200.000 keluarga miskin. Mereka sudah berulang kali dibantu pemerintah melalui program subsidi, subsidi, dan subsidi. Sekarang bantuannya diubah, dan pemda ingin mereka tidak tetap miskin. Karena itu, ujar dia, dengan memberi modal mereka untuk usaha kecil.
Langkah ini, menurut Walikota Bekasi Mochtar Mohamad, sebagai salah satu upaya untuk mengelola Kota Bekasi yang membutuhkan penataan kondisi masyarakat maupun lingkungan yang baik.
Pada kesempatan tampil sebagai narasumber dalam Gemari Show di TVRI Pusat dalam kemasan perayaan Hari Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke-14, Gerakan Menabung Seribu Rupiah ini bisa disinergikan dengan kegiatan Posdaya. Apalagi, kehadiran Posdaya diyakininya bisa merangkul semua maksud itu.
Intinya, menurut dia, Posdaya merupakan wadah atau tempat untuk pemberdayaan masyarakat, terutama dari sisi ekonomi dan komunikasi. Ia menjelaskan, saat di-launching pertama kali di Kota Bekasi pada 2008, baru ada 12 Posdaya. Jumlahnya kian meningkat pada 2009 mencapai 56 Posdaya. Tapi, sudah sampai tingkat kelurahan, ada 56 kelurahan ditambah 12 kecamatan.
”Ke depan, kami sudah menganggarkan kegiatan Posdaya ini supaya sampai tingkat RW. Untuk mewujudkan target 1000 Posdaya pada 2010 nanti, Pemda Bekasi telah menyiapkan dana stimulan untuk Posdaya dari besaran anggaran Rp18, 5 miliar,” terangnya.
Selain itu, kata Mochtar Mohamad, di setiap kelurahan juga telah menggelar mini lokakarya pembentukan dan pelatihan para kader Posdaya dan Tim Penggerak Posdaya Kota Bekasi sejak Juni 2009 lalu, untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Posdaya.
Walikota Bekasi mengatakan, Posdaya yang dikembangkan ini setidaknya harus dapat memberdayakan keluarga miskin minimal sebanyak 100 keluarga miskin. Untuk lima tahun ke depan, diharapkan Posdaya bisa membantu upaya pemerintah menanggulangi masalah kemiskinan. Saat ini jumlah warga Kota Bekasi kini lebih dari 2 juta orang.
”Pengentasan orang dari kemiskinan dan pemberdayaan keluarga miskin, kata Mochtar, tugas pokok pemerintah daerah. Namun, hal itu juga memerlukan keterlibatan masyarakat. Dana masyarakat yang disimpan di Bank Syariah Kota Bekasi untuk kredit usaha itu dipastikan aman,” katanya.
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online