Edition 47/V/2004
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gema stroke | Info | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Pendidikan | Quiz | Remaja & Pembangunan | Seputar Raker | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
KIPRAH REMAJA MENANGGULANGI AIDS

Laporan: Wawan Rusmawan
 
Masalah AIDS merupakan salah satu maalah yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Hal ini disebabkan hingga sekarang AIDS TERUS MEMBURU BANYAK KORBAN DI BERBAGAI PENJURU DUNIA TAK TERKECUALI DI
INDONESIA. Para Penderita HIV/AIDS terdiri dari kelompok usia tua, remaja hingga bayi yang tak berdosa. Dan yang memprihatinkan orang yang terkena AIDS ini belum/tidak bisa diobati. Memang AIDS sudah merupakan ancaman kemanusian yang paling menakutkan. Tidak aneh kalau kemudian dunia mengingatkannya dengan Hari AIDS se dunia pada 1 Desember.
Semua orang terutama remaja Indonesia selayaknya bersikap waspada terhadap wabah AIDS ini. Betapa tidak Sebagaimana dikutip DR Zubairi Djoerban (l991) menunjukkan 50% orang terinfeksi virus HIV berusia kurang dari 25 tahun dan 20% penderita AIDS berusia sekitar 20 tahun. Dan menurut data WHO tahun 1999 jumlah penderita AIDS di seluruh dunia telah mencapai 39,2 juta jiwa, jumlah yang meninggal 21,8 juta, 3,4 juta diantaranya merupkan anak-anak di bawah usia 15 tahun. Selanjutnya, sebagaimana dilansir Kompas edisi 10 Januari 2003 di seantero dunia diperkirakan 11,6 juta remaja usia 15-24 tahun hidup dengan HIV/AIDS. Jumlah ini terus bertambah karena setiap hari sekitar 6000 remaja usia l5-24 tahun terinveksi HIV/AIDS.Di Indonesia sendiri, meski belum diketahui jumlahnya secara akurat, namun diperkirakan jumlah penderita AIDS termasuk para remaja terus meningkat. Melihat banyaknya remaja yang menjadi korban AIDS ini tidak aneh bila Badan Kesehatan Se Dunia dalam memperingati Hari AIDS se dunia menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan thema “Pemuda dan AIDS”. Kegiatan ini menggambarkan banyaknya kaum muda terinfeksi HIV/AIDS.
Remaja adalah calon pemimpin dimasa depan. Di tangan mereka lah maju mundurnya bangsa ini. Karena itu bangsa ini membutuhkan para remaja yang sehat phisik serta mentalnya. Bukan remaja yang lemah seperti remaja yang terkena narkoba atau terserang HIV/AIDS. Bila remajanya sakit atau lemah bisa dibayangkan masa depan bangsa dan negara kita ini berada diambang kehancuran. Melihat begitu bahayanya ancaman HIV/AIDS terhadap masa depan bangsa kita maka genderang perang menanggulangi penyebaran HIV/AIDS harus terus menerus digelorakan oleh semua pihak terutama oleh para remaja.Guna mewujudkan upaya penanggulangan
HIV/AIDS sudah barang tentu remaja harus dibekali ilmu tentang HIV/AIDS dengan memadai melalui berbagai layanan informasi HIV/AIDS.

Bentuk layanan informasi HIV/AIDS bagi remaja/pelajar.
Untuk menambah wawasan, pengetahuan remaja/pelajar sekitar masalah HIV/AIDS ini telah ada beberapa usaha layanan informasi HIV/AIDS baik yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta yang memiliki kepedulian tentang bahaya HIV/AIDS ini dan pentingnya hidup sehat bagi remaja, antara lain berupa:
a. Penyuluhan kesehatan; salah satu contoh penyuluhan yang mengupas tuntas tentang masalah AIDS ini yaitu: “Penyuluhan Bahaya Narkoba, Minuman keras, dan HIV/AIDS bagi pemuda-pelajar se-Jawa Barat”. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh para pengurus OSIS, pemuda Karang Taruna, dan Remaja Mesjid yang berasal dari berbagai kota di Jawa Barat. Aktivitas ini berlangsung di Lembang Bandung Jawa Barat.
b. Menerbitkan buku-buku kesehatan, brosur-brosur kesehatan, poster dll. Upaya pemerintah membina kesehatan remaja/pelajar dilakukan juga melalui berbagai bahan bacaan terus digalakkan dengan menerbitkan buku saku kesehatan berjudul :Yang perlu diketahui oleh remaja tentang kesehatan”, Depkes 1992. Buku ini membahas tentang pentingnya kesehatan bagi para remaja dan menyoroti berbagai aspek penyakit termasuk bahaya AIDS, cara penularannya dan cara-cara pencegahannya. Juga menerbitkan buku kesehatan remaja lainnya.
c. Melalui kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Dalam kegiatan belajar mengajar bisa dipaparkan pentingnya hidup sehat sesuai tuntunan agama. Dibahas pula soal bahaya AIDS lewat pelajaran Biologi, Agama, Penjaskes. Atau bisa juga distribusi informasi soal AIDS ini melalui kegiatan Ekstra Kurikuler seperti dalam kegiatan Pramuka dan dalam aktivitas Palang Merah Remaja.
d. Penyajian informasi HIV/AIDS ini dapat pula dikemas dalam bentuk sandiwara radio, pertunjukan drama, sinetron atau pertunjukan lain. Kegiatan ini diharapkan mampu menggugah minat para remaja untuk mengetahui lebih banyak soal-soal kesehatan dan soal HIV/AIDS.
e. Melalui kegiatan Peer Education. Adalah upaya sistematis yang dilakukan para akhli untuk mempengaruhi dan menyebarkan pengalaman serta pengetahuan mereka kepada kaum muda melalui perwakilan kaum muda yang telah memperoleh diklat khusus. Dalam peer education para remaja mendapat diklat mengenai isu-isu kesehatan seputar HIV/AIDS, Seks yang sehat, penyalah gunaan obat. Mereka ini menjadi akhli dikalangan teman sebayanya.(PR 12 Sept 2004). Para remaja ini terjun menjadi juru kampanye bidang kesehatan yang didalamnya mengupas soal-soal yang berhubungan dengan AIDS ini. Aktivitas peer education bisa dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Dengan menyerap banyak informasi yang baik tentang masalah urgennya hidup sehat dan masalah HIV/AIDS ini maka para pelajar/remaja ini dapat mengetahui arti penting jidup sehat dan memahami ancaman AIDS bagi kehidupan mereka serta masa depan bangsa, para remaja ini akan berupaya hidup sehat sesuai norma-norma agama serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang mengarah terhadap penyebaran AIDS ini. Tak hanya itu mereka akan saling mengingatkan sesama teman atau remaja lainnya lewat kampanye “Hindari AIDS dengan cara hidup yang sehat yang Religius” agar selamat dari ancaman AIDS ini. Bila semua remaja/pelajar mampu menjaga dirinya dari bahaya AIDS ini niscaya harapan lahirnya generasi muda yang sehat, beriman dan bertaqwa sebagai calon pemimpin dimasa datang bisa terujud. Semoga begitu adanya. (Penulis adalah praktisi pendidikan dan pemerhati masa;lah remaja tinggal di Cimahi 40525 Jawa Barat).
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online