Edition 106/X/2009
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gemari Show | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Membangun Kebersamaan Antar Generasi

Laporan: Prof Dr Haryono Suyono
 
Akhir bulan lalu bangsa Indonesia memperingati hari bersejarah yang sangat penting yaitu Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2009. Hari sumpah pemuda, seperti namanya, adalah pernyataan komitmen dari kaum muda yang ingin melihat bangsa ini bersatu, tidak terpecah-pecah, sehingga, seperti halnya sapu lidi, kalau setiap lidi berdiri sendiri-sendiri, pasti mudah dipatahkan. Tetapi kalau bersatu dengan kokoh, tidak ada yang ingin menonjol keluar dari persatuan dan kesatuan, maka segala sampah yang ada akan dapat disapu bersih.
Demikianlah tekad generasi muda pada tahun 1928-an di Indonesia, mereka menempatkan diri dalam suatu persatuan dan kesatuan yang kuat untuk mengusir penjajah dan membangun Indonesia yang jaya.
Dalam peringatan yang sangat penting ini, utamanya dengan adanya Kabinet baru, kita merenung bahwa generasi muda masa lalu, yang berjuang tanpa pamrih, sebagian besar telah meninggal dunia. Bahkan mungkin saja pemimpinnya sudah semuanya tidak ada, dan kalaupun ada, sudah tidak lagi memegang kekuasaan dalam pemerintahan, apalagi muda.
Kita yakin bahwa biarpun deklarasi yang dicanangkan pada tanggal 28 Oktober itu diberi nama Sumpah Pemuda, pasti gagasan persatuan dalam sumpah itu bukan persatuan antar generasi muda, tetapi persatuan dan kesatuan antar seluruh generasi. Pasti tidak terbetik bahwa yang bersatu generasi muda saja, yang tua boleh tercerai berai, atau saling memaki. Semua generasi, dalam lingkungannya sendiri atau antar generasi harus bersatu padu saling memberi dan saling memperkuat untuk membangun bangsa dan negaranya.
Dalam konteks ini kita terkejut bahwa bangsa ini, yang dalam banyak indikator ekonomi dan politik sudah maju, mampu mempertahankan stabilisasi ekonomi dengan pertumbuhan yang meyakinkan, mampu mengadakan pemilihan umum dengan damai dan lancar, serta melantik semua anggota DPR, DPD, DPRD, bahkan seluruh jajaran Kabinet dengan damai, tetapi dalam nilai-nilai budaya dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih jauh ketinggalan. Angka-angka IPM di Indonesia tidak pernah beranjak pada nomor urut di atas angka 100, bahkan laporan PBB terakhir pada tahun 2009 yang baru saja dikeluarkan, menempatkan Indonesia pada urutan ke 111, jauh di bawah seluruh negara ASEAN, kecuali Vietnam yang memang baru merdeka.
Untuk itu Yayasan Damandiri dan mitra kerjanya sejak beberapa tahun lalu telah menawarkan konsep dan wahana berupa Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) untuk mengembangkan kesadaran dan kegiatan bersama memacu dan memicu pembangunan sosial budaya yang lebih terarah dan seimbang dengan pembangunan ekonomi dan politik. Pembangunan sosial kemasyarakatan dan budaya melalui kerja sama yang lebih erat antar generasi itu sekarang diadopsi oleh banyak perguruan tinggi melalui Program KKN Tematik Posdaya. Program KKN tersebut ditujukan untuk mempercepat pembentukan, pengisian dan operasionalisasi kegiatan Posdaya di seluruh wilayah KKN Tematik Posdaya.
Pembentukan Posdaya memungkinkan seluruh generasi, tua dan muda, menyisihkan perbedaan partai, asal usul golongan, suku, tua dan muda, serta perbedaan lainnya, untuk melihat pembangunan atas dasar kebutuhan pemberdayaan setiap keluarga dan setiap anggotanya. Mereka dipetakan, didaftar kekurangannya, sehingga seluruh komunitas di desa atau dukuhnya dapat ikut membantu dan mendampingi agar proses mengejar ketertinggalan tidak terasa berat. Masing-masing keluarga harus bekerja keras, harus memahami kekurangan mereka, dan siap untuk bekerja bersama mengatasi masalah yang mereka hadapi.
Dengan tekun mereka mengirim anak-anak balitanya membangun kebersamaan karena umumnya sudah mempunyai anak balita seorang saja. Dengan berkumpul bersama anak balita tetangganya mereka mulai menjalin kerjasama sejak dini sehingga benih-benih persatuan dan kesatuan dapat ditegakkan secara kuat. Mereka bersuka dan berduka bersama sehingga saling mengerti dan mengetahui kelebihan serta kekurangan temannya, dan karena itu bisa saling isi mengisi. Persatuan dan kesatuan yang digalang itu akan menjadi perekat persatuan yang kuat.
Lebih dari itu, dalam proses pemberdayaan, setiap orang tua yang biasanya dibebani tanggungan anak-anak balita yang manja dan perlu pengawasan, dengan mengirim anak-anak balita ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mereka bebas dan dapat mempersiapkan kemampuan untuk terjun dalam bidang ekonomi yang menguntungkan. Dengan terjun dalam bidang ekonomi maka ketergantungan kepada suami atau bantuan pemerintah dapat diperkecil, bahkan dapat dihilangkan. Keluarga miskin dengan adanya suami dan isteri yang dua-duanya bekerja akan mendapat kesempatan bangkit dari keterpurukan lebih cepat dan tidak mustahil angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) akan bisa naik lebih dari rata-rata nasional yang setiap tahun tidak pernah lebih dari angka rata-rata 1 persen tersebut.
Kebersamaan dalam Posdaya memungkinkan seluruh kekuatan ekonomi yang kini bercita-cita membangun ekonomi kerakyatan dapat mempergunakan kelompok yang ada untuk diberdayakan secara bertahap menjadi kekuatan ekonomi bersama yang akhirnya akan tumbuh sebagai koperasi. Kekuatan ekonomi koperasi yang dilandasi kerja keras dan terarah oleh seluruh anggotanya akan menjadi pendorong tumbuhnya kekuatan daya beli rakyat yang menjadi salah satu ukuran yang sangat penting dari IPM atau HDI. Peringatan Hari Sumpah Pemuda bisa menjadi awal dari kebangkitan bangsa!
*)Penulis adalah Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS, mantan Menko Kesra dan Taskin, Menteri Negara Kependudukan dan Kepala BKKBN, sangat mencintai anak bangsanya – www.haryono.com.
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online