Edition 110/XI/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | DNIKS | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Kebun Bergizi | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Semangat Baru Membangun Keluarga

Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Para Pembaca yang budiman,
Dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional BKKBN tahun 2010 Wakil Presiden RI, Prof Dr Boediono, yang ekonom terkenal, memuji dan menghargai keberhasilan program KB di masa lalu. Wapres menyebut masa lalu sebagai masa kejayaan program KB. Bahkan karena keberhasilan itu tingkat kelahiran telah menurun dari lebih 5,6 anak di tahun 1970-an menjadi hanya 2,3 anak dewasa ini. Karena itu tingkat pertumbuhan yang rata-rata pernah mencapai di atas 2.3 persen telah menurun menjadi sekitar 1,3 persen saja.
Beliau menyebutkan bahwa terjadi transisi demografi yang menyebabkan perubahan strukur penduduk dan terbukanya kemungkinan adanya deviden demografi yang berlangsung dengan sangat singkat. Apabila kesempatan terbuka itu disertai peningkatan kualitas penduduk maka kita akan sangat berbahagia. Tetapi apabila tidak terjadi peningkatan kualitas penduduk, maka deviden demografi yang berlangsung sangat singkat itu tidak ada manfaatnya.
Karena itu Wakil Presiden mengingatkan agar seluruh petugas BKKBN dan mitra kerjanya waspada dan bekerja keras mengembalikan kejayaan program KB dan Kependudukan di masa lalu. Kalau kita tidak waspada dan pertumbuhan penduduk naik kembali maka tidak mustahil rancangan pembangunan ekonomi akan sangat terganggu.
Peringatan Wakil Presiden itu tepat sekali karena dalam waktu dekat UU nomor 52 tahun 2009 akan diikuti dengan Peraturan Pemerintah dan kemudian dengan Keputusan Presiden yang mengatur pembentukan kantor BKKBN pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota. BKKBN, sesuai dengan UU, harus berusaha keras meyakinkan mitra kerja dan berbagai kalangan untuk menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan.
Penanganan masalah kependudukan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan lainnya harus dilakukan secara terpadu antar berbagai lembaga dan instansi. BKKBN harus pandai-pandai merangkul berbagai instansi pemerintah sekaligus juga menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat dan kaum usahawan. Tanpa kerjasama yang erat tidak mungkin masalah kependudukan yang sangat kompleks dapat diselesaikan dengan baik.
Di kalangan akar rumput sudah waktunya BKKBN menghargai prakarsa masyarakat yang sangat marak dewasa ini dalam pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dan memberikan dukungan kepada masyarakat mengembangkan keterpaduan pembangunan delapan fungsi keluarga sejalan dengan pencapaian delapan sasaran MDGs secara terpadu. Selamat bekerja BKKBN yang baru, semoga sukses mengantar keluarga dan penduduk Indonesia mencapai kesejahteraan yang paripurna.

Haryono Suyono
Pemimpin Umum
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online