Edition 83/VIII/2007
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gemari Show | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Pendidikan | Remaja & Pembangunan | Stop Press | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
Yayasan Damandiri Dengan Maksud Yang Sangat Luhur, Untuk Membangun dan Memberdayakan Sumber Daya Manusa

Laporan: Donni
 
Tanggapan Prof Dr Haryono Suyono (Ketua Yayasan Damandri) terkait dengan ulang tahun ke 12 Yayasan Damandiri, dalam kemasan acara "Menyongsong Hari Ulang Tahun ke 12 Yayasan damadiri", disiarkan oleh D radio 103.4 FM tanggal 14 Januari 2008 pukul 08:00-09:00.
Berikut petikan ucapan dari Prof Dr Haryono Suyono:

Selamat Pagi para pendengar yang saya cintai
Assalamualaikum Wr Wb
Dalam kesempatan ini, saya mohon sekiranya saudara-saudara kiranya para sahabat yang mendapatkan atau menjadi mitra Yayasan Damandiri ikut mendoakan pak Harto. Karena Pak Harto dahulu bersama-sama pak Sudwikatmono dan Om Liem dan bersama dengan saya, memprakarsai Yayasan Damandiri dengan maksud yang sangat luhur, yaitu untuk membangun dan memberdayakan sumber daya manusa. Karena kita tahu pada saat itu pemerintah telah sangat kuat dalam membuat program, program dalam bidang kesehatan dalam bidang pendidikan dengan berbagai inpres.
Tetapi nampaknya pada saat itu pada tahun sembilan puluhan, dimana keadaan ekonomi makro tidak bisa menggenjot lagi, penurunan kemiskinan perlu dilakukan pendekatan-pendekatan yang lebih khusus, yaitu dengan pendekatan langsung pemberdayaan manusia dan keluarga-keluarga miskin. Sehingga pada waktu itu dikandung maksud untuk memberikan kemudahan, nah disitu muncul Yayasan Damandiri, tidak terpisah dan tidak dipisahkan dengan program pemerintah karena disatu pihak pemerintah dalam bidang pemberdayaan sangat kuat dalam bidang pendidikan, sangat kuat dalam bidang kesehatan tetapi selalu pendekatan ekonomi untuk keluarga miskin kalau melalui bank, itu diperlukan apa yang dinamakan agunan. Diperlukan bunga. Padahal keluarga miskin itu sedang merangkak dari pendidikan yang Cuma SD menjadi tamat SD dengan inpress, tamat SMP dengan Inpress atau dengan wajib belajar itu belum bisa berkompetisi.
Sehingga harus dilakukan dengan kemudahan-kemudahan, kalau perlu pinjaman dengan subsidi bunga 100 persen. Itulah sebabnya kemudian diajari menabung, diajari kredit kukesra yang sama sekali tidak ada bunganya kecuali ongkos administrasi. Disitulah sebenarnya inti dari pendirian Yayasan Damandiri, diperlukan pengumpulan dana, makanya namanya "dana" atau katakanlah dengan simbol pundi.
Jadi pundi ini diperuntukan untuk keluarga miskin sebagai pancingan bunga yang pertama diberikan kepada keluarga hanya ongkos administrasi, lainnya ditanggung oleh Yayasan Damandiri. 100 persen hampir, lalu bank nya sendiri bunganya tetap saja dibayar oleh Yaysan Damandiri dan itulah yang sekarang kita lakukan. Jadi kelompok-kelompok yang bersedia sebagai koperasi, maka kita korting bunganya sampai 30 persen, orang-orang yang petugas-petugas pada kesehatan masyarakat kita berikan korting bunganya sampai 30 persen. Seperti bidan misalnya, guru-guru kalau perlu kita berikan korting, karena itu merupakan pemberdayaan sumber daya manusia.
Jadi saya mohon hendaknya ini dimengerti dalam keadaan Pak Harto sedang krisis, kadang-kadang kondisinya pagi bagus kemudian sore turun lagi, kita semua sudah kumpul-kumpul dan sudah berdoa semua dan lain sebagainya, pelan-pelan kondisinya naik lagi. Jadi situasinya belum stabil dan termasuk sangat labil karena pak Harto itu didukung dengan peralatan-peralatan modern. Yang berfungsi secara baik itu otak beliau, Saluran-saluran pernafasan tidak berfungsi, makanannya dilakukan melalui infus. Jadi kalau dokter menyatakan berfungsi, berfungsi dalam keadaan makanannya dilewatkan dalam saluran infus bukan makannan yang melalui mulut beliau. Jadi ini adalah salah satu situasi yang memprihatinkan. Oleh karena itu dalam kesempatan ulang tahun Yayasan Damandiri, karena tujuan beliau hanya satu yayasan itu saja sudah begitu luhurnya, belum yayasan-yayasan yang lain. Saya mohon Maaf saja para kritikus-kritikus yang pedas-pedas itu, barangkali tidak mendalami, apa makna yang tercetus didalam pendirian yayasan-yayasan ini. Seakan-akan kayak korupsi dan sebagainya, sama sekali tdak!
Saya yang begitu dekat dalam memproses ini, sangat tahu persis, betapa pak Harto itu ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. (Donni)
Rekaman Acara
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online