HARGANAS 2005, ANGIN SEGAR PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN
Laporan: H.Harun Nurochadi - Sekjen Ikatan Penulis KB Pusat , Donni
Hari Keluarga Nasional diilhami peristiwa menyatunya pejuang kemerdekaan yang terpisah pisah di pegunungan dan tersebar di berbagai pedesaan. bertemu kembali dengan keluarganya di Yogyakarta ibukota RI dimasa perang kemerdekaan. Proses itu dimulai 22 Juni 1949. Pada tanggal 29 Juni 1949 penjajah Belanda hingkang dari wilayah RI. Tanggal keramat itulah yang diambil sebagai Hari Keluarga.
Untuk tahun ini Hari Keluarga secara nasional dipusatkan di Lapangan MONAS (Monumen Nasional) Jakarta tanggal 3 Juli 2005. Ada semacam gerak penghangatan kembali pembangunan berwawasan kependudukan sebagai kunci jawab tantangan era global. Dalam Rakernas KB 2005, Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono sudah memulai dengan mengingatkan semua pihak tentang pentingnya Pembangunan Keluarga Sejahtera melalui Program Keluarga Berencana, mutlak harus berhasil.
Hal demikian akan mengangkat angka HDI Indonesia dari lumpur dalam selama ini. Simak sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kepala BKKBN DR.Sumaryati Aryoso pada Harganas 2005.. 3 Juli 2005 di Lapangan MONAS Jakarta. Kegiatan Harganas di berbagai propinsi akan melengkapi laporan ini..