Edition 110/XI/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | DNIKS | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Kebun Bergizi | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Gebyar Kreativitas Kespro Remaja

Laporan: Rahmawati
 
Para Remaja perlu mempelajari dan memahami betapa berbahayanya penyakit HIV/AIDS dan bagaimana cara mencegahnya. Guna memberikan pemahaman semacam itu, Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Jakarta Timur telah menggelar Gebyar Kreativitas Kesehatan Reproduksi Remaja di beberapa SMP-SMA di Jakarta. Acara tersebut tidak hanya berisikan materi seminar, tetapi juga ajang kreativitas remaja melalui lomba majalah dinding dan karya tulis remaja.
Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pemukiman dan Kependudukan, Drs H Margani Muchtar saat membuka Gebyar Kreativitas Kesehatan Reproduksi Remaja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu mengatakan, Gebyar PIK KRR menjadi wujud kesungguhan Pemda DKI dalam upaya meningkatkan akses informasi dan komunikasi tentang bahaya HIV/AIDS.
“Remaja merupakan Golden Age, usia rentan. Bila diberi masukan positif akan memberi banyak manfaat bagi masa depan remaja,” ungkap Margani yang selanjutnya meresmikan Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) Jalur Sekolah di MAN 9 Jakarta, disaksikan Kepala MAN 9, Kepala BPMPKB DKI, Ketua P2TP2A DKI Jakarta .
Gebyar Kreatifitas KRR dihadiri sekitar 600 peserta dari lingkungan sekolah maupun pendamping PIK KRR Jalur Sekolah. Selain MAN 9 Jakarta, PIK KRR juga telah diresmikan sebelumnya di SMP Negeri 30, SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 42, dengan menggandeng PT Bayer Indonesia.
Dengan adanya PIK KRR di setiap sekolah, kata Margani, diharapkan tercipta komunikasi yang baik antara masyarakat dan sekolah. Para pelajar punya pengetahuan yang bagus, sehingga timbul sikap positif untuk tidak menjadi pengguna narkoba dan jauh dari gangguan penyakit HIV/AIDS. “Diharapkan dengan tumbuhnya perilaku sehat tersebut, mereka bisa menjadi agen-agen untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk berprilaku hidup sehat,” ujar Margani.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menurut Margani, mengajak masyarakat untuk bersungguh-sungguh memperhatikan bahaya penyakit HIV/AIDS, kesehatan reproduksi dan narkoba. Apalagi, kasus HIV terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menyebutkan pada 2005 ada 1873 kasus, tahun 2008 ada 3607 kasus, menginjak 2012 dikhawatirkan mencapai 100.000 kasus. “Untuk itu kita harus menekan sebanyak mungkin hingga 36 kasus pada 2008 nanti,” tandasnya.
Penyebab tingginya kasus HIV karena pengetahuan, sikap dan pemahaman masyarakat yang salah. Seperti, orang dengan penyakit HIV banyak dikucilkan sehingga diidentifikasi penyakit lainnya. Dalam hal ini, pihak pemda DKI telah mengeluarkan Perda Tahun 2008 tentang HIV/AIDS. Tetapi lebih dari itu, Margani menandaskan pihaknya akan terus menyebarkan informasi kegiatan KRR, testing dan konseling bagi penderita HIV.
”Para remaja perlu mempelajari dan memahami betapa berbahayanya penyakit HIV/AIDS dan bagaimana cara kita mencegahnya. Namun yang paling penting adalah dengan cara melakukan pola hidup yang sehat,” ujarnya.

Penyebaran informasi penting
Menurut Margani, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain, menyebarkan informasi keseluruh masyarakat terutama terhadap remaja dengan menitikberatkan pencegahan pada populasi beresiko tinggi.
Selain itu, perlu diciptakan dan kembangkan kemitraan antara instansi pemerintah terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi profesi, organisasi keagamaan, Badan Narkotika dan organisasi-organisasi lainnya. “Kemitraan ini perlu diperkuat agar dapat secara terpadu meningkatkan respon terhadap penanggulangan penyakit HIV/AIDS,” paparnya.
Walikota Jakarta Timur, Drs H Murdhani, MH, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi serta meningkatkan akses informasi yang dapat dimanfaatkan remaja dalam berbagai hal berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, seks bebas yang dapat menghindarkan remaja dari HIV/AIDS.
”Kegiatan Gebyar Kesehatan Reproduksi Remaja tingkat Provinsi DKI Jakarta merupakan puncak dari pembinaan yang rutin dilaksanakan pada sekolah-sekolah yang telah memiliki PIK-KRR di setiap wilayah yang pada tahun ini dilaksanakan di kota Administrasi Jakarta Timur,” ujarnya.
Penetapan MAN 9 Jakarta Timur sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini berdasarkan pembinaan yang telah dilakukan selama ini. Menurut walikota, PIK KRR MAN 9 telah memasuki kualifikasi Tegar yang merupakan kualifikasi tertinggi dari KRR yaitu Tumbuh, Tegak dan Tegar. “Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Gebyar Kesehatan Reproduksi Remaja ini berkat dukungan baik moril maupun materil dari semua pihak dan partisipasi nyata dari warga MAN 9,” ujar Murdhani.
Kepala MAN 9 Jakarta Timur Drs Amri, MM, mengatakan, usia anak dan remaja merupakan suatu priode transisi dalam upaya menemukan jati diri kedewasaan biologis dan psikologis. Karena itu usia anak remaja merupakan periode kritis, akan tetapi strategis untuk tetap dibina dan diarahkan.
”Untuk itu beberapa hal kita lakukan seperti mengadakan lomba majalah dinding tingkat kota yang diikuti oleh sebanyak 30 sekolah binaan PIK-KRR Kantor KB Jakarta Timur, Lomba karya tulis remaja tingkat Provinsi DKI Jakarta, serta ngobrol bareng remaja yang akan diikuti SLTP dan SLTA yang mempunyai PIK-KRR,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubid PSM Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Jakarta Timur Drs H Herry Sudrajad, mengatakan dalam acara ini diisi dengan pembekalan materi terhadap para siswa antara lain, tentang implementasi kesehatan reproduksi remaja dalam Program KB Nasional dari BKKBN Pusat, HIV/AIDS dan dampaknya terhadap generasi penerus bangsa yang disampaikan oleh Sekretaris KPA Nasional, Dr Nafsiah Mboy dan dukungan legislatif terhadap penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi DKI Jakarta oleh Wanda Hamidah dari Komisi E DPRD DKI Jakarta.
Selain itu juga ada materi tentang upaya pencegahan kekerasan anak dalam rumah tangga oleh Wien Ritola Tasmaya, SH selaku Ketua P2TP2A Jakarta dan materi tentang free Sex dan kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan oleh Dr Andon Hestianto, SpOG selaku pemerhati kesehatan reproduski.
”Kegiatan yang diikuti sebanyak 600 orang siswa dan siswi dan para undangan lainnya, diharapkan para generasi muda tidak mudah terperangkap dalam jeratan narkoba serta dalam kehidupan pergaulan bebas yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama,” ujar Herry. qRW

Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online