Lima tahun mendatang, peserta akseptor KB pria dihadapkan pada pilihan alat kontrasepsi beragam. Tidak lagi terfokus pada dua pilihan, kondom dan medis operasi pria (MOP). Tetapi dengan menggunakan hormon seperti yang layaknya digunakan akseptor KB perempuan.
“Ada implant, suntik dan pil. Dengan adanya penggunaan alat kontrasepsi berbentuk hormon ini diharapkan perkembangan KB bisa meningkat,” cetus Dr Siswanto A Wilopo, Deputi Bidang Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana BKKBN Pusat usai menyaksikan peresmian TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) di depan Kantor Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan pada tanggal 19 Juli 2005 lalu.
Ketertarikan pria untuk melakukan MOP diakui Siswanto masih susah. Antara lain karena kurangnya dukungan dari para istri. “Terkadang banyak para istri tidak setuju, pasangannya ber-KB. Oleh karena itu kita selalu mengadakan terobosan baru agar kaum pria tertarik ber-KB.”
Terobosan lainnya adalah mengeluarkan produk kontrasepsi dalam bentuk koyo. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi terobosan menarik. Karena, partisipasi pria dalam ber-KB masih di bawah dua persen. Sehingga kita harapkan peran media cetak maupun elektronik untuk mempropagandakan bahwa KB juga milik pria,” ucap Siswanto seraya menambahkan, “jadi salah kaprah kalau menganggap KB hanya milik wanita.”
Sementara itu, partisipasi pria menjadi akseptor KB di Jakarta, menurut Kepala BKKB DKI Jakarta Dra Kasmiyati, MSc terus meningkat. Hal ini ditandai dengan pemakaian MOP yang pada tahun 2004 mencapai 2,62 persen. “Selain selalu mengupayakan sosialisasi alat kotrasepsi mantap pria, dalam waktu dekat kami juga akan mengadakan paguyuban KB pria di 267 kelurahan. Mudah-mudahan target 4 persen di tahun 2005 ini bisa tercapai.”
Kegiatan TMKK yang digawangi oleh Komando Daerah Militer Jaya (Kodam Jaya) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BKKB DKI Jakarta dan Kodya Jakarta Selatan ini ini cukup mengundang antusias masyarakat untuk berduyun-duyun datang ke kantor kecamatan untuk memperoleh kesempatan berobat gratis yang diagendakan setahun sekali ini.
“Masyarakat kita kadang lupa lupa bahwa dirinya itu sebenarnya sakit tapi tidak tahu terkena sakit. Oleh karena itu, TNI membantu untuk mengingatkan kembali dengan membantu sarana prasarana mewujudkan kesehatan masyarakat,” tegas Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo yang antara lain juga ikut memberikan santunan kursi roda bagi tiga orang penyandang cacat, beasiswa bagi anak sekolah dan penyeraha tanaman obat keluarga. RW |