Dewasa ini pembangunan dibidang sosial telah menjadi obsesi bagi para penentu kebijakan dari berbagai tataran. Tujuan dari pembangunan dibidang sosial pada hakekatnya adalah untuk memperkecil kesenjangan antara lapisan masyarakat yang mampu dengan yang kurang beruntung. Upaya pembangunan ini dapat dilakukan, salah satunya dengan memberikan lebih banyak kesempatan dan peluang bagi semua pihak. Sehingga dengan demikian upaya menghapus kemiskinan dilakukan melalui pendekatan yang komprehensf dan berkelanjutan.
Kenyataan menunjukkan bahwa dibanyak masyarakat membangun, pendekatan yang tepat menuju pada kesejahteraan penduduk, masyarakat dan keluarga, masih jauh dari nyata. Di masa lalu Indonesia telah berhasil “memasarkan“ pendekatan POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu). Namun pendekatan itu pun tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan di akar rumput yang terus berkembang pesat. Mencermati hal tersebut Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI), mengembangkan konsep baru yang diberi nama POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga).
Pada hakekatnya POSDAYA merupakan model untuk memberikan upaya pemberdayaan bagi keluarga, sehingga mereka dapat saling membantu dan mendukung dalam kehidupan di masyarakat. Fleksibilitas dari model ini adalah dapat diterapkan dalam semua kehidupan bermasyarakat dan kehidupan keluarga, misalnya dalam upaya ekonomi, dalam kehidupan beragama, bahkan dalam kehidupan budaya mereka.
Ini merupakan model yang disajikan kepada semua pihak terkait dan yang berminat untuk di telaah secara mendalam dengan harapan, model ini dapat diterapkan guna memenuhi kebutuhan di tingkat akar rumput. Dalam kerangka inilah Yayasan DAMANDIRI menyelenggarakan forum berbagi pengalaman dan “best practices” dalam pemberdayaan keluarga yang diberi nama OBSERVATION STUDY – TOUR (OST) ON THE EMERGING PARADIGM FOR EMPOWERING THE FAMILY AND COMMUNITY FOR WELFARE ENHANCEMENT AT THE GRASS ROOTS.
Tujuan utama dari OBSERVATION STUDY – TOUR (OST) ini adalah untuk menerapkan konsep pemberdayaan semua segmen usia dari keluarga dan masyarakat melalui POSDAYA berbasis masyarakat dan berbasis individu dalam upaya pembangunan sosial dan ekonomi.
Adapun tujuan khususnya adalah :
Pertama adalah untuk menyajikan pengalaman POSDAYA kepada para peserta internasional maupun nasional;
Kedua adalah memaparkan pengalaman Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat dalam upaya pembangunan sosial melalaui model POSDAYA serta model-model lain yang ada;
Ketiga adalah mengajak para peserta untuk menerapkan model POSDAYA dan juga model-model lain, dalam komunitas masing-masing sesuai dengan kondisi setempat;
Keempat dan yang terakhir adalah untuk menyajikan kepada peserta internasional dan nasional pemanfaatan POSDAYA sebagai lokus data basis untuk upaya pembangunan sosial dan ekonomi dan program-program lain di masa mendatang.
Para peserta internasional dan nasional diundang untuk turut serta dalam Observation Study Tour (OST) selama satu minggu, dengan rincian waktu 30 persen untuk orientasi dan diskusi, disusul 60 persen untuk pengamatan dan diskusi di lapangan. Sedangkan 10 persennya lagi untuk evaluasi dan merumuskan formulasi pemikiran guna kemungkinan penerapan setelah para peserta kembali.
Peserta OST ini terdiri dari para pejabat pemerintah dan non-pemerintah, pada tataran nasional dan sub-nasional, yang dewasa ini terlibat aktif dalam upaya pembangunan sosial. Cakupan upaya pembangunan sosial memang meliputi spektrum yang sangat luas, dan dapat diarahkan pada semua segmen penduduk, namun kesemuanya ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan individu maupun keluarga dan komunitas sekeliling.
Dijadwalkan para peserta OST akan mengikuti kegiatan observasi lapangan di POSDAYA Kaswari, di Dusun Pundung, Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. POSDAYA Kaswari terbentuk pada awal April 2007, bersamaan dengan terbentuk POSDAYA di semua dusun yang ada di Desa Wukirsari. Sebelumnya di dusun-dusun tersebut telah ada Kelompok Swadaya Dusun yang fungsi dan kegiatannya hampir sama dengan POSDAYA.
Setiap bulan POSDAYA Kaswari mengadakan sarasehan yang dihadiri oleh semua pengurus POSDAYA beserta seluruh kader kelompok kegiatan yang ada. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh berbagai kelompok antara lain, BKB (Bina Keluarga Balita), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia), TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) untuk bidang pendidikan. Untuk bidang kesehatan meliputi, Posyandu, Bina Lingkungan Keluarga, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), IHPP (Integrated Health Program) dan Bahtera ( kelompok obat tradisional ). Sedangkan dalam bidang kewirausahaannya ada kelompok pengusaha konveksi, pedagang makanan, pedagang keliling, pengusaha tanaman hias, kelompok peternak, dan sebagainya.
Yogyakarta

|