Keberhasilan Gerakan Pramuka dan kepanduan ditandai dengan partisipasi yang sangat tinggi serta mampu mengangkat penduduk muda dari lembah kemiskinan, kebodohan , dan rasa minder dan tidak percaya diri, serta siap menjadi pemimpin masa depan. Karenanya ebagai Gerakan yang mempunyai visi dan misi sama antar pandu dan pramuka bisa bergandengan tangan bersama-sama menyukseskan RUU Kepramukaan atau Kepanduan yang saat ini di Godok di DPR RI bisa menjadi Undang-Undang.
Ungkapan itu mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (Hearing) antara Hipprada, dan Organisasi kepanduan seperti Hisbul Waton, Pandu PKS dengan Komisi X DPR RI yang dipimpin Wakil ketuanya Hakam sekaligus Ketua Panja (Panitia Kerja) UU Kepramukaan untuk menghimpun masukan bagi penyusunan UU Gerakan Pramuka yang sedang di godok di DPR RI.
Pada kesempatan itu Ketua Umum Hipprada Prof Daryono Suyono mengusulkan agar Undang-undang yang akan di bahas Panitia Kerja Komisi X bukan Undang-undang tentang Gerakan Pramuka tapi Undang-undang tentang Kepramukaan atau Kepanduan, Istilah undang-undang kepramukaan akan lebih populer dibandingkan dengan undang-undang kepanduan, karena istilah Pamuka merupakan nama yang diputuskan oleh presiden Republik Indonesia dan sangat populer khas Indonesia.
Yang kedua, kata Prof Dr Haryono Suyono, kami juga ingin mengusulkan agar Undang-undang yang akan di bahas ini tidak mirip dengan keputusan atau ketetapan presiden. Ketetapan presiden lebih dekat kepada mekanisme dan aturan main dari kegiatan pramuka, serta lebih mengatur pokok utama dari sistem pendidikan kepramukaan atau kepanduan untuk mengembangkan anak didik kita. Diharapkan kader muda akan menjadi anak bangsa yang memiliki karakter dan moral Pancasila dengan suatu proses yang ceria menatap masa depan peduli dan cinta sesama anak bangsa dan lingkungannya, cerdas dan terampil dalam pembangunan.
Dalam proses itulah pendidikan kepramukaan dikelola oleh Pramuka sebagai organisasi pamong dan wadah pendadaran remaja yang dilakukan secara dinamik dan mandiri, sehingga menjadi manusia seutuhnya.
Kita semua sepakat dengan UUD 1945 dan Pancasila. Maka Pramuka juga bermoral Pancasila. Untuk itu Pramuka secara tegas kita kembangkan di Indonesia sebagai gerakan yang bermoral Pancasila sehingga pasal-pasal dalam Undang-undang yang akan kita buat harus selaras dengan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam proses ini masyarakat yang dihasilkan dalam proses pendidikan demikian mampu menjadi masyarakat yang memiliki komitmen bahwa setiap anggota memiliki komitmen yang tinggi dan berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam hal organisasi kami memandang perlu dimasukkan dalam Undang-Undang Organisasi Pramuka, kepanduan yang bersifat independen secara nasional dan non partisan. Selain itu juga memberi kesempatan secara mudah kepada generasi muda, remaja dan orang dewasa untuk membentuk kelompok, cabang dan ranting dengan Gugus Depan sebagai ujung tombak.
Semakin banyak partisipasi akan semakin bagus gerakan pramuka dalam mendidik anak bangsa dalam membentuk karakter dan dalam mendidik geberasi muda bangsa untuk menjadi pemimpin bangsa. Karenanya gerakan pramuka harus menjalankan program kegiatan diantaranya program yang bersifat cinta budaya agar anak didik mengenal dan cinta terhadap budaya lokal, daerah dan cinta tanah air.
Selain itu dalam pendidikan kepramukaan juga harus di tanamkan cinta pada pendidikan formal untuk meningkatkan keceriaan dan kecerdasan. Dengan demikian diharapkan pramuka menjadi sponsor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar anak-anak mengenal dunia pendidikan secara dini dengan penuh keceriaan, serta merangsang anak anak agar mengenal dan cinta pramuka secara lebih awal (dini).
Dalam proses ini pendidikan di bidang kesehatan mendapat tempat yang paling utama disertai semangat cinta lingkungan yang di awali dari halaman keluarga dengan menjadikan halaman sebagai kebun bergizi, sebagai upaya meningkatkan gizi keluarga.
Pada pelaksanaa kegiatan mereka dilatih dengan meminjam semangat kewirausahan dan hemat serta peduili terhadap lingkungan sekitar. Berbagai kegiatan dalam gerakan ini terus di evaluasi dengan baik , bukan untuk mencari kesalahan dan kekurangan tetapi untuk mencari kelebihan dari program tersebut.
Dengan cara inilah anak-anak yang tergabung dalam gerakan pramuka selalu ditanamkan untuk berfikir positip, untuk melihat setiap teman , kawan merupakan aset dari kelompok kecilnya dan akan dihormati dan disegani sebagai pemimpin masa depan sejak saat masih muda.
Selengkapnya…PDF |