Edition 108/X/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Catatan Kaki | Cerita sampul | Forum Gemari | Forum Kita | Gema Redaksi | Info | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Khusus | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Stop Press | Wirausaha
 
Select Edition     
Damandiri Siapkan Generasi Bangsa

Laporan: Hanur
 
Yayasan Damandiri tanggal 15 Januari 2010 genap berusia 14 tahun. Sesuai visi dan misinya, Yayasan Damandiri mempunyai kesadaran tinggi di dalam pemberdayaan masyarakat. Selain pemberdayaan keluarga bidang ekonomi, pemberdayaan keluarga bidang kesehatan, dan pemberdayaan bidang lingkungan, Yayasan Damandiri juga memberi perhatian khusus penyiapan generasi penerus bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan. Patut dicatat, sampai dengan akhir tahun 2009, Yayasan Damandiri telah membantu 577 mahasiswa S2 dan 344 mahasiswa S3 dalam menyelesaikan Tesis dan Disertasinya.
Pemberian bantuan beasiswa dan atau bantuan SPP untuk anak-anak SD, SLTP dan SLTA dilaksanakan melalui Lembaga GN-OTA. Dukungan pemberdayaan pendidikan juga diberikan kepada sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) hingga Perguruan Tinggi. Tercatat, sejak tahun 1996 hingga 2003 Yayasan Damandiri ikut serta memberikan bantuan untuk pemberdayaan anak-anak keluarga kurang mampu anak-anak SD, SLTP dan SLTA melalui Lembaga GN-OTA.
Diketahui, selain beasiswa Supersemar yang sudah berjalan sejak tahun 70-an, di tahun 90-an pemerintah juga giat memasyarakatkan Gerakan Sadar Menabung dan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh melalui Tabungan Keluarga Sejahtera untuk Biaya Pendidikan (Takesra Bidik) untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu. Yayasan Damandiri juga melihat persoalan mendesak yang perlu perhatian dan dukungan yaitu pemberdayaan anak-anak keluarga kurang mampu menjelang usia kerja atau yang berkesempatan menjadi mahasiswa.
Dukungan pemberdayaan kepada anak-anak keluarga kurang mampu, diharapkan menjadi terobosan yang lebih cepat dan memberi kesempatan pemberdayaan keluarga diambil alih oleh anak-anak mereka yang mandiri.
Langkah lanjut yang diambil kemudian, sejak tahun 1999 Yayasan Damandiri bekerja sama dengan Yayasan Supersemar, Pemerintah (Kantor Wakil Presiden – Seswapres), Departemen Pendidikan Nasional dan Panitia Pusat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) mengembangkan program dukungan beasiswa bagi anak berpotensi dari keluarga miskin. Yakni program BMU-UMPTN (Bantuan Masuk Ujian Perguruan Tinggi Negeri) berupa pemberian bantuan SPP, tambahan biaya hidup selama satu tahun, pemberian Formulir Pendaftaran UMPTN gratis serta biaya transportasi dan akomodasi selama dua hari mengikuti ujian UMPTN.
Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri berkata, untuk program tersebut persyaratan yang ditetapkan sengaja dipermudah dengan tujuan untuk memberi kesempatan lebih luas bagi anak berpotensi dari keluarga kurang mampu bisa mengikuti seleksi beasiswa BMU-UMPTN. Urutan kegiatan yang dikerjakan adalah membantu anak-anak itu membeli formulir ujian, mondok di tempat ujian dan membayar uang SPP anak-anak itu kalau diterima di Perguruan Tinggi Negeri.
Realisasi program pada tahun seleksi 1999 tercatat sekitar 2.316 peserta BMU-UMPTN, sebanyak 703 peserta berhasil. Pada tahun 2000 dari 2.229 peserta yang ikut UMPTN, 761 di antaranya berhasil lulus, serta masih ditambah 241 orang berasal dari jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK).
Sejak diluncurkan program BMU-UMPTN tahun 1999 hingga 2001 sebanyak 2579 telah menerima Bantuan Uang SPP dan Uang Pembinaan. Sampai Juli 2005 program tersebut telah menyerap dana sebesar Rp 26,5 milyar.
“Belajar dari pengalaman program pemberdayaan Sumber Daya Manusia lewat Proram BMU-UMPTN, Yayasan Damandiri kemudian menyempurnakan dan mengembangkan program sebelumnya. “Program dan dukungan yayasan dipusatkan bagi anak-anak dan remaja kurang mampu, utamanya perempuan, seperti Bantuan Belajar Mandiri (BBM), Bantuan SPP, Bantuan Gerakan Sadar Menabung (GSM) melalui Pramuka/Hipprada, Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) terkait Program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) dan bantuan untuk Penelitian Tesis yang terkait dengan Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan SDM serta Pengembangan Sekolah Unggul,” papar Prof Dr Haryono Suyono.
Aturan pelaksanaan Program Bantuan Belajar Mandiri (BBM) Yayasan Damandiri adalah setiap bulan berjalan. Di setiap kabupaten/kota Tim Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota melakukan seleksi calon penerima yang diusulkan Tim Seleksi Tingkat Sekolah. Selanjutnya Tim Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota menetapkan 3 (tiga), 5 (lima), atau 10 (sepuluh) siswa sebagai penerima BBM. Untuk selanjutnya mengusulkan calon terpilih kepada bank mitra kerja untuk kemudian Bank mitra kerja menerbitkan Buku Tabungan dengan saldo awal sebesar Rp. 300.000 atas nama penerima BBM terpilih tersebut.
Program Bantuan Belajar Mandiri (BBM) terbilang cukup menarik karena diikuti dengan pemberian bantuan SPP bagi siswa penerima BBM yang diterima di perguruan tinggi negeri. Di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang misalnya, dari 643 jumlah penerima beasiswa tahun ajaran 2002/2003, sebanyak 30 persen di antaranya merupakan calon mahasiswa yang masuk lewat jalur Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB) atau di tempat lain dikenal dengan Penyaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD). Dan dulu disebut Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Di antaranya adalah penerima dana BBM dari Yayasan Damandiri.
Program bantuan SPP BMU UMPTN diberikan kepada mahasiswa yang masuk PTN. Program ini diawali dengan memberikan bantuan biaya tes masuk UPMTN sebanyak Rp 300.000,- dan apabila diterima kuliah akan diberikan bantuan biaya SPP selama yang bersangkutan kuliah di PTN.
Pemberian bantuan SPP diberikan kepada mahasiswa mulai tahun 1999/2000/2001 yang diperkirakan pada tahun akademik 2004/2005 telah banyak yang sudah selesai/lulus kecuali yang kuliah di Fakultas Kedokteran.
Sementara itu, Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) terkait program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus (PMSK) diarahkan untuk mendorong dan memberi kesempatan kepada mahasiswa penerima BBP untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dan kreativitasnya sebagai calon pemimpin bangsa, khususnya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
Mereka yang berkesempatan memperoleh bantuan SPP ada yang mengambil D3 atau S 1 berbagai disiplin ilmu, bahkan ada dari jurusan Fakultas Kedokteran dengan hasil menarik. Bantuan tersebut memacu mahasiswa lebih giat belajar. Dokter Stri Nareswari dari FKIK UNSOED yang menerima bantuan SPP Tahun Ajaran 2003/2004 misalnya, menamatkan Sarjana Kedokteran Juni 2007, diambil sumpah sebagai dokter 5 Desember 2009 dan di wisuda Rektor Universitas Jenderal Sudirman Prof Dr Ir Soedjarwo 19 Desember 2009 bersama 774 wisudawan yang lain.
Direktur Pelaksana Harian Yayasan Damandiri Drs Much Soedarmadi menjelaskan untuk tahun 2007, tahun 2008 dan 2009 di saat maraknya Gerakan Posdaya, program pemberdayaan Keluarga Bidang Pendidikan merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya.
Dalam empat tahun terakhir ini Yayasan Damandiri gencar melakukan kegiatan dan program sekolah unggul. Sampai tahun 2008 YDSM sudah mengembangkan sekitar 200 sekolah. Diharapkan sekolah unggul itu bisa membangun sekolah-sekolahnya dengan ukuran lulusan sekolah itu menjadi lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.
Untuk itu sebelum siswa lulus diberi pembekalan-pembekalan dalam bentuk kegiatan pelatihan ketrampilan (lifeskill). Ketrampilan yang diambil disesuaikan dengan keinginan siswa antara lain ketrampilan sablon, reparasi HP, perbengkelan, pelatihan komputer (perakitan atau perbaikan), salon kecantikan. Caranya siswa dengan pendamping guru atau mahasiswa, dimagangkan di kegiatan wirausaha di sekitar sekolah.Dengan demikian 20 siswa terpilih dari masing-masing sekolah itu langsung praktek di lapangan (learning by doing).
Program pengembangan SDM sejak tahun 2005 sampai dengan 2009 bekerja sama dengan 44 PTN/PTS/Lembaga dengan target sasaran membina 180 SMA di 90 kabupaten/kota. Realisasinya adalah mahasiswa yang diberi SPP sebanyak 7.317 mahasiswa, pembekalan bidan sebanyak 6.737 bidan, pelatihan ketrampilan siswa sudah diikuti 14.581 siswa. Mereka juga diberi stimulan modal usaha bersama. Sehingga mereka mampu menciptakan usaha sendiri atau mungkin mereka dapat membantu tempat mereka magang, utamanya mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jadi ukurannya lulusan sekolah unggul itu setelah lulus tidak nganggur karena telah memiliki ketrampilan.
Melalui Program Sekolah Unggul diharapkan kualitas sekolah SMA atau Madrasah Aliyah juga meningkat.Caranya, guru-guru atau Kepala Sekolahnya diberi bantuan dan kesempatan untuk magang atau studi banding melihat sekolah-sekolah yang dinilai maju. Sampai akhir 2009 sekitar 3.517 guru dan 214 kepala sekolah dalam bentuk tim sudah mengikuti program ini. Selain itu sebanyak 844 guru yang bertanggung jawab mata pelajaran yang di UAN-kan (Ujian Akhir Nasional) juga diberikan dukungan dan bantuan untuk melakukan sistim tutorial kepada anak didiknya. Sehingga kualitas dan tingkat kelulusan semakin tinggi. Kegiatan ini difasilitasi Lembaga Pengambdian Masyarakat (LPM) perguruan tinggi. LPM bekerja sama dengan pemerintah dan Pemerintah Daerah menunjuk sekolah-sekolah peserta program sekolah unggul. Bila dinilai baik diharapkan pemerintah daerah mengembangkannya.
Dengan bantuan dari Yayasan Damandiri diharapkan generasi muda berprestasi dari keluarga kurang mampu mempunyai kesempatan yang lebih baik dan bisa menyelesaikan tugas-tugas akademisnya dengan lebih baik. Apabila telah selesai nanti diharapkan mereka bisa menjadi tulang punggung keluarganya dalam membangun keluarga sejahtera dan bermakna dalam pembangunan bangsanya. Dengan kata lain Bantuan Biaya Pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Damandiri merupakan salah satu upaya menyiapkan generasi bangsa menatap masa depan lebih sejahtera.
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online