Para Pembaca yang budiman,
Bulan Pebruari masih sangat dipengaruhi oleh suasana yang sangat padat pada bulan Januari. Pada awal Januari, di kediaman almarhum Bapak HM Soeharto diadakan selamatan yang dihadiri ratusan kerabat dan sahabat almarhum. Acara khusuk itu membacakan tahlil mendoakan almarhum Bapak HM Soeharto yang meninggalkan kita dua tahun lalu, dan almarhumah Ibu Tien yang wafat beberapa tahun sebelumnya.
Seiring dengan itu keluarga besar Yayasan Damandiri mengadakan ziarah ke Giribangun untuk berdoa di depan makam kedua beliau, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memaafkan kesalahan beliau dan menempatkan beliau di sisiNya sesuai jasa dan amal ibadahnya. Acara itu diikuti ribuan penduduk yang datang berbondong dari berbagai penjuru tanah air yang konon setiap hari memenuhi makam untuk berdoa dan mengenang jasa-jasa beliau.
Kunjungan ke Jawa Tengah itu dimanfaatkan untuk berkunjung ke Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto menghadiri dan memberikan masukan kepada ratusan mahasiswa dan civitas akademika yang menjadi pelopor gerakan KKN Tematik Posdaya di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. Kepeloporan Universitas Jenderal Soedirman itu telah menjadi “triger” dari gerakan KKN Tematik Posdaya bagi banyak perguruan tinggi lainnya. Akibatnya, lebih-lebih dengan restu Menteri Pendidikan Nasional, Gerakan KKN Tematik Posdaya mempercepat pembentukan dan pengisian Posdaya di seluruh Indonesia membangun keluarga sejahtera.
Kita bersyukur pengalaman berbagai perguruan tinggi dalam pengembangan Posdaya melalui KKN Tematik Posdaya yang gegap gempita telah menghantar para mahasiswa terjun ke desa untuk bertemu, berkenalan dan mendampingi setiap keluarga pedesaan membangun keluarga yang dinamik, cerdas, bekerja keras menuju masyarakat sejahtera. Berbagai Perguruan Tinggi, seperti Unsoed, menjalin kerja sama dengan pemda dan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), menempatkan manusia dan keluarga sebagai titik sentral pembangunan.
Mulai bulan Februari Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) juga akan ikut mengajak lembaga-lembaga sosial yang bernaung didalamnya terjun ke desa membantu mengembangkan program preventif dan pemberdayaan agar keluarga Indonesia tidak jatuh miskin atau terperosok dalam berbagai persoalan sosial lainnya.
Akhirnya, sekali lagi marilah kita berdoa agar almarhum Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto yang merintis Yayasan Damandiri ditempatkan di sisiNya sesuai amal ibadahnya, dan kita mendapat perlindungan dan bimbingan dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa, melanjutkan pembangunan demi keluarga Indonesia yang sejahtera. Amin.
Haryono Suyono
Pemimpin Umum
Selengkapnya…PDF |