Kota Bekasi tampil sebagai pionir/pelopor Gerakan Sabtu Minggu Hemat Seribu (Sagu) di Indonesia. Gerakan untuk meminimalkan ‘budaya boros dengan semangat Sadar Menabung ini dicanangkan Walikota H Mochtar Mohamad mengawali gerakan pemberdayaan masyarakat tahun 2010 tepatnya tanggal 24 Januari 2010 yang kini semakin digencarkan.
SekRetaris Daerah Kota Bekasi Drs Tjandra Utama Effendi menjelaskan bahwa Gerakan Sagu (Sabtu Minggu Hemat Seribu) adalah upaya meminimalkan budaya boros, dan mendorong pola hidup hemat kepada warga yang biasanya setiap hari libur menggunakan waktunya untuk berekreasi dan menghilangkan kepenatan seusai bekerja selama sepekan.
“Rekreasi dan berbelanja yang hanya menghabiskan uang yang telah mereka upayakan, ternyata akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk menabung demi meraih kesejahteraan di masa mendatang,” kilah Pak Momon (panggilan akrab Sekda Bekasi Drs Tjandra Utama Effendi sembari mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Bekasi untuk bersama-sama membangun Kota Bekasi. “Organisasi pemuda, organisasi wanita dan organisasi lainnya, termasuk Posdaya diminta berperan aktif dalam kegiatan Sabtu Minggu Hemat Seribu (Sgu) agar tidak berlaku boros,” tambahnya.
Lebih rinci Pak Momon menjelaskan bahwa saat ini jumlah PNS di lingkungan Kota Bekasi sebanyak 5750 orang dengan total tabungan Rp 152 juta lebih. Dana ini nantinya akan digulirkan oleh pihak Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) kepada masyarakat yang tergabung dalam Posdaya untuk meningkatkan kesejahteraannya. dan mempunyai komitmen untuk menyukseskan program SAGU.
Masyarakat pendukung program ini setiap Sabtu dan Minggu menyisihkan dananya dalam bentuk tabungan di BPRS Patriot Kota Bekasi. ”PNS yang ada di kota Bekasi harus menjadi contoh bagi warga masyarakat agar mau berperan serta mendukung program Sagu ini,” tegasnya.
“Gerakan menabung ala Sagu yang dicanangkan di Kota Bekasi, merupakan kegiatan pertama di Indonesia Di Era Reformasi.Gerakan ini dicanangkan Walikota H Mochtar Mohamad. “Kota Bekasi menjadi pelopor Gerakan Sabtu Minggu Hemat Seribu dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di negeri ini.” (diketahui di Era Orde Baru, tepatnya tanggal 2 Oktober 1995 Pak Harto (, Presiden RI Kedua mencanangkan Gerakan Sadar Menabung. Sesanti yang ditulis berbunyi mukjijat tabungan, menjadikan hati tentram, menumbuhkan gairah kerja, menghasilkan prestasi, memperkokoh percaya diri, mampu tetap mandiri, murah meraih sejahtera sejati. –Red).
Menurut Sekretaris Daerah Kota Bekasi Drs Tjandra Utama Effendi Gerakan Saguini telah mendapat persetujuan Direktur Bank Indonesia Bidang Penelitian dan Pengembangan Perbankan, dan telah menunjuk BPRS Patriot Kota Bekasi sebagai pelaksananya.
Seusai meresmikan Pencanangan Sagu, Walikota Bekasi mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang boros, namun dengan adanya gerakan Sagu ini saya menjadi tergugah untuk ikut memberi contoh kepada aparatur Pemda Bekasi untuk mendukung program ini.
“Saat ini saya baru memulai menabung di BPRS Kota Bekasi sebanyak Rp 10 juta. Dana ini akan saya kembangkan selanjutnya, selain sebagai investasi di masa depan juga untuk menunjang karier saya sebagai Walikota,” aku Walikota.
Pada kesempatan itu pula Walikota meminta kepada Sekda utuk membuat surat peringatan kepada instansi yang jumlah tabungannya sedikit agar mereka tergerak dan bergairah untuk menyukseskan program Pemda Kota Bekasi ini.
Budaya Sagu ini bukan hanya saya tekankan kepada seluruh aparatur Kota Bekasi menjadi contoh suksesnya gerakan ini. Tetapi langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah budaya boros menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya berhemat. “Budaya hemat ini akan saya terapkan dalam kehidupan keluarga saya baik isteri maupun anak-anak, Budaya menabung ini akan terlihat manfaatnya bagi kelangsungan hidup kita di masa depan,” tambah Walikota.
Ajakan Walikota ini mendapat sambutan positip dari kaum muda, yang diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Nasional Dody Sutanto, yang berjanji untuk mendukung program Sagu ini demi kebahagiaan di masa mendatang.
Uang yang kita simpan di Bank terutama BPRS, nantinya akan berpulang pada diri kita sendiri sebagai penabung, selain untuk membantu masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Walikota Bekasi Mochtar Mohammad menambahkan, Gerakan Sabtu Minggu Hemat Seribu merupakan gerakan pertama yang dicanangkan pemerintah daerah dan merupakan program pertama di Indonesia. Jika berhasil dilaksanakan dengan baik bukan hanya merubah mind set masyarakat yang biasanya pada hari Sabtu dan Minggu pergi keluar rumah untuk berbelanja atau rekreasi yang semata untuk mengeluarkan uang, tetapi dengan adanya gerakan ini justru bertujuan mengajak masyarakat untuk berhemat dan menabungkan uang yang mereka miliki. Dalam upaya meningkatkan taraf hidup mereka ke arah yang lebih sejahtera.
Melalui kegiatan Sagu ini Kota Bekasi akan berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dan mengangkat mereka dari jurang kemiskinan. Semula Pemda Bekasi telah berupaya mengembangkan berbagai program bantuan yang dananya dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun setelah dilakukan evaluasi ternyata dana bergulir tidak ada yang kembali.
Mulai tahun 2010 inilah kami mulai menggerakkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan peduli sesama anak bangsa dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dalam upaya mengentaskan kemiskinan Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya telah menggelontorkan bantuan kepada masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun bantuan dari Pemda ini tidak ada yang kembali. Dengan adanya dana yang di kelola BPRS kini dengan dana bergulir ini masyarakat bisa kembali bergulir, karena masyarakat terbiasa untuk hidup hemat sekaligus mendorong masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat lain agar bisa bangkit dan hidup lebih sejahtera.
Walikota Bekasi juga menginstruksikan kapada Dikrektur Utama BPRS Buchori, agar mempersiapkan dirinya dan personil BPRS agar membuka cabang sampai tingkat kelurahan, untuk mempermudah masyarakat yang ingin menabung di BPRS. qRIS/HNUR
Selengkapnya…PDF |