Keberhasilan Program MDG’s yang diamanatkan dunia dan telah mendapat respon besar dari Presiden SBY, ditandai dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam meningkatkan indikator MDG’s meliputi sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, pemberdayaan, lingkungan dan berhasil mengangkat penduduk muda dari lembah kemiskinan.
Pengurus dan anggota Hipprada yang rata-rata berpengalaman di bidangnya, di diharapkan mampu menjadi orang tua angkat dan mem-berikan kesempatan kepada remaja dan keluarga kurang mampu untuk bekerja. Biasanya kepedulian orang tua lebih terfokus dibandingkan dengan generasi muda yang juga harus memikirkan kehidupannya sendiri dulu,” kilah Ketua Umum Hipprada Prof Dr Haryono Suyono, sembari berharap, dengan dukungan Hipprada di Posdaya, kaum muda akan semakin bersemangat untuk membentuk dan membesarkan Posdaya.
Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada) bekerja sama dengan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) untuk memberdayakan Pramuka berbasis wilayah yang peduli sesama anak bangsa. Posdaya merupakan forum silaturahmi, informasi, pendidikan dan pemberdayaan serta penyegaran partisipasi mandiri.
“Dalam kegiatannya Posdaya tetap komit dan berpedoman kepada delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan. Semua itu untuk mengentaskan kemiskinan membangun manusia Indonesia seutuhnya,” tegas Ketua Umum Hipprada, Prof Dr Haryono Suyono pada Rapat Kerja Daerah Hipprada, beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Umum Hiprada yang juga Ketua Yayasan Damandiri, Dalam membangun Posdaya diperlukan komitmen yang kuat, kesadaran dan partisipasi dalam pemberdayaan masyarakat dan keluarga. Semua itu bisa dilakukan oleh anggota Hipprada untuk mewujudkan keluarga sejahtera melalui karya nyata.
“Untuk itu, diperlukan program yang bisa dilaksanakan dengan dukungan internal yang kuat dan kerjasama organisasi masyarakat yang luas. Juga perlu dilakukan kerjasama berkelanjutan antar generasi,” tandasnya.
Selain itu, tambahnya, perlu ada dukungan dana yang cukup yang bisa diperoleh dari keuntungan perusahaan atau sumbangan dari masyarakat lainnya. Semua itu untuk menjadikan Hipprada menjadi penggerak dan pemimpin pembangunan.
“Dalam Pramuka itu terdapat unsur pembinaan budaya berbasis masyarakat dan Posdaya mengembangkan budaya peduli anak bangsa. Selain itu juga menghidupkan budaya gotong royong di masyarakat luas,” katanya lagi.
Kesemuanya itu diperlukan pengembangan jaringan dengan Pramuka peduli pada masyarakat sekitar. Pemberdayaan itu untuk memperkuat kerjasama Pramuka dan keluarga muda untuk membangun warga sejahtera.
“Dalam bidang pendidikan, bisa meningkatkan partisipasi anak usia sekolah. Yaitu membantu anak putus sekolah dengan ketrampilan membangun karakter anak muda dan remaja termasuk meningkatkan kebersamaan antar anak bangsa,” tandas Haryono.
Pemberdayaan Bidang Pendidikan, tutur Haryono, antara lain turut membantu pemberdayaan anak-anak balita melalui pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD). Sedangkan dalam bidang kesehatan diperlukan peningkatan gizi.”Oleh karena itu dapat membantu keluarga untuk membangun kebun, bergizi di halaman rumahnya. Selain itu dapat menghidupkan gotong royog untuk pelatihan keterampilan bagi anak putus sekolah,” imbuhnya lagi.
Dalam bidang wirausaha, tegas Haryono, Hipprada bisa juga membantu pengembangan wirausaha bagi keluarga muda kurang beruntung. Hal itu dapat bekerja sama dengan pengusaha handal yang peduli sesama.
”Hipprada juga bisa mejadi orang tua angkat untuk memberikan kesempatan kepada remaja dan keluarga kurang mampu untuk bekerja. Keberhasilan pembangunan itu harus diukur standar internasional yaitu Millenium Development Goals (MDGs),” tambah Haryono.
Sementara itu Ketua Hipprada Jawa Tengah Dr H Soekardi, MPd, mengatakan Hipprada Jawa Tengah siap untuk membangun dan menggeliatkan Posdaya dengan memberdayakan Pramuka berbasis wilayah yang peduli sesama anak bangsa, serta aktif dalam pembangunan.
Selengkapnya…PDF |