Wanita satu ini tidak bisa diam dan tidak senang bila melihat ada yang hanya diam berpangku tangan. Berbagai kegiatan disambanginya mulai dari organisasi pengusaha, sampai organisasi sosial kemasyarakatan. Bagi Ibu dua orang anak ini, selama dirinya masih bisa bermanfaat bagi orang lain selama itu pula ia berusaha membantu sesama. Sekecil apapun sumbangsih yang bisa disumbangkan akan besar manfaatnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Adalah Dr Dewi Motik Pramono yang sejak muda dikenal sebagai sosok wanita karir dan seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam berbagai kegiatan usaha dan kemasyarakatan. Mantan Ketua Umum Iwapi Pusat kini duduk sebagai Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) menggantikan Ny Linda Agum Gumelar yang diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, menggalang bisnisnya bersama-sama dengan pengusaha lemah. Dewi Motik juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP ISIKKI (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia). seorang pengusaha yang hemat.
Lahir dengan nama Cri Puspa Dewi Motik di Jakarta pada tanggal 10 Mei 1949. Tahun 1975 menikah dengan Pramono Soekasno dan dianugrahi 2 (dua) orang anak yaitu Moza Pramita Pramono dan Adimaz Prarezeki Indramuda Pramono. Setelah pernikahan itulah namanya lebih dikenal dengan nama Dewi Motik Pramono.
Ketika masih lajang, Dewi Motik pernah terpilih sebagai Ratu Luwes di Imada (Ikatan Mahasiswa Djakarta) tahun 1968. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai salah satu pemenang None Jakarta dan sebagai Ratu Jakarta Fair. Kemudian pada tahun 1974 dinobatkan sebagai Top Model of the Year. Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1977 terpilih sebagai Wanita Karir Ideal dan pada tahun 1981 terpilih sebagai Wanita Berbusana Terbaik dan pada tahun 1989 terpilih sebagai Wanita Excecutive Berbusana Terbaik.
Ia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta dan Sarjana Seni Rupa di Florida International University, Miami, USA. Ia juga telah menyelesaikan S2 Bidang Pengkajian Ketahanan Nasional (PKN) dan mendapat gelar MSi dari Universitas Indonesia. Awal Agustus 2002 Cri Puspa Dewi Motik Pramono, berhasil meraih gelar doktor. Gelar itu diraihnya setelah ia menyelesaikan pendidikan S-3 Bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari Universitas Negeri Jakarta.
Untuk meraih gelar itu, ia mengikuti perkuliahan secara reguler, membuat desertasi, dan mengikuti ujian sidang doktor. Meskipun ia sudah memiliki nama besar dan cukup dikenal tetapi dalam mendapatkan ilmu ia ingin menjalaninya dengan benar dan wajar. Sehingga, ketika menyandang gelar, ia tidak malu karena memang memiliki kompetensi.
Pepatah, ’Hemat Pangkal Kaya’. sungguh dijiwai oleh Ibu dua anak ini (Moza dan Rizki-panggilan akrabnya) bahkan terus ditanamkan kepada dua buah hati hasil pernikahannya dengan Pramono Soekasno. Berbagai keberhasilan dan kepopuleran yang telah diraih wanita karir ini tak lepas dari perilaku hemat yang dimilikinya. Sifat hemat ini, secara langsung dan tidak langsung, ditularkannya kepada banyak orang. Suatu sifat yang pantas ditiru terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Bila ditanya tentang profesinya, Dr Cri Puspa Dewi Motik Pramono, MSc akan menjawab sebagai ibu rumah tangga. Sebab, ia memang seorang ibu rumah tangga, yang sangat membanggakan kodrati perempuan. Jawaban ini mungkin saja membuat banyak orang ragu, sebab ia lebih dikenal sebagai wanita karir dan jarang pula tampil di depan umum bersama suami tercinta.
Aktivitasnya sebagai pengusaha, penulis, pengajar, dosen, pembicara di berbagai seminar dan juri di berbagai perlombaan. Jadi, ia adalah ibu rumah tangga yang sukses sebagai wanita karir. Aktif dalam berbagai kegiatan usaha, pendidikan dan kemasyarakatan. Baginya semua aktivitas yang dijalaninya harus berimbang dengan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.
Ketertarikannya untuk terjun di bidang usaha dan kegiatan sosial terpatri ketika pada tahun 1975 bersama kakaknya, Dr Hj Kemala Motik Abdul Gafur mendirikan Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Ketika itu ia menjabat sebagai Honorary President Iwapi Pusat.
Sekarang, Dewi Motik menjabat sebagai direktur berbagai perusahaan swasta antara lain Pimpinan Umum De Mono Grup (Lembaga Pendidikan Keterampilan dan Kewiraswastaan De Mono dan Koperasi De Mono), serta pimpinan di beberapa perusahaan. Ia banyak berkecimpung di usaha koperasi dan usaha kecil-menengah, pendidikan lingkungan hidup dan sosial. Usaha kecil yang tengah diigelutinya adalah moto atau motor toko. Sedang dirintis juga becak toko (Bento), mobil, motor distribusi. Semua itu dijalankan oleh rakyat kecil agar mereka dapat hidup sejahtera.
Mengapa ia harus ’repot-repot’ membina usaha kecil? Jawabannya adalah, yang utama dilakukan adalah berbuat dan berusaha. “Biar kita melakukan sesuatu dari apa yang kita miliki, walaupun kecil tapi solid. Jangan banyak meminta tapi tidak pernah berbuat apa-apa. Prinsip saya selalu make it from nothing to something,” paparnya. Di samping itu, orang sering keliru bahwa usaha kecil itu tidak ada untungnya. Yang benar keuntungannya juga besar, sekaligus bermisi membantu pengusaha-pengusaha kecil.
Sebagai Ketua Umum Kowani yang kini dipangkunya, Dewi Motik Pramono tidak mau membuat program yang muluk-muluk, tetapi berusaha berbuat yang bisa dikerjakan, dan terlihat hasilnya dengan segera. Program pertama tetap fokus pada perjuangan kesetaraan jender melalui pemberdayaan wanita Indonesia.
Menurut Dewi Motik, sebetulnya kita telah mengenal perjuangan wanita Indonesia dengan munculnya Panglima Malahayati, Cut Nya Dien dan pejuang wanita lainnya. Namun karena penjajahan Belanda selama 350 tahun telah menyekat wanita Indonesia dalam kesenjangan gender. Alhamdulilllah berkat perjuangan yang keras telah mengangkat derajat wanita Indonesia sejajar dengan kaum pria.
Di Perkotaan kesetaraan jender antara wanita dan pria sudah terjadi. Namun di pedesaan masih terjadi yang lebih menonjolkan keangkuhan pria. Melalui pemberdayaan keluarga yang merupakan konsep Posdaya, kesetaraan jender bisa lebih cepat terwujud, karena melalui Posdaya nilai-nilai kebersamaan dan kesetaraan serta sikap gotong royong dan saling membantu antar sesama menjadi lebih kental.
Niat membantu sesama masyarakat itu dilakukannya dengan tulus. Sebab, kalau niat itu tulus dan ikhlas, terlebih melihat sebagian warga Indonesia yang kurang beruntung, baik karena kecacatan, maupun karena tergerus era modernisasi dan globalisasi, menurutnya, “Insya Allah, Tuhan membuat usaha kita berkembang. Tapi bukan seperti orang yang hanya ngomong besar, yang tidak ada hasilnya. Tuhan juga mengerti jika kita buat kesalahan karena tidak tahu.” Dari usahanya itu, sedikit sekali pengusaha kecil yang tidak mematuhi kewajibannya. Sebagian besar dari mereka lancar dalam pembayaran pinjaman. Aktivitasnya di bidang pemberdayaan usaha kecil cukup membantu untuk membangkitkan gairah masyarakat berusaha di jalan yang lurus.
Sebagai pengajar, ia menanamkan disiplin yang ketat kepada mahasiswa. Namun, penanaman disiplin itu diyakininya tidak akan berjalan bila ia sendiri tidak disiplin. Ia kurang senang bila mahasiswanya terlambat masuk kelas dan di kelas hanya main-main, tidak serius mengikuti perkuliahan. Untuk itu, ia memberi contoh kepada mahasiswa kalau dirinya sendiri bisa tepat waktu dan serius dalam mengajar. Tugas yang diberikan pun pasti diperiksanya dalam waktu secepatnya. Di luar itu, ia juga bisa menerima keluhan, keberatan, bahkan juga saran dari mahasiswanya. Ia ingin mahasiswanya memiliki sikap mental yang tangguh, bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan berdisiplin.Kunci keberhasilan kita dalam menapaki hidup adalah keuletan dan kedisiplinan. Katanya menutup pembicaraan dengan Riri dari Gemari.
Kini aktivitas Dewi Motik bukan hanya terbatas di dalam negeri, tetapi sudah mendunia. Ia banyak mendapat undangan dari luar negeri, baik pemerintahan, lembaga asing, maupun PBB, untuk menyampaikan pandangannya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan hidup berkelanjutan atau di bidang ekonomi dan kewanitaan.
Selama menjadi pembicara, ia konsisten dengan prinsip hidupnya, “from nothing to something”. Maka, kalimat kedua yang dikemukakannya adalah “Make it happen” menghadirkan sesuatu menjadi nyata. Bukan hanya berbicara konsep, namun mengadakan tindakan nyata dan berpengaruh terus. Dan, jangan lupa ungkapan yang mengatakan: ’Hemat pangkal kaya’. qRiri/RIS/HNur
Biodata:
Nama : Dr Cri Puspa Dewi Motik Pramono, MSc
Lahir : Jakarta, 10 Mei 1949
Suami : Pramono Soekasno
Anak : 1. Moza Pramita Pramono
2. Adimaz Prarezeki Pramono
Pendidikan : • S1 Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta
S1 Seni Rupa, Florida International
University, Miami, USA.
• S2 Pengkajian Ketahanan Nasional,
Universitas Indonesia.
• S3 Pendidikan Kependudukan
dan Lingkungan Hidup,
Universitas Negeri Jakarta.
Jabatan Sekarang:
• Pimpinan Umum De Mono Group (LPKK De Mono dan
Koperasi De Mono)
• Presiden Direktur PT Puncak Wawasan Indah
Karir Akademik:
• Dosen Seminar Kewirausahaan pada Fakultas Ekonomi
di Universitas Trisakti dan Universitas Indonusa
Esa Unggul, Jakarta.
• Dosen Luar Biasa Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia pada
Universitas Negeri Jakarta.
Pengalaman Organisasi:
• Bersama Dr Hj Kemala Motik Abdul Gafur, mendirikan IWAPI
(Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) pada tahun 1975
• Menjabat sebagai Ketua Kehormatan Presiden IWAPI Pusat
• Ketua Umum DPP ISIKKI (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan
Keluarga Indonesia)
• Ketua Kadin Indonesia bidang Lingkungan Hidup sampai sekarang
• Ketua Umum DPP IKABOGA Indonesia (Ikatan Ahli Boga
Indonesia) masa bakti 1987-1990 sampai saat ini
• Ketua Subkonsorsium Usaha Jasa Boga dan Memasak Depdikbud
pada tahun 1984- 1987 dan 1987-1990
• Wakil Komisi Umum di Dewan Latihan Kerja Nasional Depnaker
• Dewan Pembina Association Apprel Manufactory Indonesia
• Salah satu Pendiri International Federation of Women
Enterprenuer’s (IFWE) yang berpusat di New Delhi dan sejak 1996
sampai sekarang menjadi Presiden IFWE
• Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia periode 1988-1993.
• Anggota dari lembaga di bawah naungan UNDP PBB yang mempromosikan hasil-hasil produksi barang seni dari negara berkembang atas nama negara -negara Asia.
12. Anggota dari World Assembly of Small & Medium Enterprises (WASME), 1991-sekarang
13. Ketua Umum Iwapi Pusat
14. Ketua Bakornas PKMI (Badan Koordinasi Nasional Pengusaha Kecil dan
Menengah Indonesia), 21 Agustus 1992
15. Dewan Pembina/ Penasehat Koperasi DE MONO (Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah), 1994
16. Dewan Pembina/ Penasehat Kowapi, 1994
17. Ketua Pelaksana “The 3rd Meeting International Federation of Women
Entreprenuers” di Jakarta, 17 September 1994.
18. Ketua Penyelenggara Konferensi Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan
Keluarga Indonesia yang dihadiri oleh banyak negara sahabat di Jakarta,
16-18 Juli 1995
19. Juri “World Young Business Achiever Award”, 23 Januari 1996
20. Pembicara pada seminar “On Improving Trade & Investment antara
Indonesia & Yunani di Athena, Yunani, 4-6 Maret 1996
21. Pembicara pada “International Congress of World Association of Small
and Medium Enterprises” (WASME) di New Delhi, India. Serta menerima
Special Honor Award dari WASME sekaligus terpilih sebagai Wakil President
WASME, 16- 19 April 1996
22. Pembicara dalam “World Convention The Federation of Island Nation for
World Peace” di Tokyo, Jepang, 16-18 Juni 1996
23. Pembicara dalam 5th International Federation of women Entrepreneur
Conference di Adelaide, Australia, 21-24 Agustus 1996
24. Pembicara dalam “Australian Council of Business Women LTd.-Business
Forum” di Sydney, Australia, 26 Agustus 1996
25. Pembicara dalam “The Xth World Association of Small & Medium
Enterprises Congress” di Miami, Florida, USA, 6-9 April 1997
26. Memimpin sidang “The VIth International Federation of Women
Entrepreneurs Conference (IFWE) sebagai President IFWE di Accra, Ghana
-Afrika Barat, 16- 19 September 1997
27. Pembicara dalam “An International Forum of Strengthening Women’s
Business Organization” di Washington DC,USA, 22-24 September 1997
28. Pembicara dalam “FCEM 45th International Congres of Women Business
Owners: oleh The National Association of women Business Owners” Republic
of South Afrika di Cape Town, South Afrika, 12-16 Oktober 1997
29. Anggota Delegasi Indonesia mewakili Dunia usaha pada “Asia Pacific
Forum for Environment and Development (APFED) di Jakarta, 3-6 Mei 2002
30. Anggota Delegasi Indonesia mewakili Business Forum dalam Preparqtory
Committee IV Ministerial Meeting Wold Summit and Suistainable Development
di Bali, 3-6 Juni 2002
Penghargaan al:
:: ”Orang Muda Yang Berkarya” yang diberikan langsung oleh Presiden RI 28
Oktober 1988
:: Orang yang berjasa dalam bidang Pendidikan di luar sekolah dari
Depdikbud 14 September 1991.
:: The Golden Award dari Kadin Udine Friuli Vanesia Italy di bidang
Ekonomi, 24 Mei 1992
:: Women’s of The Year, 17 Juni 1992
:: 21 Kartini Indonesia, 21-6-1992
:: Penghargaan dari Depparpostel, 25-9-1992
:: 12 Wanita Karier Berprestasi Indonesia, 4 Oktober 1992
:: Special Honour dari World Assembly of Small and Medium Enterprises, 18
Desember 1993
:: “Citra Wanita Pembangunan Indonesia 1994”, 7 Juni 1994
:: “Citra Wanita Orde Baru” sebagai wanita yang berperan dalam
perkembangan pengusaha kecil dan menengah, 27 April 1995
:: ”Karya Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, 17-8-1997
:: Profesi Award ’97 dari Yayasan Pedukung Karier dan Prestasi, 10 Oktober
1997
:: ”Peniti Emas” Prestasi Wanita Indonesia, 18 April 1998Dewi Motik
Selengkapnya…PDF |