Edition 109/XI/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | DNIKS | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gemari Show | Info | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Khusus | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Seputar Raker | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara
 
Select Edition     
General Manager Holcim Ir H Sidik Darusulistyo, MBA
CSR melalui Posdaya Akan Tepat Sasaran

Laporan: Hanur
 
PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant sangat senang, setuju dan yakin bekerja sama dengan Unsoed akan lebih tepat sasaran. Dengan data riel dan dukungan masyarakat sendiri pemberdayaan masyarakat dan lingkungan akan lebih mudah diwujudkan. “Unsoed punya Program dan sumberdaya yang bagus, punya mahasiswa jumlahnya banyak, maka kami yakin,” tegas General Manager PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant Ir H Sidik Darusulistyo, MBA, menjawab pertanyaan wartawan usai Diskusi Kebijakan Peran Posdaya dalam Pemberdayaan Melalui Program CSR di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, 21 Januari lalu.
Disinggung tentang besaran jumlah dana CSR (Corporate Social responsibility) Holcim yang akan disalurkan melalui Unsoed belum disebutkan. “Semua itu tergantung berapa yang diajukan sesuai proposal yang diajukan untuk memenuhi kebutuhan,” jawabnya sembari menambahkan bahwa CSR dari Holcim Group di dunia, terang Darusulistyo, hampir US 40 juta atau sekitar Rp 400 miliar. Sedangkan besarannya tergantung kesehatan perusahaan masing-masing. Dana CSR yang disediakan Holcim Cilacap sekitar Rp 2 miliar mungkin lebih tetapi selama ini penyalurannya masih mengalami kendala, utamanya menyangkut masalah SDM.
Tetapi setelah melakukan kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman, Ir Sidik yakin program pemberdayaan masyarakat akan berjalan mulus. Lebih-lebih Unsoed juga bekerja sama sama dengan Yayasan Damandiri yang mempunyai program bagus, Posdaya. “Oleh karena itu, kami akan menjalankan yang terbaik sesuai dengan misi Holcim. Suatu bisnis memang perlu mencari keuntungan, tetapi harus seimbang antara ekonomi, CSR dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” ujar Sidik Darusulistyo menambahkan.
Darusulistyo mengaku selama tahun 2009 program CSR Holcim penyalurannya mengalami kendala, bahkan dana itu tidak tersalurkan karena masalah penyiapan SDM-nya. Untuk itu, kata Ir Sidik, adanya kerja sama dengan Perguruan Tinggi Unsoed sangat menggembirakan. Kendala itu ke depan akan teratasi dan dana CSR Holcim akan tersalurkan ke masyarakat dengan baik.
Holcim adalah sebuah perusahaan Swiss, mempunyai perusahaan di berbagai negara. Ir H Sidik Darusulistyo, MBA, menjelaskan, sejak tahun 2006-2008 mempunyai omset 35 milyar Swis France. Perusahaan Holcim mempunyai 90 ribu karyawan. Sedangkan di Indonesia sekitar 23 ribu karyawan dan di Holcim Cilacap sekitar 500 karyawan, 70 %-nya asal Cilacap.
“Saya sangat setuju dengan pembentukan Posdaya dan pengembangan ke depannya. Karena program Posdaya adalah sangat menyentuh kepentingan masyarakat di pedesaan yang dapat mengangkat kehidupan menjadi lebih sejahtera,” tegas insinyur muda yang General Manager dalam nada penuh semangat menjawab pertanyaan wartawan. Sembari menjelaskan bahwa CSR adalah merupakan komponen yang mendasar dalam institusi perusahaan.
Menurutnya, ada enam pilar untuk CSR. Pilar pertama, adalah memastikan bahwa operasi Holcim memegang dedikasi yang tinggi dan bagaimana mengelola bisnis yang tinggi. Pilar kedua, memastikan bahwa karyawan harus mendapatkan keuntungan. Pilar ketiga, adalah kenyamanan bekerja merupakan hal yang utama untuk kegiatan operasi harus dijaga. Keempat, komitmen membangun untuk meningkatkan kuwalitas hidup masyarakat di sekitarnya. Kelima, menjaga pelanggan selaku pengguna produk dan keenam monitoring dengan semua pemangku kepentingan termasuk pengembangannya ke depan.
Ucapan itu, kata Sidik, diharap tidak hanya sekedar statemen belaka atau komitmen di atas kertas, tetapi harus direalisasikan dan banyak manfaatnya untuk masyarakat. CSR itu penting, karena ikut memperhatikan kehidupan sosial di sekitarnya. “Tanpa ada itu maka perusahaan itu tidak ada artinya. Oleh karena itu kami membangun pabrik Semen di Cilacap bersama masyarakat juga,” ujarnya.
General Manager PT Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant Ir H Sidik Darusulistyo, MBA, sebagai pembicara dalam forum “Diskusi Kebijakan Peran Posdaya dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR)” yang digelar Lembaga Pemberdayaan Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (LPM Unsoed) lebih rinci menjelaskan bahwa visi dan misi Program Pemberdayaan Masyarakat PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant, memiliki visi: “Mewujudkan masyarakat sejahtera mandiri melalui kemitraan yang harmonis antara Perusahaan, Pemerintah Daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat”. Sedang misinya: “Mendorong kemandirian masyarakat dalam mengembangkan aset ekonomi dan mengembangkan sumber daya alam, lingkungan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia”.
Sasaran CSR di Cilacap Plant adalah kegiatan CSR yang menimbulkan dampak yang besar meliputi: Luasnya dampak menyentuh jumlah penerima manfaat, keterlibatan yang tinggi dari masyarakat, meningkatnya kualitas hidup masyarakat (ekonomi/kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, angka harapan hidup dan lainnya), dan kegiatan CSR yang berkelanjutan (menurunnya ketergantungan terhadap perusahaan, kegiatan usaha yang sehat, rasa memiliki dari masyarakat); Memenuhi tuntutan Legal/permit.
Tentang lokasi sasaran program adalah masyarakat/penduduk yang tinggal disekitar area pabrik, sekitar penambangan bahan baku dan jalur angkutan (bahan baku dan semen) di 19 desa/kelurahan. Kriteria sasaran adalah masyarakat yang marginal sosial ekonominya, bersedia untuk bekerjasama dan berswadaya, dan mentaati pola kesepakatan yang ditetapkan bersama. Sedang Pola pendekatan program adalah bottom-up melalui lembaga CCC (Community Communication Chanel) yang merumuskan kebutuhan dan kegiatan masyarakat setempat.
Berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dikerjakan antara lain bidang ekonomi. Meliputi penyulingan minyak kayu putih, budidaya bandeng dan kepiting cangkang lunak, budidaya itik petelor 500 ekor, penggemukan sapi, budidaya kambing, dan budidaya ayam potong.
Sedang pembangunan infrsstruktur meliputi: plesterisasi 333 rumah, renovasi 4 unit rumah, pembuatan lima buah MCK di Kelurahan Sidanegara dan Kelurahan Lomanis, pembuatan 630 m saluran air pembuangan, perbaikan 22 buah masjid, perbaikan empat unit jembatan di Kelurahan Kutawaru danTritih Lor, pembuatan jalan setapak sepanjang 870 m, pavingisasi halaman dan perbaikan pagar.
Sementara itu Ketua LPM Unsoed, Ir H Sukardi, menambahkan, bahwa KKN Posdaya yang akan dikembangkan ke depan bersama CSR Holcim adalah di Kabupaten, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Tegal, Pemalang, Kebumen, Cilacap dan daerah sekitarnya.
Program ini, kata Ir Sukardi merupakan kelanjutan KKN PPM semester yang lalu yang dipandang belum maksimal untuk dilanjutkan. Kemudian KKU (Kuliah Kerja Usaha) dengan sasaran satu kabupaten dan hanya satu kecamatan, Kecamatan Wanareja, dan hanya satu UKM, dan juga merupakan kelanjutan semester yang lalu. Diharapkan KKN Posdaya dengan sasaran pada 230 desa membentuk 188 Posdaya baru. Di samping ada pendampingan untuk 51 Posdaya, Unsoed sudah mempunyai 137 Posdaya.
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online