Pokok-pokok Sambutan Prof Dr. Haryono Suyono,
Wakil Ketua I Yayasan Damandiri
Penasehat Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM)
Pada Pertemuan di Malang, 8 Januari 2005-01-06
1. Lomba ini merupakan sarana saringan awal, atau ajang prakualifikasi untuk menentukan dan memilih SMA berprestasi yang bisa diajak bekerja sama untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi SMA Unggul.
2. SMA Unggul yang dikembangkan mengandung dua pengertian, yaitu unggul karena secara bisa menghasilkan lulusan yang secara akademis mempunyai kemampuan tinggi dan nilai-nilai yang tinggi pada mata pelajaran yang dianggap penting untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Siswa tersebut dengan lancar bisa menyelesaikan kuliahnya dengan mulus dan berhasil. Pengertian yang kedua adalah unggul karena setiap siswa yang lulus mempunyai kemampuan hidup mandiri dalam masyarakat karena mendapat latihan, pengalaman dan menguasai ketrampilan yang banyak gunanya untuk hidup mandiri. Keunggulan itu juga mempunyai akibat bahwa yang bersangkutan mempunyai “nilai jual” yang tinggi dalam masyarakat luas.
3. Sekolah-sekolah SMA yang berhasil merebut “juara”, yaitu memenuhi syarat-syarat siap menjadi SMA Berprestasi atau SMA Unggul akan diangkat sebagai “SMA Unggul” oleh berbagai Perguruan Tinggi anggota Jaringan Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM). Pada tingkat awal setiap Perguruan Tinggi akan membina dan menjadi Orang Tua Angkat bagi sebuah “SMA Unggul”.
4. Sekretariat LIPM di Surabaya dengan Yayasan Damandiri akan bekerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi mitranya untuk membantu SMA Unggul binaan tersebut dalam beberapa kegiatannya. Pertama, bekerja sama menjadikan SMA Unggul itu bisa menghasilkan lulusan yang mempunyai keunggulan Akademis dan mempunyai keunggulan kemandirian.
5. Bantuan pertama diprioritaskan pada dukungan kepada siswa klas III SMA, terutama anak perempuan dari keluarga kurang mampu. Untuk itu, dalam lomba di Kabupaten Malang, setiap Perguruan Tinggi jejaring LIPM diharapkan memilih sebanyak-banyaknya 4(empat) sekolah SMA untuk masuk “final”. Dalam enam bulan pertama, setiap Perguruan Tinggi akan membina satu SMA terpilih sebagai model sekolah yang dikembangkan. Setiap SMA Unggul Model akan dibantu mengembangkan latihan dan pembelajaran ketrampilan khusus (life skills), agar setiap siswa kelas III, utamanya anak keluarga kurang mampu, mempunyai ketrampilan dan kemampuan pribadi untuk hidup mandiri. Disamping itu, sebanyak 10 sampai 25 siswa, terutama siswa perempuan ( dengan perbandingan 7 : 3 – perempuan berbanding laki-laki ), yang sudah mengikuti latihan, akan dibantu untuk latihan wirausaha secara mandiri atau “magang” pada usaha ekonomi atau usaha mandiri yang lokasinya ada di sekitar sekolah.
6. Apabila magang pada usaha ekonomi yang letaknya di sekitar sekolah tidak menguntungkan, siswa-siswa tersebut bisa juga magang di tempat lain yang tidak terlalu jauh, atau tempat lain yang dipandang menguntungkan dan mudah dicapai oleh siswa. Magang tersebut dilakukan bergantian dengan anak sebaya yang tidak sekolah atau drop out. Artinya, setiap sekolah memberi kesempatan anak usia SMA yang tidak sekolah, atau anak DO, untuk mengikuti latihan ketrampilan yang diadakan di sekolah. Anak yang tidak sekolah dan usianya sebaya SMA ikut diusahakan menjadi partner magang. Mereka ikut bekerja di tempat usaha pada pagi hari, sedang siswa yang aktif sekolah di pagi hari melakukan tugas magang pada siang atau sore hari, secara bergantian. Dengan demikian program magang ini sekaligus bisa menolong melatih ketrampilan anak-anak usia sebaya SMA, yang sekolah maupun tidak, dan tempat tinggalnya atau kegiatan magangnya di sekitar sekolah.
7. Kegiatan magang dapat pula di lakukan di kantor-kantor usaha ekonomi produktif, bank atau kantor lainnya yang ada di sekitar sekolah. Prinsip magang adalah memberikan pengalaman praktek kepada setiap siswa, atau memberi keuntungan kepada siswa dan kepada usaha dimana siswa ikut menikmati latihan praktek di tempat usaha magang tersebut.
8. Pengurusan ijin, pengaturan siswa magang dan pengawasan disiplin siswa magang menjadi tanggung jawab setiap sekolah.
9. Dengan rekomendasi anggota Jejaring LIPM, yaitu Perguruan Tinggi Pembina, setiap Sekolah yang dibina akan diberikan bantuan dana sebagai dukungan modal oleh Yayasan Damandiri dan LIPM untuk bantuan pinjaman modal bagi pengusaha yang menerima siswa magang. Jumlah dana untuk setiap paket setiap siswa rata-rata sebesar Rp. 500.000,-. Dana tersebut akan diberikan oleh Yayasan dan LIPM sebagai dana abadi kepada dan menjadi milik sekolah, tetapi harus tetap disimpan pada Bank BPD agar bisa digulirkan bagi siswa magang setiap tahun ajaran, dan bergulir kembali pada tahun ajaran berikutnya. Selain dana tersebut, kepada setiap sekolah akan disediakan dukungan bantuan untuk pelatihan dan pembinaan life skills, misalnya untuk mengundang guru pelatih ketrampilan, atau untuk mengirim siswa-siswa “berguru” ke tempat latihan. Jumlah bantuan untuk pelatihan itu berkisar antara Rp. 5.000.000,- - Rp. 10.000.000,- selama satu tahun dan ditentukan oleh LIPM atas rekomendasi mitra jaringan Perguruan Tinggi pembina. Kepada Sekolah Unggulan yang dikembangkan akan dikirimkan juga paket buku tentang pembelajaran ketrampilan usaha mandiri sebagai bahan referensi dan koleksi perpustakaan sekolah.
10. Selain program magang untuk siswa, untuk meningkatkan mutu pengajaran akademis di sekolah SMA Unggul yang terpilih, serta SMA lain di sekitarnya, dalam tahun 2005 akan dilaksanakan program magang bagi Kepala Sekolah / Guru. Prioritas program yang pertama untuk membantu peningkatan mutu guru dan Kepala Sekolah dari sekolah yang kurang maju, atau sekolah yang sedang berkembang, dengan magang ke sekolah yang ditunjuk atau ke sekolah yang lebih maju. Tujuan program magang ini adalah memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah/Guru dari Sekolah yang sedang berkembang untuk tinggal dan mempelajari proses pengajaran dari sekolah di daerah yang sama, atau di daerah lain yang ditunjuk, atau di sekolah yang dianggap lebih maju. Hasil magang itu selanjutnya dapat diadopsi untuk dilaksanakan di sekolahnya masing-masing. Untuk tahun 2005, Yayasan Damandiri bersama LIPM menyediakan dukungan bantuan dana untuk magang bagi 1000 Kepala Sekolah dan Guru. Bantuan dana tersebut untuk membantu transportasi, biaya hidup selama satu bulan magang dan untuk biaya transportasi mengenal kampus Perguruan Tinggi di sekitarnya, serta untuk pembelian buku referensi, apabila diperlukan.
11. Guru atau Kepala Sekolah dari Sekolah Unggul yang terpilih menjadi “tuan rumah” dari guru-guru yang magang dari sekolah lain di sekitarnya, atau guru yang datang dari propinsi lain yang dianggap bisa mengambil manfaat magang di sekolah yang diunggulkan tersebut.
12. Sebaliknya Guru dan Kepala Sekolah dari Sekolah yang diunggulkan bisa juga magang ke sekolah lain yang dianggap unggul. Guru dan Kepala Sekolah tersebut bisa memilih sekolah lain, yang mungin berada di propinsi lain untuk magang dan mengambil studi perbandingan atau mengambil manfaat yang dianggap berguna untuk lebih meningkatkan mutu sekolahnya.
13. Untuk membantu SMA binaan, Perguruan Tinggi pembina dapat menugaskan mahasiswa semester VII/VIII untuk membantu pengembangan kerjasama antara Perguruan Tinggi dan SMA binaannya. Penugasan tersebut sekaligus merupakan kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan mulus dan praktek pembekalan untuk hidup mandiri. Kepada setiap mahasiswa yang telah duduk pada semester VII/VIII dan mendapat penugasan, akan diberikan dukungan bantuan biaya SPP.
14. Tugas bagi setiap mahasiswa adalah ikut membantu siswa, kalau perlu ikut memberikan pembekalan usaha mandiri, ikut mendampingi siswa selama magang pada usaha ekonomi produktif, membantu menghubungi penduduk yang berminat, sekaligus juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk ikut merangsang penduduk sekitar sekolah, atau sekitar kampusnya, menjadi usahawan yang mandiri. Mahasiswa membina dan mendampingi siswa SMA, atau membina dan mendampingi wirausahawan mikro yang ada di sekitar sekolah atau sekitar kampus untuk bersama-sama maju.
15. Untuk membiayai kegiatan di sekitar sekolah, atau di sekitar kampus, bisa diperoleh dana dengan cara pinjaman atau bantuan kredit dari BPD Jatim dan Bank Bukopin dengan cara-cara dan kemudahan seperlunya. Perguruan Tinggi, para mahasiswa dan para siswa dapat bertindak mengantarkan calon nasabah yang bankable ke bank-bank menurut pilihan nasabah yang bersangkutan.
16. Dengan cara ini diharapkan kerjasama antara siswa dan mahasiswa yang bisa memompa semangat untuk bersama-sama maju. Bagi mahasiswa juga bisa merupakan kesempatan emas untuk menarik adik-adiknya sekolah lebih tinggi pada perguruan tinggi yang dinilainya mempunyai kualitas tinggi.
17. Program ini diharapkan merangsang Perguruan Tinggi untuk menggalang kerjasama dengan mitra kerja SMA-SMA yang bermutu sehingga di masa depan dapat menghasilkan lulusan yang bisa ikut merangsang perkembangan Perguruan Tinggi dengan keluaran lulusan dengan mutu yang tinggi dan sekaligus terampil.
18. Kegiatan dalam program diatas bisa juga menjadi bahan untuk menulis tesis, disertasi atau bahan-bahan kajian untuk disumbangkan pada pembangunan yang lebih luas dan menguntungkan rakyat banyak. |