Edition 96/IX/2009
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Gemari | Forum Kita | Gema Redaksi | Haryono Show | In Memoriam | Info | Info Program YDSM | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Deputi Direktur Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Yayasan Damandiri Dr Rohadi Haryanto:
Sampai Tahun 2008 Bina 180 SMA di 90 Kabupaten/Kota

Laporan: Haris
 
Menurut Deputi Direktur Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Yayasan Damandiri Dr Rohadi Haryanto, program pengembangan SDM yang dilaksanakan sejak tahun 2005 bekerja sama dengan 44 PTN/PTS dengan target sasaran sampai tahun 2008 telah membina 180 SMA di 90 Kabupaten/kota. Sampai Oktober 2008 telah berhasil dilakukan program pelatihan terhadap 3.350 siswa atau 57,4% dari target sebanyak 5.840 siswa, meningkat rata-rata 3,1% setiap bulannya dibandingkan enam bulan terakhir.

Realisasi kegiatan program pengembangan SDM secara kumulatif sejak tahun 2005 sampai Oktober 2008 telah dilaksanakan berbagai program seperti kegiatan life skill sebanayak 5.935 siswa, guru magang sebanyak 1.945 guru bantuan SPP terhadap 3.785 mahasiswa, pembekalan bidan sebanyak 4.698 bidan, tutoring guru sebanyak 492 guru dan manajemen kepala sekolah sebanyak 84 guru Kepala Sekolah.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, selain pelatihan siswa, juga dilaksanakan program guru magang. Sebanyak 852 guru atau 90,6% dari target sebanyak 940 guru meningkat rata-rata 5,8 % setiap bulannya dibandingkan 6 bulan sebelumnya.
Selain memberikan pelatihan siswa dan guru magang juga diberikan SPP terhadap 1.068 mahasiswa atau sebanyak 29,7 % dari target sebanyak 3.600 mahasiswa, meningkat rata-rata 7,2% dibandingkan enam bulan terakhir. Sedangkan untuk pembekalan Bidan realisasinya sebanyak 1.124 bidan atau 51,4% dari target sebanyak 2.188 bidan, dengan peningkatan 7,7% setiap bulan.
Khusus untuk Tutoring guru realisasinya sebesar 232 guru atau 46,6% dari target sebanyak 498 guru meningkat rata-rata 27,3 % setiap bulannya. Selain itu, kata DR Rohadi Haryanto, kegiatan lokakarya manajemen kepala sekolah juga telah dilaksanakan dengan realisasi 44 orang Kepala Sekolah atau 23,5% dari target sebanyak 187 orang berarti meningkat rata-rata 16,7% setiap bulannya.
Untuk lebih meningkatkan realisasi program pemberdayaan SDM, sejak 2007 wilayah garapan diperluas menjadi 8 wilayah, yaitu;
@ Wilayah Barat-1. Koordinator Yayasan Indra meliputi Kota Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Serang, Kota Ciulegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
@ Wilayah Barat- 2 dengan koordinator P2SDM IPB (Institut Pertanian Bogor) yang meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, lmapung Tengah, Kota Bandung,Kabupaten Bandung, Sumedag, Kota Cimahi, Kuningan dan Subang.
@ Wilayah Barat –3 dengan koordinator Dew’s Consultan yang meliputi wilayah Kota bengkulu, Rejang Lebong, Seluma, Bengkulu Utara, Kota Pangkal Pinag, Bangka, Kota Palembang, Ogan Ilir, Kota Prabumulih, dan Muara Enim.
@ Wilayah Tengah -1 dengan koordinator LPM Universitas Diponegoro yang meliputi wilayah Kota Semarang, Grobogan, Brebes, Rembang, Kendal, Demak, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, dan Kudus.
@ Wilayah Tangah-2 dengan koordinator UNS yang meliputi wilayah Kota Solo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Wonogiri, Gunung Kidul, Kulonprogo, Bnatul, Sleman, Kota Yogyakarta, Pacitan dan Klaten.
@ Wilayah Timur-1 dengan koordinator LIPM UNAIR yang meliputi Kota Surabaya, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Madiun, Magetan, Nganjuk, Bangkalan, Sampang, dan Tuban.
@ Wilayah Timur-2 dengan Koordinator UNMER Malang meliputi wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Lumajanga, Kediri, Tulung Agung, Jember dan Banyuwangi.
@ Wilayah Timur-3 dengan Koordinator Yayasan Damandiri yang meliputi wilayah Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Lombok Tangah, Lombok Timur, Gowa dan Kota Makasar.
Pengembangan Posdaya
Program pengembangan yang saat ini sedang disiapkan Yayasan Damandiri, menurut Deputi Direktur Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Yayasan Damandiri Dr Rohadi Haryanto, adalah pembentukan dan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya, yang merupakan forum silaturahmi, komunikasi, advokasi, dan wadah kegiatan peguatan fungsi-fungsi keluarga.
Dalam hal-hal tertentu, Posdaya dapat juga menjadi wadah pelayanan keluarga terpadu yaitu pelayanan keluarga secara berkelanjutan dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang kesehatan, pendidikan dan wirausaha agar keluarga dapat tumbuh mandiri. Untuk menopang kekuatan sumberdaya manusia Indonesia dikembangkan model Posdaya berbasis SMA, berbasis Masjid dan berbasis masyarakat.
Dalam upaya menopang program Posdaya yang digulirkan Yayasan Damandiri, sejak tahun 2007 lalu sampai sekarang telah terealisasi pembentukan Posdaya baik yang berbasis SMA, masjid maupun yang berbasis masyarakat. Sampai akhir 2008 berhasil dibentuk 104 unit Posdaya berbasis SMA, 30 Posdaya berbasis Masjid serta hampir 500 unit Posdaya berbasis masyarakat yang bekerja sama dengan Pemda Kabupten/Kota. RIS
Selengkapnya…PDF
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online