Edition 99/X/2009
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gemari Show | Haryono Show | Info Program YDSM | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Peluncuran Buku Otobiografi
MENGUBAH LOYANG MENJADI EMAS

Laporan: Donni/MSD
 
Peluncuran buku otobiografi Haryono Suyono yang diadakan di Aula Birawa Bidakara Jakarta Selatan tanggal 11 pebuari 2009 berjudul “Mengubah Loyang Menjadi Emas” sangat menarik, karena dikisahkan menuai banyak pujian, baik dari sejumlah rekanan, sahabat lamanya, mitra kerja maupun pejabat pemerintahan. Otobiografi Haryono Suyono dinilai banyak kalangan diibaratkan sebagai kisah perjalanan panjang program Keluarga Berencana (KB) yang dirintis oleh sosok lelaki desa sederhana namun memiliki semangat dan cita-cita luar biasa.
“Kalau bicara BKKBN, tidak lihat orang lain. Hanya Haryono Suyono,” cetus Akbar Tanjung yang secara spontan diamini oleh semua undangan yang hadir, publik jadi tahu bahwa Prof Haryono yang pernah menjadi Kepala BKKBN dan identik dengan program KB, berhasil meluncurkan kisah hidupnya termasuk kiprah semasa aktif di pemerintahan dan dunia internasional melalui buku. Dan ini memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Buku tersebut bisa menjadi sebuah cerita panjang bagi perjalanan KB. Tidak salah bila Prof Haryono Suyono sudah menjadi sebuah ikon program KB. Dokter pribadinya yang kini dipercaya menjadi Kepala BKKBN, dr Sugiri Syarief, MPA pun mengaku sempat down bila tiap kali program KB disebut-sebut, justru nama Prof Haryono Suyono–lah yang selalu muncul di permukaan.
“Sampai sekarang, Prof Dr Haryono Suyono masih Kepala BKKBN. Saya adalah penggantinya kelima. Ini fakta. Sebuah kesulitan bagi saya, karena trade mark-nya Prof Haryono. Contohnya saat revitalisasi KB, oleh Presiden SBY selalu yang disebut-sebut program KB saat Prof Haryono memimpin BKKBN,” ungkap Sugiri yang sudah sekian lama mengidolakan figur Haryono Suyono sebagai teman, guru sekaligus bapak baginya. Sugiri bahkan ingin mencontoh Haryono. Bagi dia, Prof Haryono adalah seorang gigih, tidak kenal lelah dan idenya bervariasi.
“Buku yang saya tulis sendiri ini merupakan desakan beberapa wartawan yang dekat dengan saya. Mereka mengumpulkan kliping berita dari wawancara dengan saya, sehingga menjadi acuan bagi saya dalam merangkai peristiwa demi peristiwa di buku ini,” cetus Prof Haryono penuh haru, seraya mengucapkan terimakasih tak terhingga untuk mereka yang telah bekerja keras mendukung lahirnya buku bertajuk “Mengubah Loyang Menjadi Emas” setebal 429 halaman ini.
Bagi kerabat terdekatnya, terutama mereka yang pernah menjalin kerja sama dengannya, Prof Haryono Suyono merupakan sosok yang selalu mendengar aspirasi bawahannya maupun atasan, sehingga ia dijuluki sebagai komunikator yang hebat. Bukan hanya mantan Wakil Presiden Jenderal Try Sutrisno yang mengakui Haryono Suyono sebagai karakter komunikator efektif, hal senada juga dilontarkan Sudomo, Sutiyoso, Akbar Tanjung dan para undangan lainnya.
Selamat kepada Bapak Prof Dr Haryono Suyono yang meluncurkan buku otobiografi dengan judul Mengubah Loyang Menjadi Emas.

Sesi 1
Sesi 2
Sesi 3
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online