LATAR BELAKANG
OST kali ini dirancang untuk memaparkan model keberhasilan dan mengundang masukan dari Gerakan Pemberdayaan dilapangan.
Untuk keperluan itu ditentukan Desa Pasir Mulya di Kota Bogor sebagai ajang OST. Dibawah fasilitasi dan bimbingan P2SDM-IPB desa ini telah berhasil membina Posdaya Paripurna dimana antara lain termanifestasikan dengan semua kegiatan dasar terselenggara dan keluarga GAKIN telah terentaskan.
PESERTA OST 3
Peserta OST berinduk lembaga dan instansi didalam dan luar negeri, serta kader lapangan yang berpotensi mumpuni. Diantara mereka ada dari Kedutaan Besar Somalia, Mesir, dari ICOMP/Kuala Lumpur, prgram officers UNFPA, JHU-CCP, pejabat Bappeda Jabar dan Jatim, LPM universitas negeri dan swasta, P3M (keagamaan) BK3S, turut bergabung pula para peserta dari Yayasan Masyarakat Tertinggal Riau, Habitat For Humanity Indonesia. Semua peserta berjumlah 29 orang.
Berikut peserta OST 3 "BEST PRACTICES AND CHALLENGES IN FAMILY AND COMMUNITY EMPOWERMENT"
Jakart-Bogor, 10-12 Agustus 2008
Mr. Ahmed Yaoussef (Embassy of Egypt)
Mr. Yasin Yusuf Abdi (Embassy of Somalia)
Mr. Samidjo (UNFPA)
Mr. Ahmad Pua Tuo (UNFPA)
Ms. Elizabeth K.M. bolodadi A.M.Tru
Mr. Heri Haerudin (Johns Hopkins)
Drs. Rudoro Susanto (Menkokesra)
Ir. Jusni Meirida, MURP (BKKBN)
Mr. Suwandi, S.Sos, Msi (BAPPEDA JATIM)
Mr. Rosmananda, SKM., MTP (BAPPEDA JABAR)
Dr. Drs. Syafrudin Budiningharto, SU (LPPM UNDIP)
Drs. Edy Legowo, M.Pd (LPM UNS)
Mr. H. Fajar Supanto, SE, Msi (LPM UNMER MALANG)
Drs. Masduki, Msi (LPM UNMUH Malang)
Mr. Bambang Yulianto, SpD (LPPM UNNES)
Mr. Rusham, SE., MM (LPPM UNISMA BEKASI)
Mr. Imam Thoha Masyhuri (P3M)
Drg. Sri Rupiaty (Yayasan Masyarakat Tertinggal Riau)
Hidayat Sri Sutarjo (K3S Kota Bekasi)
M. Jadi Suraji (K3S Kota Bekasi)
Ms. Lim Hwei Mian (ICOMP Malaysia)
Ms Herry Hutahaean (Habitat For Humanity)
DAMANDIRI :
1. Dr. Pudjo Rahardjo, MPIA
2. Drs. Mazwar Noerdin
3. Dadi Permadi
4. Fadil Binnur
5. Isriani Mira
6. Ary Yusnita
7. Donni Hanafi
CATATAN PELAKSANAAN
OST 3 dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, pada tanggal 10-12 Agustus 2008, bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, dan di Desa Pasir Mulya, Kota Bogor, University Farm – IPB, dan di Kampung Sunda di Desa Sindang Barang, Bogor. Pada tanggal 12 Agustus dilakukan paparan dan diskusi PoA (Rancangan Kegiatan) oleh para peserta.
OST diawali dengan Arahan Kebijakan (keynote address) oleh Bapak Prof Dr Haryono Suyono. Prof Haryono Suyono mengetengahkan priorotas yang perlu diletakkan pada pembangunan dengan tema "people first". Juga kaitan antara pengembangan pemberdayaan keluarga dengan 8 Fungsi Keluarga dan 8 Sasaran MDGs. Dalam upaya dan gerakan pemberdayaan sebagai pokok pikiran yang melandasi POSDAYA dengan segala bentuk dan manifestasinya.
Prof Haryono Suyono menekankan bahwa sudah saatnya paradigma baru yang memuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Paradigma lama yang dilandasi kekuasaan dan kewenangan sudah waktunya untuk diganti dengan pemberdayaan yang dilandasi semangat Gotong Royong, Kemandirian dan Pemberdayaan. Dalam hal inilah ditekankan oleh Prof Haryono Suyono, prioritas untuk melestarikan kembali (revival) semangat Gotong Royong sebagai modal kultural.
Video Pembukaan
KUNJUNGAN DAN OBSERVASI DI DESA PASIR MULYA
POSDAYA Pasir Mulya ini mengesankan karena dibina oleh SMA Rimba Madya Bogor, dipimpin oleh Kepala Sekolah (Ibu Cahyani), para guru dan siswa yang sangat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Didesa Pasir Mulya ini "revival" Gotong Royong nampak nyata, diantaranya dengan peran aktip LANSIA ("Silver College"), PAUD, kegiatan remaja, berperan sejajar mengupayakan keluarga dan masyarakat sejahtera.
Didesa Pasir Mulya ini pula nampak sinergi dalam upaya mobilisasi potensi pembangunan, dari Pemda pada tingkat kelurahan hingga dunia usaha yang ada disekitarnya. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah pentingnya PENGAKUAN/RECOGNITION diberikan kepada masyrakat dan keluarga di desa Pasir Mulya atas prestasi mereka.
Video Pasirmulya 1
Video Pasirmulya 2
Video Pasirmulya 3
KUNJUNGAN PENGAMATAN KE UNIVERSITY FARM – IPB
Diskusi berlanjut dengan fokus upaya peningkatan kesejahteraan petani kecil, bahkan petani tanpa lahan diperkotaan. Oleh Pimpinan P2SDM dan Pimpinan University Farm dipaparkan bagaiman konvergensi antara petani kecil dengan permintaan pasar dapat difasilitasi dan diintervensi dengan Teknologi tepat guna.
Video University Farm 1
Video University Farm 2
Video University Farm 3
ACARA PENGAMATAN LAPANGAN KAMPUNG SUNDA, BOGOR
Ditempat ini "wrap up" dari pengamatan sehari itu dilakukan. Suasana perdesaan lebih mendukung diskusi sambil melihat pertunjukan khas setempat.
PAPARAN PoA
Paparan PoA dilakukan oleh para peserta dari Mr. Suwandi, S.Sos, Msi (Bappeda Jatim), Mr. Rusham, SE., MM (LPM Unisma Bekasi) dan M. Jadi Suraji (BK3S Kota Bekasi), Ir. Jusni Meirida, MURP (BKKBN Pusat) dan Drs. Edy Legowo, M.Pd (LPM UNS), Ms. Lim Hwei Mian (ICOMP – Malaysia), Mr. Yasin Yusuf Abdi (Embassy of Somalia). Kesan penyelenggara adalah bahwa PoA yang dipaparkan menyimpulkan penyerapan dari substansi OST, terlebih lagi karena beberapa mereka memang pembina POSDAYA ditempat masing-masing.
Diskusi yang berkembang dari paparan tersebut adalah bahwa POSDAYA sukar didefinisikan karena berkembang setempat, dan bahwa yang perlu dikembangkan adalah indikator keberhasilan, walaupun indikator semacam ini akan ditentukan oleh tempo dari gerakan ini.
Video PoA 1
Video PoA 2
Video PoA 3
PENUTUPAN
Arahan Penutup diberikan oleh Bapak Dr Loet Affandi. Beberapa butir arahan beliau tercantum berikut:
Menurut beliau yang terpenting dalam upaya POSDAYA adalah 'revival' dari semangat Gotong Royong, karena dari sinilah segala upaya akan bersumber.
Yang Kedua adalah pengembangan dan pembinaan jejaring dan kemitraan. Ketiga adalah pengmbangan dan pembinaan dukungan Pemda dan bagaimana memerankan mereka. Beliau juga mengingatkan bahwa ciri dan elemen yang berperan dimasing-masing daerah sangat khusus. (Donni/Pudjo)
Video Penutupan

|