Metode presentasi dari berbagai bidang pekerjaan memiliki kebutuhan berbeda. Untuk memudahkan kita mengenali kebutuhan apa saja yang perlu dipersiapkan saat mempresentasikan sesuatu, belum lama ini Haryono Suyono Center (HSC) Jakarta, menggelar pelatihan presentasi bagi fasilitator outbound.
Terkadang sesuatu bisa saja terjadi yang membuat hasil presentasi kita di muka umum gagal total. Mungkin saja listrik mati, sehingga media audio visual yang menjadi andalan utama tidak bisa digunakan. Tak kalah pentingnya, manakala mental kita ternyata tidak cukup siap untuk menerangkan segala sesuatunya. Lalu, apa yang harus kita lakukan?
“Anda punya satu kemampuan, jangan bergantung kepada kecanggihan teknologi,” tegas instruktur yang juga salah satu penyiar tetap Radio DFM 104.3 Jakarta, Dadang Kadarusman, menyemangati para peserta pelatihan untuk diajak terus berpikir sesuai permintaan.
Untuk memancing para peserta pelatihan ini mengeluarkan “bekas” pengalamannya, Dadang menjelaskan dengan gaya khasnya yang cukup energik. “Dari semua pendapat anda sekalian, sebenarnya kita hanya membutuhkan tiga sarana utama. Yaitu, siswa atau peserta, diri kita dan segala sesuatu antara saya dan peserta,” ujar Dadang menyampaikan kesimpulan setelah berlama-lama dengan putaran permainan “otak”.
Vokal suaranya yang mengingatkan kita pada Mario Teguh sang motivator, Dadang juga tidak segan-segan melakukan gerakan-gerakan laksana seorang pesulap. Istilah yang digunakan, antara saya dan peserta, tentu saja cukup menohok sebagian pemikiran peserta bahwa argumen yang dipikirkan berlari sangat jauh, sementara jawabannya ada di sekitar dirinya.
“Ini yang disebut natural intelegence yaitu kemampuan manusia untuk mengambil pelajaran dari benda-benda yang ada di sekitarnya. Kita tidak bisa mengidentifikasikan dengan lancar apa saja yang dibutuhkan, itu sangat natural (wajar),” jelasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan diri ini, Dadang memberikan beberapa tips kepada peserta pelatihan yang sebagian besar merupakan fasilitator outbound dari kalangan guru, karyawan, aktivis dan mahasiswa. Pertama, harus mampu berekplorasi. Dua, harus melakukan awarness. Tiga, melakukan riset sebelum melakukan presentasi. Empat, perbanyak link (jaringan).
Selengkapnya…PDF |