Edition 42/V/2004
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Bantuan Pendidikan | Cerita sampul | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Gema stroke | Info | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Utama | Liputan Khusus | Pendidikan | Quiz | Remaja & Pembangunan | Seputar Raker | Tokoh Teladan | Wawancara | Wirausaha
 
Select Edition     
IMPOTEN PADA PRIA

Laporan: Harun Riyanto
 
Pembaca Yth , salah satu masalah yang dikirim melalui e-mail yang masuk ke mail box saya awal bulan Mei adalah kiriman Ny L.A dengan keluhan yang telah kami edit sebagai berikut:
Saya seorang istri berusia 29 tahun, suami 33 tahun. Kami menikah sekitar 8 bulan yang lalu. Sejak kami menikah hingga sekarang kami belum pernah melakukan Hubungan Suami Istri. Masalahnya suami saya tidak ada gairah seks, tidak dapat terangsang dan penisnya tidak ereksi meskipun sudah diberi rangsangan. Keadaan ini membuat kami kecewa dan sering terjadi pertengkaran. Akhirnya pada bulan ke-2 perkawinan kami memutuskan untuk berkonsultasi ke Dokter Kandungan dan Dokter Pakar Seksologi terkenal untuk mengetahui permasalahan sebenarnya. Dokter tersebut bertanya kepada suami saya, Apakah pernah mengalami trauma seks dan pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Jawaban suami saya belum pernah. Kemudian suami saya disuruh menjalani pemeriksaan Infertility Test dan USG Abdomen-Penis.Adapun hasil tesnya sebagai berikut : Hasil pemeriksaan Infertility Test : dalam batas normal, kecuali L.H dibawah normal. Hasil pemeriksaan USG Abdomen - Penis : tidak ada kelainan organ. Dokter tersebut hanya mengatakan ini adalah Masalah Psikis saja tanpa mau menjelaskan lebih lanjut tentang LH tersebut (karena waktu konsultasi hanya kurang dari 5 menit sehingga kami sangat sulit untuk meminta penjelasan lebih lanjut). Dokter tersebut menyuruh Suami untuk menjalani terapi sinar di daerah sekitar panggul (katanya untuk mengeluarkan energi negatif). Suami saya menjalani pengobatan terapi tersebut 10 x setelah itu kami kembali konsultasi dengan Dokter tersebut. Hasilnya belum ada kemajuan dan suami saya diberi obat seperti viagra dengan dosis yang rendah namun tidak ada perkembangan. Akhirnya suami saya putus asa dan tidak mau diajak untuk cross check ke Dokter ahli yang lain. Yang mau saya tanyakan kepada Dokter Harun adalah :
1. Apakah "LH" tersebut dan mohon penjelasan secara mendetail? , dan Apa fungsi-fungsi dari "LH" tersebut ? Adakah hubungan "LH" dengan kehilangan gairah seks? Apakah memang benar kekurangan LH di diri suami saya akibat psikis dan apakah penyakit ini mungkin sudah diderita oleh suami saya sejak sebelum menikah?
2. Saya pernah membaca bahwa bila seorang pria hilang gairah terhadap istri kemungkinan menderita Homoseksual. Apakah LH tersebut ada hubungannya dengan penyakit kelainan seksual ? karena penis suami diberi rangsangan juga tidak berereksi dan diberi cumbuan juga tidak terangsang alias dingin.
3. Apakah kekurangan LH termasuk penyakit genetika atau lebih dikenal "Sindrom Klinefelter"? Apakah kekurangan LH didiri suami saya berkaitan dengan pendarahan dalam pencernaan yang dialaminya sebelum menikah? Apakah kekurangan LH ini merupakan penyakit Impoten yang berat/sedang atau ringan karena saya pernah mendengar bahwa kekurangan hormon pada laki-laki termasuk penyakit langka? dan kalau memang impoten berat Apakah bisa diobati/disembuhkan dan bagaimana cara pengobatannya? Apabila dapat disembuhkan berapa persen dia dapat sembuh dan apakah kekurangan LH ini akan menjadi penyakit keturunan pada anak kami nantinya?
Ibu L.A yang baik, pertama - tama saya mohon maaf karena jawaban e-mail anda, saya jawab melalui forum ini mengingat keterbatasan waktu saya dan baru dijawab bulan ini.
Kunjungan ibu dan suami ke dokter ahli Kebidanan- Kandungan telah tepat bagi ibu dan suami serta kunjungan ke dokter pakar seksologi telah tepat untuk berdua. Untuk melengkapi informasi dan pemeriksaan khususnya bagi suami, sebaiknya anda datang ke dokter pakar Andrologi dan ke psikolog. Saya pribadi sangat menyesal karena konsultasi medis dilakukan dalam waktu singkat sebab konsultasi yang sangat singkat merupakan perampasan hak ibu sebagai pasien, sehingga hak pasien untuk bertanya tentang penyakit yang mereka derita akan hilang. Salah satu kendala bagi para dokter dalam memberikan pelayanan adalah tidak semua dokter bersedia membatasi jumlah pasien yang dilayani untuk memberikan pelayanan yang optimal.
Hormon adalah suatu substansi alamiah yang dikeluarkan oleh tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil , namun sangat berpengaruh besar pada seluruh bagian tubuh. Secara medis sangat jarang terjadi kelainan hormon L.H saja karena hormon L.H diproduksi bersama hormon FSH secara alamiah dengan rangsangan dari hormon Gonadotropin-releasing hormone (luteinizing hormone - releasing hormone = LHRH) Lihat gambar 1.

gambar 1 Dari gambar 1 jelas terlihat bahwa Hypothalamus yang terletak dibawah otak besar mengeluarkan hormon LHRH dengan perintah otak (tentunya secara refleks dan alamiah, yang akan memacu pertumbuhan hormon LH dan FSH. Hormon LH dan FSH akan memacu buah zakar (pada pria) dan indung telur (pada wanita) untuk mengeluarkan hormon2 yang berpengaruh pada pertumbuhan alat kelamin pria atau wanita. Pada pria akan mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan buah zakar, zakar, kelenjar prostat serta beberapa alat reproduksi lainnya. Bila terjadi kekurangan hormone L.H dan FSH, maka pertumbuham alat reproduksi pria tidak akan berkembang secara optimal baik dalam besarnya maupun dalam fungsinya. Untuk menentukan apakah ada pengaruh L.H pada seorang pria perlu dilakukan pemeriksaan berseri (beberapa kali)
Dampak kekurangan hormone L.H dan FSH tentunya berpengaruh pada ukuran alat reproduksi dan kemampuannya untuk membuahi wanita. Sekitar 50% impotensi disebabkan pengaruh psikis / kejiwaan. Dapat pula disebabkan oleh trauma masa lalu seperti rasa berdosa melakukan onani, rasa berdosa menjadi "gay" , dan rasa bersalah lainnya. Impotensi dapat pula disebabkan oleh kekurangan hormon testoteron , hormon2 dari hypothalamus lain seperti LH-FSH , prolactin dsb. Begitu luas penyebab impotensi sehingga Tim dokter harus secara teliti menyaring penyebabnya serta mengobatinya.
Pengaruh operasi yang terjadi seperti operasi usus buntu sangat kecil kemungkinannya karena operasi yang terencana baik tidak akan menyebabkan komplikasi. Apalagi kalu dilakukan oleh dokter yang ahli dibidangnya.
Penyakit Klinefelter (Klinefelter's syndrome) adalah penyakit akibat kelainan sex chromosome yang merupakan kelainan bawaan sejak lahir. Disebut klinefelter's syndrome karena terdiri dari beberapa gejala yaitu, buah zakar besarnya kurang dari 2 cm, keras dan fibrosis; dada pria membesar seperti dada wanita (gynecomastia) pada sebagian besar penderita, proposional postur tubuh yang sangat berbeda dengan manusia pada umumnya. Penderita penyakit ini biasanya mempelihatkan kelainan hubungan social, penyakit paru yang kronis, banyak varices, kelainan hormon2 lain seperti menurunnya hormon testoteron , insulin dan hormon lainnya. Sedemikian sulitnya mendeteksi sindrom ini sehingga perlu konsultasi yang mendalam.
Pemecahan masalah suami ibu sebaiknya dilakukan oleh tim terpadu kedokteran yang terdiri dari dokter Andrologi, dokter Psikiater / Psikolog untuk orang dewasa, dan dokter penyakit dalam khusunya ahli endokrinologi. Penafsiran yang bersifat kira-kira tanpa pemeriksaan berkesinambungan akan menyesatkan permasalahannya. Oleh karena itu serahkan pemecahan kepada ahlinya. Ibu dan suami saling berkomunikasi agar pernikahan ibu dapat langgeng.


Bila anda punya saran atau masalah yang dapat dibahas bersama dalam majalah ini, hubungi kami melalui redaksi "GEMARI" atau melalui e-mail : harunriyanto @ hotmail.com
 
 
Isi Komentar  Baca Komentar
Kirim Artikel  Cetak Artikel

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online