Rakortas 50 Posdaya Binaan IPB Posdaya Merangsang Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera
Laporan: Ade
Untuk memberdayakan masyarakat, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc, menandaskan, prestasi yang ditekankan bagi mahasiswanya tidak semata-mata nilai akademik, tetapi prestasi di bidang softskill juga bisa diraih di antaranya kewirausahaan yang ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik. Karena itulah IPB bekerja sama dengan Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono menggerakkan program Go Field Posdaya yang dimulai tahun 2009 lalu dengan menerjunkan mahasiswa IPB dalam pembinaan Posdaya bagi masyarakat di sekitar kampus.
Ini dikemukakan Rektor IPB Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc, pada acara Rapat Koordinasi dan Konsultasi (Rakortas) 50 Posdaya Binaan IPB pada Selasa, 19 Januari lalu bertempat di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor, Jawa Barat. Hadir dalam Rakortas ini para pengurus dan kader dari 50 Posdaya Binaan IPB, para mahasiswa IPB yang selama ini melakukan pendampingan program Posdaya, para dosen pendamping KKN Posdaya, serta para kepala desa, camat, dan utusan dari pemerintah daerah, di antaranya dari Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, Cimahi, Bandung, dan sebagainya.
“Go Field ini tidak ber-SKS (satuan kredit semester), karena dasarnya adalah sukarela. Ternyata mereka lebih bersemangat, dibanding program KKN yang berorientasi nilai SKS, “ tandas Herry Suhardiyanto seraya bersyukur, dari 50 Posdaya yang dibina IPB jumlahnya terus bertambah dan berkembang kegiatannya.
Herry Suhardiyanto berharap berbagai kegiatan yang terangkum dalam aktivitas Posdaya di setiap daerah bisa menjadi solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat melalui program-programnya. Seperti pendidikan anak usia dini (PAUD), perpustakaan keliling, pemberantasan buta aksara, Posyandu, Pospindu lansia, serta berbagai aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.
“Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan serta mari kita sebarluaskan kepada berbagai tempat lain, satu demi satu Posdaya kita kembangkan di setiap lokasi, insya Allah banyak hal yang kita lakukan,” tutur Rektor IPB Dr Ir Herry Suhadiyanto, MSc, di hadapan peserta Rakortas seraya menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bogor, Yayasan Damandiri atas kesepakatan MoU pemberdayaan masyarakat hingga digelarnya acara Rakortas 50 Posdaya Binaan IPB.
Wakil Walikota Bogor yang juga alumnus IPB, Ir Achmad Ru’yat, MSi, mewakili Walikota Bogor yang berhalangan hadir mengatakan, keberadaan Posdaya sangat strategis karena menjadi modal sosial penting.
“Peran pemkot adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat di mana ia tinggal. Di sisi lain keberadaan pemkot memerlukan kerja sama dengan berbagai stakeholders. Dan perguruan tinggi merupakan stakeholder yang sangat strategis untuk bersama-sama, bersinergi mengabdi dan memberdayakan masyarakat sesuai yang diamanatkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,“ ungkap Ir Achmad Ru’yat, MSi, dengan penuh semangat seraya merasa bangga kepada peserta Rakortas yang antusias mengikuti acara.
Achmad menyampaikan apresiasi kepada Prof Dr Haryono Suyono yang tidak pernah lelah, tidak pernah berhenti memberikan sumbangan pemikirannya dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini sangat penting karena institusi keluarga adalah sumber kekuatan dalam mencetak sumberdaya manusia berkualitas. Dicontohkannya, di Kota Bogor ada 165 ribu jiwa dari total penduduk 900 jiwa kini masih hidup dalam kemiskinan.
“Adanya program-program Posdaya diharapkan bisa membangkitkan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinannya. Oleh karena itu, Rakortas ini sangat strategis dalam merumuskan program-program yang menyentuh berbagai aspek baik pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun dalam rangka penguatan modal sosial,” jelas Achmad yang didaulat sebagai keynot spekaer pada acara Rakortas 50 Posdaya Binaan IPB.
Diakui Achmad, penguatan modal sosial ini penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. “Dalam penguatan modal sosial diharapkan golongan kaya memiliki kepedulian untuk membantu golongan yang belum beruntung, karena masih terkungkung dalam kemiskinan di lingkungannya,” tegas Wakil Walikota Bogor Ir Achmad Ru’yat, MSi.
Forum Konsultasi Posdaya
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr Ir Pudji Muljono mengatakan, kegiatan utama Rakortas sebagai wadah koordinasi dan konsultasi dana para pengurus Posdaya Binaan IPB dapat mengkonsultasikan berbagai kegiatannya.
Dikatakannya, di akhir acara ini akan dibentuk Forum Konsultasi Posdaya. Menurutnya, pengembangan Posdaya yang dilakukan P2SDM IPB terdiri dari enam bentuk yakni: kerja sama dengan Yayasan Damandiri, kerja sama dengan pemkot, corporate social responsibity (CSR) berbagai perusahaan, Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tematik Posdaya, Go Field dan Bhakti Sosial.
“Diharapkan melalui kegiatan Posdaya ini bisa menjadi etalase IPB dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang tujuan akhirnya adalah meningkatnya kualitas sumberdaya manusia Indonesia di masa depan,“ tandasnya.
Acara Rakortas menghadirkan pula penggagas Posdaya, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono yang memaparkan tema “organisasi dan isi Posdaya dalam rangka merangsang pemberdayaan keluarga menjadi keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera” didampingi Direktur Akademik Ditjen Dikti Depdiknas Dr Ir Illah Sailah, MS.
“Kita sepakat bahwa Posdaya atau Go to Field mempunyai tujuan sama yaitu membangun program dengan tujuan terpadu untuk masyarakat madani yang lebih kuat. Jadi kalau pemerintah itu dari atas karena birokrasi ini justru dari bawah, kita membangun masyarakat madani yang bersatu,” kata Prof Haryono menyikapi paparan yang disampaikan Rektor IPB mengenai Go to Field di hadapan peserta Rakortas.
Prof Haryono menegaskan bidang-bidang yang bisa digarap Posdaya antara lain: Pertama, bidang kewirausahaan (pelatihan wirausaha, magang, usaha ekonomi yang diikuti kelompok ibu-ibu muda dan remaja perempuan).
“Kewirausahaan ini bisa dikembangkan di antaranya dalam bentuk pemberdayaan keluarga petani, pemberdayaan keluarga peternak, pemberdayaan keluarga melalui Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,” tegas Prof Dr Haryono Suyono.
Kedua, bidang pendidikan berupa pembentukan PAUD, pemberantasan buta aksara, pelatihan ketrampilan anak-anak putus sekolah. Ketiga, promosi hidup sehat. Beberapa kegiatan prioritas dalam promosi hidup sehat antara lain: merangsang budaya hidup sehat dan bergizi, mewujudkan keluarga kecil-bahagia-sejahtera, serta penyegaran Posyandu.
Terkait dengan pertanyaan perlunya Posdaya padahal di masyarakat selama ini sudah ada PKK maupun Posyandu, Prof Haryono mengatakan kehadiran Posdaya bukanlah sebagai pesaing PKK maupun Posyandu. Justru keberadaan ketiganya dapat disinergikan dalam bersama-sama memberdayakan masyarakat.
Prof Haryono berpesan, meski ada mahasiswa yang berperan sebagai pendamping dalam pengembangan program-program Posdaya, namun masyarakat jangan bergantung kepada mahasiswa sehingga jangan sampai kejadian, setelah tidak ada mahasiswa yang mendampingi, Posdaya pun bubar dan masyarakat pun kembali tidak berdaya. “Untuk itu masyarakat perlu pandai-pandai menyerap ilmu dan pengalaman dari proses-proses kegiatan Posdaya,” tandas Prof Dr Haryono Suyono.
Selengkapnya…PDF